Tarhib Ramadhan

beberapa pekan lagi kita akan ada yang mau dateng bulan, eh salah, maksudnya akan ada bulan yang mau dateng. hehe.

yup. tamu ini sudah kita tunggu-tunggu selama 11 bulan. dialah bulan suci Ramadhan. bulan yang penuh dengan berkah, bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah karena di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. bulan yang dirindukan kedatangannya dan ditangisi kepergiannya oleh orang-orang yang sholeh.

pada bulan inilah kaum muslimin seharusnya melakukan pengembaraan rohani dengan mengekang nafsu syahwat dan mengisi dengan amal-amal yang mulia. semua itu merupakan momen bertaubat sekaligus mengincar posisi puncak ketaqwaan.

nah, untuk menyambut tamu agung ini, perlu ada persiapan-persiapan yang harud dilakukan dengan sebaik-baiknya. diantaranya adalah sebagai berikut:

1. ILMU

PERTAMA, ilmu yang perlu diketahui adalah tentang keutamaan Ramadhan. sebelum Ramadhan datang Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya guna memberikan persepsi yang benar dan mengingatkan betapa mulia bulan Ramadhan. dengan mempelajari dan memahami keutamaan bulan Ramadhan, diharapkan kita akan termotivasi untuk lebih meningkatkan amal ibadah kita. di antara keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan adalah:

a. bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (TQS Al Baqarah: 183)

b. bulan diturunkannya Al Qur’an.
“Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil)” (TQS Al Baqarah: 185)

c. bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.
“Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum’at.” (HR At-Thabarani)
Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw -pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: “Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt.” (HR Ath-Thabarani)

d. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.
Rasulullah saw bersabda: “Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari.” (HR Muslim)
“Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.” (Muttafaqun ‘alaih)
“Apabila Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon-syaithon dibelenggu.” (Mutafaqun ‘alaih)

e. Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.
Rabb-Mu berkata: “Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa, hendaknya ia katakan: ‘Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.’” (HR At-Tirmidzi).

khutbah Rasulullah saw menyongsong bulan suci Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan ibadah, bulan santunan. dari Salman Ra., beliau berkata, Rasulullah berkhutbah di tengah-tengah kami pada akhir Sya’ban, Rasulullah bersabda:

“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan.Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya surga, Ramadhan adalah bulan santunan.

Bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapatkan pahala sebesar yang didapat oleh orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Sahabat berkomentar, kata mereka: ‘Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki makanan untuk berbuka yang dapat diberikan kepada orang yang berpuasa?’ Sabda Rasulullah saw: ‘Pahala tersebut akan diberikan Allah, meskipun yang diberikan untuk berbuka bagi yang berpuasa hanya satu buah kurma, atau seteguk air, atau sesendok mentega.

Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka, siapa yang memberikan keringanan bagi hamba sahayanya pada bulan itu, Allah akan ampuni dosanya, dan dia dibebaskan dari neraka. Pada bulan ini, perbanyaklah empat hal, dua diantaranya membuat kamu diridhai Rabbmu, dan dua yang lainnya sesuatu yang sangat kamu butuhkan.

Dua hal yang membuat kamu diridhai Rabbmu adalah:
1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan
2. Kamu meminta ampunan kepada-Nya.
Sedangkan dua hal lainnya yang sangat kamu butuhkan adalah:
1. Kamu meminta syurga kepada Allah, dan
2. Kamu minta dilindungi dari neraka.

Siapa yang memberikan minum kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman kepadanya dari telagaku yang tidak akan menjadi haus sampai dia masuk surga.”

(HR Ibnu Khuzaimah)

f. Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.
sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tetapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan.

perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai ‘Yaumul Furqan’ dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.
pada bulan Ramadhan pula fathu Makkah terjadi, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai ‘Fathan Mubiiina’, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 Hijriyah.
serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah.
tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah.
Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 Hijriyah. dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah.
ditaklukkannya Andalus (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah.
peperangan ‘Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pasukan Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah.
dan masih banyak lagi yang lainnya.

