Orang K*plak


Hehe, mohon maaf ya. Tema kali ini sangat kejam dan tajam, sangat keras dan kasar. Tapi sebenernya kata yang saya taro di judul tuh udah saya perhalus dan disensor. Jadi sekarang jadi ada 26 kemungkinan ya. Muhahaha…

Terus, asal mula ide tulisan kali ini adalah dari bahan standup pandji yang mesakke bangsaku yang di bawah ini. Tonton aja dari menit 3:51 sampe beres. Walaupun ada bit yang dipotong oleh si tipi.

Yah, ada benernya sih, kebodohan dan kek*plakan itu beda loh. Bodoh itu musuh bangsa, harus dihilangkan dengan pendidikan. Dan pendidikan itu tidak melulu tentang bangku sekolah. Saya juga sekarang mulai berpikir kalo anak saya tidak perlu disekolahkan, karena yang penting adalah anak saya tuh diberi pendidikan.

Tahun ini ada berita kalo anak 14 tahun diterima di ITB lewat SBMPTN. Itu pun setelah tahun lalu gagal. Jadi, anak umur 13 tahun tersebut udah pernah ikutan ujian SBMPTN. Nah, gimana caranya? Ya, homeschooling. Ga mungkin yang laen. Secepet-cepetnya kelas akselerasi, paling beda 3 tahun doang.

Karena emang, in my st*pid opinion, pendidikan formal yang penting untuk diikuti adalah Perguruan Tinggi, karena (selain dapat gelar akademis) di situlah keilmiahan seseorang bisa diuji (kalo kampusnya bener loh ya). Di kampus juga, tempat di mana daya kritis seseorang bisa berkembang. Karena kampus adalah tempat di mana semua tanya harus ada jawabnya, termasuk yang jawabannya Allahu a’lam.

Nah, kalo kek*plakan beda lagi. Seperti yang pandji bilang. Kalo orang k*plak itu ga ada hubungannya dengan pendidikan. Kek*plakan itu bisa saja ada pada orang yang berpendidikan tinggi. Dan yang kayak gitu tuh harus musnah aja, pokoknya harus ga ada. Karena dia yang k*plak, kita yang kena sial dari kek*plakannya.

Beberapa waktu lalu, saya menulis tentang kek*plakan para ahli hisap. Ga ada kata lain, para perokok itu ya k*plak. Terus pas SD kita sering belajar, kalo buang sembarangan atau nyerobot antrian itu ga boleh. Nah, kalo ada orang yang udah tua (dan saya yakin dia sekolah) melakukan hal-hal itu, berarti dia bukan bodoh melainkan k*plak. Dan saya yakin orang yang merokok, yang buang sampah sembarangan, atau yang nyerobot antrian itu ada yang berpendidikan tinggi juga. Dan liat deh poster di bawah ini:
Baca lebih lanjut

Iklan

Orion-Canis Major dan Scorpius


Ada apakah dengan rasi Orion-Canis Major dan rasi Scorpius? Ini gak tau sih secara presisi bener atau ngga, tapi yang pasti setiap saya pulang dari masjid abis shalat maghrib atau isya, selalu rasi Orion-Canis Major dan rasi Scorpius menghadap ke arah kiblat. Jadi ini pengamat empiris aja yak, gunanya hanya sebagai pengira-ngira saja, bukan penunjuk pasti. Dan menurut saya sih sangat membantu, terutama pas kemah di alam terbuka yang tidak ada sinyal (dengan catatan langit cerah ya).

Untuk itu, yuk kenalan sama rasi Orion-Canis Major dan rasi Scorpius. Pertamax dengan rasi Orion-Canis Major ya. Kenapa digabung? Karena awalnya saya hanya mengamati rasi Orion saja, ternyata sabuk Orion kurang lebih menunjuk arah kiblat. Tapi kalo lagi ga deket masjid, malah bingung ke arah yang sebelah mana. Nah, pas ketemu dengan rasi Canis Major dengan Sirius sebagai bintang alpha-nya, jadi ga bingung lagi. Karena arah kiblat itu adalah arah yang berlawanan dengan arah Sirius kalo dilihat dari sabuk Orion. Jelasnya, coba lihat gambar di bawah:

Lihat 3 bintang yang berjejer di rasi Orion kan? Nah, kalo kita tarik garis ke kiri, akan nyampe ke bintang paling terang di rasi Canis Major. Itulah bintang Sirius. Kalo Sirius ada di sebelah kiri (dalam kasus gambar di atas), berarti arah kiblat kurleb ada di sebelah kanan. Gitu lho maksudnya.


Baca lebih lanjut

Catatan Perjalanan Eps. 5


Yeah, dapat awards dari bundanya si kakak…
AlhamduliLlah, kakak telah menuntaskan masa ASIX 6 bulan ya. Hak kakak adalah kewajiban ayah dan bunda. Semoga berkah ya.

Meski awalnya agak kecewa karena tidak IMD (kakak langsung dibawa ke ruang bayi pasca SC), tapi in-syaLlah perjuangan untuk ASIX bisa dilalui dengan menyenangkan. Mulai selalu kesulitan untuk peletakan bibir kakak, hingga akhirnya bisa nemplok sendiri. Mulai kakak selalu kalem, sampai mudah terdistraksi oleh hal2 kecil sehingga prosesnya jadi terhenti sejenak. Lihat wajah kakak yang merem pas ASIX maupun matanya melek bulat, sama-sama bikin gemes lah.

Sekarang kakak udah masuk ke fase kedua, yaitu MPASI. Semoga kakak bisa makin menikmati makanan ya. Kata bunda, jadi happy eater!

Buat bundanya kakak, semangat menyusun dan membuat MPASI kakak…

Catatan Perjalanan Eps. 4


Perjalanan panjang bertiga pertama kalinya…
9 jam perjalanan pergi, 9 jam perjalanan piknik perhari, 9 jam perjalanan pulang.
Dan cukup sukses ya. Kita saling bantu dan lengkapi. Dan kakak sholihah banget pokoknya. AlhamduliLlah…

Mungkin berat tapi kutahu
Apa yang kita jalani
Sulit mereka pahami
Namun kuyakin, ada jalan untuk kita bersama
Asalkan kita berani
Mencinta sepenuh hati
Meski seakan aku dan kamu melawan dunia

Catatan Perjalanan Eps. 3


6 hari, 5250 km.
Nisa, Raudhah…
Kita memang sama-sama belajar memaknai arti sakinah. Ketentraman yang tiada gejolak meski pernah ada gemuruh, peluh, dan keluh. Ketenangan yang ramai terlukis warna haru, sendu, dan rindu. Namun, semoga kesemuanya bermuara pada keceriaan di keluarga surga kita…