30 Hari di Bogor: IT WORKS (part 2)

*postingan kali ini adalah bagian hidup saya ketika di Bogor yang saya sebut: ngisi dadakan.*

hari ini adalah jumat sepekan setelah kejadian ngebolang di itb (institut tani bogor) hehe.
kalo mau tau ceritanya, baca aja postingan sebelum ini.

kali ini saya ingin berceritera tentang suatu acara yang diadakan oleh FORKOM ALIM’S (forum komunikasi alumni muslim-smansa) untuk lulusan SMANSA tahun 2010 kemaren. nama acaranya adalah Integrated Training (IT), suatu dauroh untuk mempersiapkan diri para calon mahasiswa untuk menempuh kehidupan pascasekolah. tema kali ini adalah WORKS yang merupakan akronim dari Towards Your Key of Success (bener gak? sotoy nih)

saya juga pernah jadi peserta dauroh ini ketika 2007 lalu. saat itu, pengumuman SPMB belon keluar, tapi saya udah dapet teknik elektro (kalo gak salah teknik elektro deh) di suatu perguruan tinggi swasta di jakarta (atau tangerang ya?) dengan nilai tertinggi kedua pada ujian masuknya. hoho… (ujian yang aneh)

ketika pemberangkatan dauroh, peserta yang ikut cuma 4 orang. saya, obeng, bancoy, dan ano (kelak keempat orang ini gak kuliah di bogor dan sekitarnya, jadi ga bisa bantu2 di smansa. hehe, maap ya…) tapi pas sore dateng yang laen, ada denis, irvan, galih, siapa lagi ya? asep dan agung kalo gak salah dateng deh.
Lanjut membaca

Menjadi Ahlul Quran

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Dalam taushiyah Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc., Al-Hafizh, disebutkan setidaknya ada 15 parameter yang bisa mengindikasikan seorang Ahlul (ahli) Al-Qur’an. Parameter tersebut adalah:

1. Khatam Al Quran. Minimal satu bulan satu kali khatam, maksimal tiga hari satu kali khatam.

Hal pertama yang mesti dilakukan untuk menjadi ahlul Quran adalah dengan membacanya secara rutin. Minimal satu hari menghabiskan 1 juz (10 lembar). Agar mudah, sehabis shalat rutinkan untuk membaca sebanyak dua lembar, insya Allah kita bisa mengkhatamkan Al Quran dalam 1 bulan.

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus melarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

Menurut hadits di atas, kita dilarang mengkhatamkan Al Quran lebih dari 30 hari. Karena bila kita membaca Al Quran kurang dari 1 juz per harinya, kita akan kehilangan ruh dan akan menjauh dari Allah. Selain itu, kita juga dilarang untuk mengkhatamkan Al Quran kurang dari 3 hari. Hal itu telah dijawab oleh hadits berikut:

Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan dapat memahami/menghayati Al-Qur’an, orang yang membacanya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud)

2. Qiyamulail.

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.’” (TQS. Al Isra’: 79-80)
Lanjut membaca

30 Hari di Bogor: IPB (part 1)

*tiga postingan ke depan merupakan cerita sederhana ketika saya berada di kota kelahiran, Bogor, selama 30 hari (sebenernya 31 hari soalnya dari tanggal 5 juni sampai 6 juli, tapi dibuat 30 hari biar sama dengan film ’30 hari mencari cinta’. hehe)*

jadi, setidaknya ada 3 hal menarik yang bisa diceritakan. dan untuk postingan kali ini saya akan cerita ketika saya JALAN-JALAN KE IPB!!!

pada suatu jumat, saya putuskan untuk jalan-jalan ke IPB dan UI. rencana ini bermula ketika saya melihat propaganda SALAM UI yang mau ngadain seminar pada hari jumat jam 13.30 di Masjid Ukhuwwah Islamiyyah. nah, saya berpikir gimana kalo paginya ke IPB dan sholat jumat di masjid Al Hurriyyah. mantep banget kan? hehe =D

setelah sms sana sini ternyata anak IPB-nya masih pada UAS atau kuliah. dan yang nyanggupin berangkat bareng cuma si lesus (jauh-jauh ke bogor, dapetnya anak bandung lagi. sejurusan dan sekamar pula. huh =j)

yawda, kita janjian aja di smansa.
tapi sebelum berangkat kita makan dulu di kantin smansa. hoho.
yang bikin kaget, ternyata ibu-ibu yang di kantin masih inget sama saya. trus dia seneng gitu. wow, saya terkenal juga ternyata (meski hanya di kalangan ibu kantin)

pas lagi makan, eh, ketemu luthfi kadep DU. dia lagi ngasih nilai staf-stafnya untuk di setor ke pembina (nilainya nanti keluar di rapot)
jadi inget dulu, saya juga pernah melakukan itu. dan ternyata departemen DU tuh nilai keaktifan di DKM-nya termasuk paling bagus diantara departemen yang lain (yae yalah, DU kan eksis. hehe)
Lanjut membaca

[jurnal] Inshallah podemos. espíritu!

