Cahya Terangi Gelap

Tersentak dan tersadar.
Bahwa cahaya menerangi gelap.
Takkan ada gelap yang mencekam cahaya.
Yang ada hanya cahaya redup dan menghilang.

Ya.
Gelap hanya ada.
Pada masa, cahaya tlah tiada.

Dan selalu..
Cahya terangi gelap.
Percayalah, tiada pernah tertukar sunatuLlah.

Lantas, An Nuur tlah firmankan:
“Ia keluarkan Pengiman kepada cahaya (iman).” (TQS. 2: 257)

Namun, mengapa kini Islam sesak konflik?
Sebabnya bukanlah mereka yang menguat.
Takkan ada gelap yang mencekam cahaya.
Sungguh, kitalah yang melemah.
Cahaya Islam dan Pemeluknya kian redup dan menghilang.
Lanjut membaca

Acapella Nasheed

Tadi malam, mendadak pengen nyelesein kerjaan sambil denger nasyid. Setelah muter-muter di gradasi, ujug-ujug keingetan sama neSSei. Kayaknya sedikit saja yang tau tim nasyid ini, bahkan kayaknya di kalangan munsyid sendiri.

Pertama kali tau lagu mereka, pas ikutan lomba nasyid di SMA Negeri 5 Bogor dalam acara PHBI Tahun Baru Hijriyyah. Di sini grup nasyid saya juara III padahal baru pertama kali ikutan, hehe. Dan yang juara I lah yang membawakan lagu neSSei yang berjudul “Here and Real” ini.

Nah, pas tadi malam nyari-nyari, alhamduliLlah dapat nasyidnya. Tapi cuma ada 4 lagu di album neSSei (selain di albumnya sendiri, neSSei juga pernah nongol di albumnya Ust. Arifin Ilham. Itu loh, yang ada “Tombo Ati”-nya Opick), yaitu: “Rinduku Mencinta-Mu”, “Hanya Satu”, “Temaram Kalbu”, dan “Dzikrullah”, padahal pengen denger juga “Taman Alquran”, “Fitri”, “Bidadari Kecil”, dan tentu saja “Here and Real”.

Saya pengen nge-review 2 lagu saja (kalo mau denger, tinggal klik judul lagunya):

1. Rinduku Mencinta-Mu

Mengapa hati ini memberi rindu pada insan makhluk dunia?
Mengapa hati ini memberi cinta pada keindahan dunia?

Sulitnya tuk merindu hanya pada Yang Satu dalam seluruh pasrahku.
Slalu kubagi cinta pada selain Mahacahaya.

Allahu Rabbuna, beri kami cinta-Mu, biar lepas beban cinta selain cinta dari-Mu.
Allahumma Rabbana, beri kerinduan-Mu, biar cerah hati ini kelak menghadap keharibaan-Mu.

Sulit tuk merindu di dalam seluruh pasrahku hanya pada Yang Satu.
Selalu terbagi cinta pada selain Mahacahaya.

Salah satu nasyid favorit waktu SMA, soalnya tema-nya MahabbatuLlah.
Waktu itu emang lagi suka-sukanya sama beberapa nasyid bertema MahabbatuLlah, contoh lainnya: “Cinta Ilahi”-nya Snada, “Persembahan Cinta”-nya Gradasi, “Tanda Cinta”-nya Gradasi, (umm apa lagi ya?).

Sayangnya pake piano sih, jadi ga bisa dibawain.
Btw, kalo dapet partiturnya, mau deh belajar piano-nya.
Hoho…

2. Hanya Satu

Kupu-kupu terbang menari indah di antara bunga
Oh, siapa yang tlah ciptakannya? Dialah Allah semata.
Awan berarak di angkasa, putih dan selembut kapas.
Oh, siapa yang tlah ciptakannya? Dialah Allah Yang Kuasa.

Bila kita tengah berduka, panjatkanlah doa pada-Nya.
Bila kita tengah bahagia, sampaikan syukur pada-Nya.

Ya Allah, Engkau Tuhanku, hanyalah satu dan tiada yang tara.
Mahakuasa Maha Pencipta, tak pantas untuk menduakan-Nya.

Syukurku untuk-Mu, syukurku…
Syukurku… untuk-Mu, ya Allah.

Lanjut membaca

Doa Terlengkap

اللَّهُمَّ إنِّي أسَألُكَ مِنْ خَيْر مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ محمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. وأعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا استَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم. وأنتَ المُسْتَعانُ, وَعَليْكَ البَلاَغُ, وَلا حَولَ وَلا قُوَّةَ إِلا باللهِ

“Allahumma inni as-aluka min khairi ma sa-alaKa minhu nabiyyuKa Muhammadun sallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa a’udzubiKa min syarri mas-ta’adha minhu nabiyyuKa Muhammadun sallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa Antal-Musta’anu, wa ‘alaiKal balaghu, wala hawla wa la quwwata illa biLlah.”

