1. administrasi
hal-hal administratif yang perlu disiapkan hanya paspor. kecuali mau 1 bulan berada di sana, baru mesti menyiapkan surat-surat tertentu lainnya.
dua tahun lalu sih untuk membuat paspor tinggal datang ke kantor migrasi, lengkapi persyaratannya (belum dapat info apa aja yang harus disiapin, katanya sih ga terlalu susah), seminggu kemudian jadi. biaya yang dikeluarkan sekitar Rp350.000.
2. ongkos dan biaya hidup
ongkos pulang-pergi standarnya sekitar Rp1.000.000. namun, semua tergantung pada kapan kita pesannya, semakin mendekati hari keberangkatan, semakin mahal. jadi, sebenarnya ongkos bisa kurang dari Rp1.000.000 (saya sendiri pernah lihat yang Rp300.000 sekali berangkat), tetapi bisa juga lebih dari harga standar tersebut.
untuk info lebih lanjut, silakan cek 3 situs maskapai yang sering dipakai mahasiswa indonesia di malaysia:
1. Air asia (http://www.airasia.com/my/en/home.html)
2. Malaysia Airlines (http://www.malaysiaairlines.com/my/en/home.aspx?s_kwcid=TC|16774|malaysian%20airlines||S||3083140097)
3. KLM (http://www.klm.com/travel/my_en/index.htm)
oh iya, siapkan juga uang sebesar Rp150.000 – Rp200.000 untuk airport tax di bandara soekarno-hatta (cukup sekali).
lalu, perjalanan di udara memakan waktu sekitar 2 jam dan dari bandara ke kuala lumpur butuh waktu 45 menit sampai satu jam.
sedikit gambaran tentang biaya hidup di malaysia, sekali makan di sana harganya mulai RM 5 (sekitar Rp15.000). itu yang standar. kalau makannya di mall bisa sampai RM 15 (Rp45.000). sedangkan biaya tranportasi di sana antara RM 1.5 – RM 3 (Rp4.500 – Rp9.000).
total ongkos dan biaya hidup selama 3 hari 2 malam, aman-nya adalah Rp2.000.000 (sekitar RM 700). insya Allah ada lebihnya, bisa untuk tempat menginap. kecuali kebanyakan beli macam-macam, tidak akan cukup untuk penginapan.
sedikit info tentang penginapan: di deket kampus IIUM (Islamic International University of Malaysia) ada semacam home stay yang masih baru, bersih, dan murah. mungkin bisa dijadikan alternatif tempat menginap. insya Allah ikhwan-akhwat bisa dipisah.
(keadaan di atas adalah keadaan aman *baca: dimahalin*. kalau cermat, insya Allah Rp2.000.000 udah bisa masuk makan, transportasi, belanja, penginapan, biaya paspor, airport tax, dan biaya tak terduga lainnya)
3. tempat kunjungan
tempat yang bisa dikunjungi kemungkinan baru kuala lumpur dan johorbaru, karena saya cuma punya kenalan di situ, yaitu: mahasiswa IIUM (Islamic International University of Malaysia) di kuala lumpur dan mahasiswa UTM (Universiti Teknologi Malaysia) di johorbaru.
untungnya di IIUM dan UTM itu ada jurusan arsitektur dan planologinya. lumayanlah bisa studi banding.
jadwal perkuliahan di malaysia: saat ini sudah mulai masuk ke semester baru, mungkin baru libur lagi pada pertengahan april.
info tambahan, kuliah disana senin sampe kamis aja, jarang banget yang kuliah hari jumat (tapi kalau arsitektur sepertinya akan sampai jumat ya? haha). yah, semoga kita bisa atur-atur waktu sehingga bisa melihat suasana belajar di sana, terutama studionya.
johorbaru dengan KL sendiri berjarak sekitar 5-6 jam (kurang lebih jakarta-sumedang lah). sedangkan, UTM dekat banget ke singapura (mau nyebrang tidak? hehe).
di KL lumayan banyak bangunan-bangunan yang arsitekturnya bagus. yang pasti ada menara kembar petronas. dari kampus IIUM cuma 20 menit naik kereta monorail.
belum lagi masjid-nya, katanya sih arsitekturnya bagus. ada masjid IIUM, masjid negara, masjid putrajaya, dan masjid besi.
kalau mau dibuat daftarnya, ini dia:
kuala lumpur
highrise: KLCC, menara KL, bangunan parlimen, Menara Tabung Haji bank), dan mesiniaga.
heritage: jalan Tun Abdul Razak
shoping: Masjid India, petaling street, dan pasar seni (art gallery)
johorbaru
heritage: Istana sultan Ibrahim dan sekitar bandar raya
4. sokongan dana
kalau berharap dapat subsidi dari jurusan atau donasi dari alumni atau bahkan sponsor, perlu proposal resmi yang mencantumkan dengan jelas rangkaian kegiatan dan rincian dananya. plus perlu adanya dosen pembimbing, untuk lebih meyakinkan bahwa acara ini bukan wisata semata.
nah, dosen pembimbing ini sebaiknya suami-istri (kalaupun bukan suami-istri, setidaknya sudah menikah, baik yang ikhwan maupun yang akhwat) dan kepahaman agamanya tinggi (lebih bagus kalau beliau dosen pembina lembaga dakwah) agar selain jadi pembimbing, bisa juga jadi imam (yang bisa ditanya-tanya tentang fiqh dalam perjalanan), serta penjaga interaksi ikhwan-akhwat dan agenda malam. trus, lebih bagus lagi kalau beliau pernah ke malaysia dan tahu daerah kuala lumpur dan johorbaru. hehe =j
—
begitulah info yang saya dapat. ada tambahan?
terimakasih mas infonya
Tadi Dikatakan kalau ada rekomendasi tempat penginapan murah disekitar IIUM. Kira2 berapa Rupiah per Malam?