Kali ini saya ingin menyoroti 2 fenomena. Semoga bisa diambil hikmahnya dan bermanfaat untuk ke depannya.

1. PIALA DUNIA

Kira-kira beginilah suasana di malam penutupan perhelatan sepakbola terakbar tahun ini (saya ga tau aslinya, soalnya ga nonton)

Para artis membentuk vuvuzela raksasa dan permainan sinar laser pada upacara penutupan Piala Dunia 2010 menjelang berlangsungnya pertandingan final antara Belanda dan Spanyol di Soccer City, Johannesburg, pada hari Minggu 11 Juli 2010.

Turut menjadi saksi langsung berbagai tokoh dari berbagai kalangan. Mulai dari legenda sepak bola semacam Marcel Desailly (anggota tim Prancis juara Piala Dunia 1998), Lothar Matthäus (kapten Jerman juara Piala Dunia 1990), George Weah (legenda Afrika asal Liberia dan Pemain Terbaik Dunia FIFA 1995), Roger Milla (memperkuat Kamerun dalam tiga edisi Piala Dunia), Michel Platini (Presiden UEFA), serta Franz Beckenbauer (anggota komite eksekutif FIFA, pemenang Piala Dunia 1974 sebagai pemain, dan pada 1990 sebagai pelatih). Para presiden negara di afrika (termasuk mantan presiden Nelson Mandela), lalu ada Kofi Annan (mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa), Queen Sofia dari Spanyol, Jan Peter Balkenende (Perdana Menteri Belanda), Prince Albert II dari Monaco, serta Ronald K Noble (Sekretaris Jenderal Interpol). Tak kalah meramaikan juga Placido Domingo (penyanyi tenor papan atas asal Spanyol), Rafael Nadal (petenis nomor satu ATP dan pemenang Grand Slam delapan kali dari Spanyol), Shakira (penyanyi lagu resmi Piala Dunia 2010), Morgan Freeman (aktor pemenang Oscar), serta Naomi Campbell (model papan atas dunia)

Berbagai persiapan pun dilakukan, mulai dari keamanan sampai ke bola yang akan dipakai bertanding.

Pertandingan final Piala Dunia 2010 menggunakan bola Jo’bulani. Nama Jo’bulani merupakan gabungan dari nama kota tempat partai final berlangsung, Johannesburg atau disingkat Jo’burg, dengan Jabulani. Jo’bulani adalah versi khusus Jabulani yang didesain berwarna emas, sesuai dengan julukan Johannesburg sebagai “City of Gold”.

Lanjut membaca

Tarhib Ramadhan

beberapa pekan lagi kita akan ada yang mau dateng bulan, eh salah, maksudnya akan ada bulan yang mau dateng. hehe.

yup. tamu ini sudah kita tunggu-tunggu selama 11 bulan. dialah bulan suci Ramadhan. bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh.

pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. semua itu merupakan momen bertaubat sekaligus mengincar posisi puncak ketaqwaan.

nah, untuk menyambut tamu agung ini, perlu ada persiapan-persiapan yang harud dilakukan dengan sebaik-baiknya. diantaranya adalah sebagai berikut:

1. ILMU

PERTAMA, ilmu yang perlu diketahui adalah tentang keutamaan Ramadhan. sebelum Ramadhan datang Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya guna memberikan persepsi yang benar dan mengingatkan betapa mulia bulan Ramadhan. dengan mempelajari dan memahami keutamaan bulan Ramadhan, diharapkan kita akan termotivasi untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita. di antara keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan adalah:

a. bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (TQS Al Baqarah: 183)

b. bulan diturunkannya Al Qur’an.
“Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil)” (TQS Al Baqarah: 185)
Lanjut membaca

Muslim di Piala Dunia 2010

Piala Dunia baru saja usai, perhelatan sepakbola terakbar kali ini melahirkan jawara baru, Spanyol, yang juga berhasil mencetak sejarah karena pertama kalinya mengawinkan Piala Eropa yang disabetnya tahun 2008 lalu dengan Piala Dunia 2010.