Lanjut membaca

Untuk yang Berbahagia (2)

Lanjutan dari cerpen Untuk yang Berbahagia. Kalo belum tau, mending baca dulu. Hehe…

Rabu, 4 April 2012
Wuah, kangen sama buku ini. Mengapa tiba-tiba saya menulis cerita harian lagi? Karena hari ini saya iseng menggeledah tumpukan buku-buku di gudang dan saya mendapati buku ini. Buku kecil yang berisi tentang rekam hidup saya semenjak S2 di Turki hingga hari-hari awal pernikahan dengan Raudhah.

Hhhh… ternyata sudah 1,5 tahun berlalu sejak kepergian Raudhah. Apa kabar di sana, sayang?

Kamis, 5 April 2012

Hari ini adalah hari yang selalu saya nantikan, karena paginya saya ada liqo’at dengan binaan-binaan saya dari Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, mereka selalu datang 10 menit lebih awal ke rumah saya, sehingga kita bisa mengefektifkan waktu yang sempit antara subuh dengan jam kerja saya. Untuk itu saya selalu “membayar” mereka dengan selalu menyiapkan materi halaqah dengan sebaik mungkin.

Sekitar pukul 08.00, pertemuan diakhiri dan mereka langsung bergegas menuju tempat aktivitas mereka selanjutnya. Saya pun bersegera bersiap menuju tempat kerja di konsultan Arsitektur yang bertempat di Jl. K.H. Abdullah bin Nuh, dekat Taman Yasmin V. Seperti biasa, sebelum berangkat saya mampir ke swalayan dekat rumah untuk membeli sebotol teh manis kemasan botol plastik untuk menemani aktivitas saya selama 1 hari ini.

Nah, pas sudah sampai di kasir untuk bayar teh tersebut, saya melihat ada anak kecil dengan pakaian serba putih sedang melihat tumpukan permen lolilop di atas meja kasir. Anak kecilnya lucu banget. Karena ga tega membiarkannya, akhirnya saya membeli permen lolipop tersebut dan menyerahkannya kepada si anak lucu itu.

Jumat, 6 April 2012

Hari ini saya menyengaja hadir lebih awal di kantor agar bisa ikut apel pagi untuk briefing singkat dengan para karyawan lainnya. Saya selalu suka dengan suasana briefing ini sejak magang ketika masih kuliah di ITB, karena memang selalu ada pembacaan ayat suci Alquran yang dibaca secara bergantian. Yang paling sering membacanya adalah Pak Deden, Pak Taufik, dan Pak Andri.

Seingat saya, sewaktu saya magang, Pak Deden ini masih suka merokok dan nongkrong ga jelas, tetapi kini bacaan Quran-nya sangat merdu. Begitu juga dengan Pak Andri, beliau dulu baca Surat An Nas ketika jadi imam shalat maghrib di acara Outting Perusahaan saja masih salah dan terbata-bata. Namun kini hafalannya sangat banyak, subhanaLlah.

Sabtu, 7 April 2012

Weekend, yeah! Hehe. Saya pun pergi ke GOR Padjadjaran untuk sedikit jogging pagi. Sekitar 30 menit kemudian, saya mengakhiri olahraga pagi tersebut dan mampir ke swalayan dekat rumah. Kali ini saya tidak langsung pulang, tetapi duduk sejenak di kursi yang ada di depan swalayan.

Ketika sedang asik menikmati suasana sambil minum teh manis, saya kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh siku saya dari samping. Wah, ternyata si anak lucu kemarin, tapi kok dia masih berpakaian putih-putih dan masih memegang permen lolipop waktu itu. Saya pun bertanya: “Sedang apa, dik?” Alih-alih menjawab, si lucu ini malah bertanya balik: “Apa yang paling ingin kakak lakukan sebelum kakak meninggal?”

Deg! Saya benar-benar terhentak dengan pertanyaannya itu, serta merta saja bayangan Raudhah hadir dalam benak dan lisan saya pun mendadak kelu. “Umm, umm, apa… umm…” Saya hanya bisa memandang jejeran ruko di seberang jalan, beberapa belum buka. Dengan tertatih saya berkata lirih: “Mungkin… Saat ini saya ingin bertemu dengan orang yang saya sayangi kemudian membahagiakannya di dunia dan akhirat.”