KEDUA, ilmu yang perlu diketahui adalah tentang puasa dan amalan di bulan Ramadhan. sasaran dan ibadah puasa adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. untuk itu, ibadah puasa harus dilakukan dengan tatacara yang benar. sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Banyak orang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar. Dan banyak orang shalat malam, tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali bergadang.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)

dalam hadits lain, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).

dari dua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa membekali diri dengan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa memang akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk menigkatkan kualitas ketaqwaan kita melalui bulan Ramadhan yang mulia ini.

bila ingin komplit coba baca-baca lagi tentang definisi shaum, rukun-rukunnya, syarat sahnya, apa saja yang membatalkan shaum, dan lain sebagainya.
jangan lupa juga baca tentang ibadah lainnya, semisal: doa buka shaum, shalat tarawih, dan sahur. semoga bisa benar-benar menambah keberkahan shaum kita.

2. JASMANI

bagi sebagian orang, ketika shaum badan terasa lemas dan terasa malas untuk melakukan sesuatu. solusi yang tepat untuk masalah ini adalah meningkatkan stamina tubuh dan membiasakan shaum.

“Shumu Tashihhu; Puasalah niscaya kamu akan sehat.” (HR. al-Thabrani, Sanad para perawinya adalah tsiqat sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab ‘al-Targhib‘, karya al-Mundzirî)

sejatinya, shaum itu menyehatkan. saya belum pernah dengar ada berita bahwa seseorang meninggal gara-gara shaum.

ketika kita meniatkan diri untuk shaum, maka otak akan mematikan minat kita kepada makanan. jadi, ketika melihat makanan, otak kita ga merespon sehingga ‘keran’ asam lambung tidak terbuka. tidak masalah bila setelah melihat makanan kita tidak makan.

sedangkan ketika tidak shaum, otak kita memiliki minat kepada makanan. jadi, ketika melihat makanan, otak akan merespon dan membuka ‘keran’ asam lambung. sehingga bila kita tidak makan, kita akan terkena maag.

lalu, jangan lupa makan sahur meskipun hanya shaum sunnah, karena dengan sahur badan akan lebih sehat. hal ini berdasarkan penilitian yang dilakukan oleh sebuah laboratorium atas permintaan suatu produsen tempat tidur di Amerika Serikat untuk yang mengukur temperatur beberapa sukarelawan sewaktu tidur malam. hasilnya menunjukkan bahwa suhu orang yang tidur rata-rata menurun tajam pada jam-jam menjelang shubuh. pada saat itu kondisi tubuh yang tidak sadar menjadi rawan terserang berbagai penyakit. solusi mereka adalah dengan memproduksi tempat tidur yang dilengkapi thermostat, alat otomatis yang menyalakan filamen pemanas di bawah kasur sehingga temperatur kasur menjelang shubuh menghangat lagi dan terhindarlah orang yang tidurdi atasnya dari penyakit. namun, hal ini membuat harga kasur tersebut menjadi beberapa ribu dolar.

nah, Islam menawarkan solusi gratis, yaitu bangun di waktu sahur. ketika bangkit dari tidur, urat-urat bergerak, d^r^h mengalir lebih cepat, dan suhu tubuh akan menghangat dengan sendirinya. apalagi bila dilanjutkan dengan mangambil air wudhu, d^r^h akan lebih cepat mengalir menetralisasi dinginnya air. sehingga orang yang teratur bangun untuk makan sahur atau shalat tahajud akan lebih segar dan jarang sakit, daya tahan tubuhnya lebih tinggi terhadap penyakit.

selain itu, mengecek kesehatan juga sangat dianjurkan sehingga kita tahu harus menghindari kegiatan atau makanan yang akan membuat kita jatuh sakit. artinya bahwa makanan dan acara harian kita harus dipetakan lagi. apakah kita akan mengikuti olahraga malam hari atau mengkonsumsi suplemen, itu harus direncanakan agar modal fisik kita bisa berjalan optimal. jangan sampai kita rela-rela bergadang menonton sepak bola tetapi malam yang lebih baik dari seribu bulan tidak kita raih. na’udzubillah.