Selain berita itu, Piala Dunia kali ini mencuatkan nama-nama pemain Muslim, diantaranya:

1. Mesut Oezil (Jerman)

Yang paling top adalah Mesut Oezil. Dia menjadi arsitek permainan Jerman kala melibas Australia (4-0), Inggris (4-1), dan Argentina (4-0).

Oezil adalah salah satu pemain “keturunan” yang ada di skuad Jerman saat ini, seperti halnya Cacau (Brasil), Jerome Boateng (Ghana), Piotr Trochowski, Podolski dan Klose (Polandia), Dennis Aogo (Nigeria) dan Mario Gomez (Spanyol). Ia berdarah Turki dan dari keluarga muslim. Oezil lahir di Gelsenkirchen, merintis karir profesionalnya bersama Schalke, lalu pindah ke Bremen sejak dua tahun lalu.

Oezil dikenal memiliki kebiasaan membaca Al Quran setiap kali akan turun bertanding. Kebiasaan ini membuatnya merasa lebih fokus ketika bertanding. Kepada koran harian Berlin, Der Tagesspiegel, Oezil mengatakan, “I always do that before I go out (on the pitch). I pray and my team-mates know that they cannot talk to me during this brief period.”

2. Khalid Boulahrouz (Belanda)

“Saya berusaha sebisa mungkin untuk mengembangkan pengetahuan saya tentang Islam. Saya salat lima waktu setiap hari, berpuasa dan mengaji Al-Quran. Saya belajar bahasa Arab, jadi saya bisa mengerti lebih bagus tentang Bahasa Arab,” kata Boulahrouz.

Dalam kehidupan sehari-harinya, Khalid Boulahrouz berusaha untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Menurut orang-orang terdekatnya, Boulahrouz sering terlihat membaca al-Qur’an dan I’tikaf di masjid. Dalam sebuah wawancara dengan harian de volkskrant beberapa waktu lalu, Boulahrouz menyebutkan manfaat Islam untuk dirinya.

”Mengaji Al Quran, memberi saya kedamaian dan membuang stress yang ada. Saya berusaha untuk menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Kesabaran sangat penting di situasi yang sulit saya harus bisa mengatasinya. Kesabaran itu ada manfaatnya,” tutur bek tim nasional Belanda ini.
Lanjut membaca

[jurnal] Lambang MuSA yang Baru! (cie cie, haha)

Assalamu’alaykum wr wb

Selamat kepada saudara kita Fariduddin Atthar AR’06 (Kadep DSM GAMAIS 2009, Kadiv Syiar gARis 2009) yang telah memenangkan SAYEMBARA LAMBANG MUSA!!!

Desain di atas menang dikarenakan memiliki beberapa kelebihan seperti berikut:
1. Desain ini UNIK. Memiliki kekhasan tersendiri yang bisa membuat MUSA semakin menonjol dengan lambangnya yang unik.
2. Desain yang simpel. Enak dilihat oleh mata dan tentu saja mudah dibuat.
3. Sisanya tidak akan saya jelaskan karena bisa menuai konflik. hehe =D

Demikianlah hasil musyawarah desain lambang MuSA..
Semoga pilihan ini adalah pilihan yang diberkahi oleh Allah SWT, menjadi amal jariyah, dan banyak kebaikan yang lahir dari lambang ini (maupun dari proses sayembaranya)
Kami selaku panitia hanya insya Allah telah mengusahakan sebaik mungkin, namun semuanya dikembalikan kepada Allah Yang Mahakuasa.
Lanjut membaca

Tragedi 1 Juli 2009

Pada tanggal 1 Juli 2009 tahun lalu, Marwa Al-Sharbini (32 tahun), seorang muslimah asal Mesir, sedang menghadiri sidang di ruang sidang kota Dresden terhadap tetangganya, Alex Wiens, yang ditemukan November lalu bersalah karena menghina wanita tersebut dengan menyebutnya “teroris”. Bahkan dalam suatu kesempatan, pemuda itu pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas kain kudung Muslimah asal Mesir itu.

Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan itu yang dialaminya hanya karena ia mengenakan kain kudung. Marwa Al-Sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan kain kudungnya.

Dia ditetapkan untuk bersaksi melawan Alex Wiens, belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuknya sebanyak 18 kali dalam ruang pengadilan di depan anaknya yang masih berusia 3 tahun. Pendarahan yang banyak menyebarkan Marwa Al-Sharbini akhirnya wafat di pengadilan.