Saya kemudian tertunduk malu dan tersipu. Ketika itu saya berpikir, anak kecil ini mana mengerti masalah orang dewasa. Begitu saya menoleh ke samping, anak kecil tadi mendadak hilang tanpa tanda-tanda bekas kehadirannya. Agak serem sih, tapi yaudah lah ya…

Ahad, 8 April 2012

WAAA!!! Saya benar-benar tidak akan melupakan hari ini, 8 April 2012! Perasaan saya campur aduk: senang, sedih, takut, lega, dan masih banyak lagi. Haha, mungkin saya sudah gila, karena saya sendiri tidak bisa mempercayai apa yang saya lihat. Oke, oke, akan saya tulis dari awal.
Lanjut membaca

Hujan

saya selalu suka pada hujan, pada rerintiknya, pada gemericiknya, pada wanginya, dan pada suasananya. serta yang pasti pada pelanginya.

saya selalu suka pada hujan, karena kedatangannya menjadi penyejuk bumi. terutama bagi yang hatinya kering oleh nafsu.

sesungguhnya Allah lah yang menurunkan hujan dari langit ke bumi dan airnya jatuh di tempat yang baik.

di tempat itu pula ada biji, sehingga kebusukan tanahnya tidak menghalangi biji tersebut untuk tumbuh. semua dari hujan.

hujan buat biji itu berkembang, menghijau, dan menjadi bagus. hingga akhirnya berbuah dan menebar banyak manfaat.

dan sungguh, al Qur’an adalah penyejuk hati orang mukmin, sebagaimana halnya hujan menjadi penyejuk bumi.

lalu, apa yang telah ditumbuhkan al Qur’an di dalam hatimu? adakah ia basahi hatimu seperti hujan?

sudah berapa surat yang kita miliki? dan apa yang sudah anda amalkan darinya? mestinya al Qur’an membekas laiknya hujan

Allahumma shayyiban nafi’an, Allahumma shayyiban nafi’an, Allahumma shayyiban nafi’an…

je rêve

.

selalu berharap malam senantiasa penuh gemintang

lalu kuajak kawan saksikan kekuatan juang

takkan lelah terus pancarkan cahaya terang

walau hanya setitik, meski nampak hilang

.

selalu bermimpi agar mereka tak pernah remang

agar kita tetap tapaki jalan penuh rintang

tak kenal henti pastikan dunia terang-benderang

walau hanya sedikit, meski diancam usang

.

selalu berdoa agar kita selalu tersenyum riang

walau ada rindu dan dendam, meski ada sedu dan senang

laiknya mereka di sana, para konstelasi bintang

merangkai rasi menyusun galaksi nan indah cemerlang

.

Lanjut membaca

Ikrar Mentor

Demi Dzat yang Jiwaku berada ditanganNya
Dan disaksikan bumi Allah, yang mengajari kami berpikir dan berdzikir

Kami adalah para Prajurit-prajurit Allah
Yang wajah Allah menjadi kerinduan
Yang air mata kampusnya menjadi kegelisahan
Yang menjadikan dakwah sebagai laku utama
Dialah visi, dialah misi,, dialah obsesi
Dialah yang menggelayuti di setiap desah nafas kami

Dengan kepala tegap, kami akan berderap maju
Menjadi kesatria terdepan dalam permentoringan ITB

Kami, PEMENTOR ITB, bertekat penuh
Untuk berjalan bersama dengan kecintaan tulus kepada Allah
Untuk saling mengokohkan setiap langkah
Untuk tidak menelantarkan jiwa-jiwa yang merindukan Allah

Kami, PEMENTOR ITB berikrar bulat untuk senantiasa membina adik dalam kemuliaan islam
Melakukan perbaikan sepenuh jiwa hingga perjumpaan kami di taman surga
Dengan kepalan tangan yang bersatu dalam barisan pengukir peradaban
Dan saksikanlah suatu hari nanti suatu saat di kemudian hari
Kampus ITB akan menjadi taman kehidupan dan dipenuhi semerbak bunga kebaikan

Yang tumbuh subur diatas ukhuwah dan keimanan diiringi sejuknya Tauhid dan lantunan Al-Qur’an
Serta dinaungi oleh sejuknya naungan awan keridhaan

Kami, PEMENTOR ITB, bertekad menjadi bagian dari perjuangan Islam yang berdiri di atas prinsip perombakan total
Jundullah yang menghasung Islam secara utuh dan berupaya mengaktualisasikannya secara utuh Dan bertekad akan menjadi ruh baru yang merasuk kalbu adik kami lalu menghidupkannya dengan Al-Qur’an
Serta menjadi cahaya baru yang benderang, yang menyibakkan kegelapan semesta dengan ma’rifatullah

Kami berikrar akan menjadi suara yang menggema dan melengking yang melantunkan da’wah Rasulullah saw.
akan menjadi narasumber-narasumber ilmu, pelita petunjuk, obor pada waktu malam dan pembaru hati yang diketahui penduduk langit namun tidak dikenal penduduk bumi.