3. RUHANI

persiapan ruhani/ruhiyah bersumber dari aqidah Islam dan ia menjadi rahasia kekuatan Islam. dengan persiapan ruhiyah diharapkan tumbuhlah keyakinan yang kokoh dan terbentuklah sifat rabbaniyah. persiapan ruhiyah ini harus diawali dari pembinaan aqidah yang benar lalu diikuti dengan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs).

cara-cara mempersiapkan ruhani adalah dengan banyak melakukan amal kebajikan ataupun banyak berdzikir di setiap waktu. juga dengan menghindari maksiat, baik yang nyata maupun tak nyata. jika masih sulit dihindari, minimal kita berusaha menguranginya dan senantiasa banyak beristighfar.

jadikan Ramadhan sebagai penambah kuantitas dan kualitas ibadah kita dan latihannya adalah jauh sebelum Ramadhan tiba. bila sekarang tilawahnya masih 1 juz per hari, cobalah untuk 1,5 juz per hari. bila sekarang dhuha atau tahajudnya baru 4 rakaat, cobalah untuk 8 rakaat. karena akan agak sulit untuk menambah secara langsung, mencicilnya merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan. pembiasaan inilah yang akan meningkatkan ruhani kita dalam hal beribadah.

diantara parameter persiapan ruhiyah yang benar dalam menyongsong ramadhan adalah terbebasnya dari gejala kekeringan ruhaniyah, yaitu mudah dilanda kejenuhan dan kemalasan dalam beribadah, mudah emosi dan tersinggung ketika berkehidupan sehari-hari, mudah kecewa dan putus asa bila terjadi sesuatu yang kurang menyenangkan, serta mudah mengeluh dan meratapi kondisi diri kita.

4. MAAL

persiapan maliyah/harta ini bukanlah untuk membeli keperluan buka puasa, hidangan lebaran, beli pakaian baru, ataupun bekal perjalanan pulang kampung. akan tetapi untuk infaq dan zakat fitrah. sebab nilai balasan menafkahkan harta di jalan Allah akan dilipatgandakan sebagaimana kehendak Allah SWT.

“kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (TQS. ‘Ali Imran: 92)

dalam ayat di atas disebutkan bahwa kita belum sampai kepada kebajikan bila belum menginfaqan harta yang kita cintai. pertanyaannya, seperti apakah harta yang kita cintai?

seorang ustadz pernah menyampaikan bahwa harta yang dicintai bukanlah terletak pada besar nominalnya, melainkan harta yang kita berat untuk memberikannya ke orang lain. kalo kita nyumbang Rp1juta, tetapi gada perasaan apa-apa dan terasa enteng begitu saja, berarti itu belum harta yang kita cintai dan berarti kita belum mencapai kebaikan seperti ayat di atas. bahkan kalo Rp100juta pun masih ga berat, berarti bukan harta yang kita cintai juga.

harta yang kita cintai adalah ketika kita berat menginfaqannya. tetapi walaupun berat melepasnya, kita tetap melakukan infaq tersebut. disitulah letak ujiannya, terutama ujian keikhlasan. apakah setelahnya kita tidak mengumumkannya kepada orang lain, apakah setelahnya ada perasaan menyesal, apakah setelahnya kita meragu bahwa Allah akan membalasnya. memang berat memberikan harta yang telah kita kumpulkan dengan susah payah sebelum ramadhan, oleh karena itu latihan berinfaq harus tetap dilakukan disamping mengumpulkan harta. semua itu dimaksudkan agar kita tahu sampai mana harta yang kita cintai. karenanya mempersiapkan maliyah ini dilakukan sedini mungkin agar dapat dikelola dengan sebaik-baiknya.
_____

demikianlah beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam persiapan menyambut Ramadhan. semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun ini.

About these ads

2 thoughts on “Tarhib Ramadhan

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s