Suami Al-Sharbini berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tetapi malah ditikam juga oleh Wiens dan ditembak kakinya oleh seorang penjaga keamanan yang awalnya mengira dia akan menyerang. Hal itu menyebabkan suami Al-Sharbini mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.
Lanjut membaca

tentang VMJ1

entah sejak kapan dan entah siapa yang memulai, cinta diidentikan dengan warna merah jambu.
bukan jambunya yang salah. (iya, emang ga nyambung. udahlah, woi puasa woi!!! haha)
jadi, langsung to the point aja ya tentang Virus Merah Jambu =D

ngerasa sedih gak kalo ada temen yang pacaran? kalo saya sih iya, tapi bukan karena saya gak laku. hehe. tapi karena ngerasa sayang ke mereka telah terbujuk oleh rayuan syaitan.
percaya deh kalo setan itu adalah sebaik-baiknya pengrias lawan jenis. sejelek, sebodo, sebau, sekerempeng apapun tuh orang, kalo setan udah masuk mah jadi ganteng banget dah (gak segitu juga sih)

pasca menjadi pengurus DKM (kelas XII maupun udah alumni SMANSA) adalah masa-masa lost power syndrome. biasanya pas istirahat atau pulang sekolah ke masjid untuk sholat trus ke sekret untuk tilawah atau koordinasi departemen, sekarang udah ga punya sekret.
bebas! udah gak ada amanah organisasi lagi, gak ada beban jadi pengurus DKM (yang harus tampil sholeh)
nah yang kayak gini ini rentan pacaran atau minimal mulai cair dengan lawan jenis.
tapi gak menutup kemungkinan juga bahwa pengurus DKM ngikutin tren dunia barat yang liberal ini.

lantas apa yang harus kita lakukan? tentu yang paling mudah adalah dengan pencegahan.
tapi kalo udah jadian? kasih aja tulisan diatas. haha =D
ok, kita bahas bersama-sama 2 kondisi tersebut…

Cara mencegah

mencegah lebih baik daripada mengobati. shaum woi! sabar. jodoh mah ga akan kemana, tinggal milih mau dengan cara baik atau dengan cara buruk. mau Allah beri dengan lembut atau dengan murka.
Lanjut membaca

memilih pasangan hidup

copased (copy-paste-edit) dari suatu milis.
aslinya yang nulis tuh seorang akhwat dan dia adalah adik kelasnya temen saya di milis itu.
nah, tapi di postingan kali ini, saya edit jadi sudut pandang seorang ikhwan.
cekidot! =D

Semakin kita dewasa, semakin banyak macam orang yang kita temui.
Tidaklah mustahil jika suatu ketika kita datang kepada seorang akhwat untuk mengikatnya, tapi bukan sebagai istri.
Pacaran, HTS-an, nge-take akhwat inceran, atau apapun itu.

Jika kamu pikir kamu adalah ikhwan yang saleh, ketahuilah bahwa orang saleh tidak akan mendahului ketentuan Allah untuk mencoba-coba berpasangan, sebelum ia bertemu dengan jodohnya.
Sebelum ia betul-betul berpasangan dengan seorang perempuan, di atas janji suci, di hadapan Allah.

Jika kamu pikir kamu adalah ikhwan yang baik, ketahuilah bahwa orang yang baik tidak akan menodai seorang akhwat dengan zina yang dia torehkan kepada akhwat itu.
Orang yang baik pasti tidak akan membiarkan dirinya berhubungan dengan seorang akhwat, agar dia dan akhwat itu tetap mempunyai hati yang bersih.

Jika kamu pikir kamu adalah ikhwan yang dewasa, ketahuilah bahwa orang dewasa adalah orang yang berani bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Orang yang bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tidak hanya kepada dirinya dan diri akhwat itu saja.
Tapi juga kepada Allah Azza wa Jalla.

Jika kamu pikir kamu adalah ikhwan yang pengertian, ketahuilah bahwa orang yang pengertian seharusnya terlebih dulu mengerti akan kedudukannya sebagai makhluk Allah.
Bahwa kewajibannya untuk mengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bahkan tidak mendekati apa yang menurutnya syubhat, ya, seperti menjalin hubungan dengan akhwat itu.

Sulit untuk istiqamah, sulit untuk menghindari itu semua.
Tapi semua ini akan kita nikmati dengan indah, apabila kita tetap ingat bahwa Allah satu-satunya kekasih kita.

Allahu’alam…