Karena Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan, bertakwa dan menyembunyikan amalnya, yaitu jika tidak hadir mereka tidak dianggap hilang dan jika hadir mereka tidak diketahui.
Lanjut membaca

How can I be smiling when you’re gone?

Haha… (ketawa miris)
Judul postingan kali ini ngutip dari sebuah lagu pop. Agak galau dan labil gitu sih.

Tapi jujur aja, lagu ini mengingatkan saya ke dakwah sekolah.
Ternyata sudah berlalu 4 tahun ya? *dan saya belum juga lulus =(*

Waktu itu, saya satu-satunya peserta IT (integrated training) yang diamanahkan jadi mentor.
Masih inget kok, kelas X-4! dan anak-anaknya udah pada lulus dari SMANSA 2010 lalu.
Padahal saya lagi semangat banget jadi mentor, padahal udah nyiapin banyak bahan supaya mentoringnya menarik.

Ah andai angan-angan itu bermanfaat, pengen banget ketemu mereka lagi.
Soalnya baru ketemu sekali sih, itu juga waktu mentoring general.
Sebab tak lama setelah itu, pengumuman SPMB keluar dan mengharuskan saya migrasi ke Bandung.

Hubungannya sama lagu Say It Isn’t So-nya Gareth Gates, karena saya berharap saat itu ada yang menahan kepergian saya (cari aja liriknya).

“Say it isn’t so, tell me you’re not leaving. Say you’ve changed your mind now.”
“How can I be smiling when you’re gone?”

Dan meminta saya untuk berada di dakwah sekolah saja, di SMANSA kita…
Haha (ketawa miris lagi), emang ngarep doang sih…


Lanjut membaca

Belajar Menikmati

Kulekatkan keningku pada Bumi-Mu, wahai Ilahi Rabbi.
Sebagai tanda rasa syukur tak terhingga atas anugerah yang engkau curahkan kepada diri.
Atas Iman yang makin erat kudekap, atas Islam yang makin hangat menghinggap.

Tak semua insan Kau buka pintu hatinya untuk menerima cahya hidayah-Mu.
Meski Engkau mampu, sungguh Engkau Mahamampu, melakukannya dengan kuasa-Mu.

Hanya saja, seharusnya Islam dapat dinikmati oleh siapapun.
Tak terkecuali seorangpun.

Seorang muslim hendaknya menikmati dan bangga atas Islamnya.
Betapa tidak? Lisan termulia telah memberikan garansi dan kita tahu Ia takkan dusta.

“Man syahida: ‘la ilaha illallah’, dakhalal jannah.” (HR. Al Bazzar, dari `Umar)

Seorang nonmuslim pun layak menikmati Islam.
Dia harus merasa tentram oleh Islam.
Dia harus mendapatkan keadilan dari Islam.

Ya, karena Islam hadir untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin.
Bukan rahmatan lil muslimin.
Lanjut membaca

Gurindam Kemenangan Hati

Km itb itu sedih, sedih bila tidak ada ANTUSIASme pada kegiatannya
Km itb itu takut, takut bila tidak adanya SATU kesatuan tiap elemennya
Km itb itu khawatir, khawatir bila tidak ada INISIATIF untuk peduli dari anggotanya
Km itb itu malu, malu bila tidak ada KARYA inovatif yang jadi solusi bagi negerinya

.

A gar bangsa ini tahu, bahwa
S angat besar rasa cinta kami pada mereka…
I ngin kami berjuang hingga batas kemampuan
K alau itu memang harga yang harus dibayar untuk kebangkitan bangsa ini…

.

A palagi selain rasa cinta yang mengharu biru
S enantiasa menguasai relung-relung hati kami…
I tu jualah yang menguras habis air mata kami, hingga
K antuk pun telah tercabut dari pelupuk mata kami…

.

A pa yang kami cari?
S udah pasti bukanlah semata posisi,
I tu juga bukanlah materi, namun
K emenangan hati lah yang kami cari…

.

A kan tiba masa-masa
S aat kita terjatuh dan sakit, tapi…
I tu bukanlah suatu masalah
K alau kita bisa bangkit, berlari, dan melompat lebih tinggi!!!

.

A ku
S ayang
I ndonesia dan
K m itb

.

A ktif
S olutif
I nspiratif
K ontributif

.