Banyak malam yang telah kita lewati tanpa rasa syukur pada Allah Yang Maha Kuasa, padahal Allah telah menghiasi langit malam dengan berlaksa benda langit yang luar biasa keindahan dan kompleksitasnya.
Gemintang yang senantiasa membentuk formasi yang teratur, mampu menunjukkan arah saat kita tersesat dalam gelap. Planet-planet tata surya kita yang senantiasa memantulkan cahaya sang surya. Meteor yang begitu indah saat menghujan seolah sedang melukis di kanvas langit. Nebula-nebula yang menggumpal dan membawa pesan masa depan akan lahirnya bintang baru. Bekas kilatan supernova yang kaya akan materi dan energi, menyisakan sebuah benda kerdil bewarna putih sahaja. Belum lagi komet, asteroid, dan benda langit lainnya.
Namun kini, berapa banyak sih bintang yang bisa terlihat? Berapa orang sih yang telah merasakan kemegahan taburan langit malam?
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pernah mengeluarkan data bahwa 2/3 dari populasi dunia tidak pernah melihat malam yang benar-benar gelap dan dipenuhi bintang-bintang. Kemudian, 99% dari penduduk Eropa Barat dan Amerika Serikat tidak pernah melihat langit malam yang gelap secara alami.
Sedih ya?
Melihat saja tidak bisa, apalagi berimajinasi membayangkan konstelasi-konstelasi yang ada di langit itu dengan berbagai macam hal, seperti yang telah dilakukan orang-orang Yunani zaman silam.
Kebayang tidak, sewaktu melihat rasi sagitarius akan tertampak seseorang manusia berkaki kuda dan memegang busur panah? Tahu tidak, rasi scorpius mirip hewan apa? Saya yakin, manusia sekarang pada umumnya tidak akan tahu kecuali didapat dari zodiak yang penuh unsur kemusyrikan.
Lebih jauh lagi, dengan astronomi akan timbul rasa ingin tahu yang begitu besar, karena objek pembahasan ilmu falak ini begitu jauh dan sulit terjamah oleh tangan manusia. Pantas saja, ketika terjadi sky glow, anak-anak zaman sekarang jadi malas belajar.
Pertanyaan utamanya adalah: Mengapa itu bisa terjadi?
Penyebab masalah di atas adalah adanya polusi cahaya yang berasal dari lampu-lampu yang tidak tepat penggunaan cara, jenis, tempat, dan waktunya. Mari kita perhatikan gambar berikut:
Polusi cahaya menutupi cahaya benda langit.

Lanjut membaca →
Like this:
One blogger likes this post.