Mengenal Al Aqsha


Pembaca yang budiman, saat ini adalah konidisi terburuk sepanjang sejarah Masjid Al Aqsha, karena pada hari Jumat, 12 Juli 2017 pertama kalinya dalam sejarah 50 tahun penjajahan Israel, Masjid Al Aqsha ditutup total untuk kaum Muslimin untuk melakukan shalat Jumat dan shalat yang lain. Kita sebagai umat Muslim, sebagai warga Indonesia, maupun sebagai manusia harus mengutuk perbuatan Israel tersebut. Alasannya bisa dilihat di sini.

Dan salah satu yang penting dari permasalahan Palestina adalah masih banyak yang gak tahu Masjid Al Aqsha itu yang mana. Kalo saya perhatikan, ada 3 jenis orang dalam mengenal Al Aqsha. Yang pertama, orang yang menganggap Masjid Al Aqsha itu yang ini:

Gambar di atas adalah Masjid Qubbatus Sakhra yang memang terletak di dalam tembok kompleks Al Haram Asy Syarif. Sebuah masjid yang dibangun antara tahun 687 hingga tahun 691 oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Umayyah. Dinamakan Qubbatus Sakhra karena memang di bawah kubah masjid tersebut, terdapat batu yang sangat besar.
Baca lebih lanjut

Membina Anak


Sebenernya draft tulisan ini sudah dibuat sejak Jum’at lalu. Tetapi baru selesai sekarang, padahal kemarin 23 Juli itu bertepatan dengan Hari Anak Nasional, sesuai dengan Keputusan Presiden RI No 44 Tahun 1984 yang dibuat oleh Pak Harto.

Pada kesempatan kali ini saya ingin mencoba berbagi tentang tipe-tipe anak, mulai dari yang negatif sampai yang positif. Tipe anak yang negatif disebutkan agar kita berusaha untuk membina anak kita TIDAK seperti itu. Sebaliknya, tipe anak yang positif supaya kita bisa membina anak kita KE ARAH seperti itu.

Kita mulai:
Baca lebih lanjut

One More Light


Sebenernya udah lama pengen bahas album terbarunya LP yang keluar mei kemarin, judulnya: One More Light. Tapi belom kesampean. Kenapa tetiba pengen coba ngereview album ini? Soalnya albumnya beda banget sama album-album sebelumnya yang lebih cadas. Nah, terus sekarang jadi nambah pengen nulis, soale sang vokalis [chester bennington] telah meninggal dunia hari kamis 20 juli. Saya bukan bikin tribute atau semacamnya lho, karena meninggalnya itu diduga bunuh diri (kalo liat di berita2). Jelas saya mengutuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah itu.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (TQS. An Nisa: 29)

Apalagi bisa jadi (ini cuma kekhawatiran saya sih) chester ‘terinspirasi’ dari bunuh diri sahabatnya chris cornell, soalnya chester bunuh diri pada hari ulang tahun si chris. Semoga aja ga ada orang lain yang terdorong untuk bunuh diri juga gegara chester ya. Amiin…

Fakta tersebut sebenernya bertolak belakang dengan album One More Light yang menurut saya keren dari segi liriknya. Dari dulu udah keren sih. Cuma Linkin Park grup band cadas yang bikin lagu tentang hari kiamat dalam In The End, tentang keselamatan pada hari pembalasan dalam The Catalyst, tentang Nabi dalam The Messenger, juga tentang lingkungan dalam What I’ve Done. Walaupun itu semua tafsiran saya aja sih. Hehe… LP juga sempat mendukung umat Islam dengan menolak pengeboman masjid oleh non-muslim di lagu Hands Held High.
Baca lebih lanjut

Ahli Hisap


Ramadhan, kembalilah…!!

Kenapa? Yah, udah pada taulah kalo Ramadhan itu banyak keutamaannya. Tapi, untuk tulisan kali ini, salah satu yang dirindukan pada Ramadhan adalah tidak adanya orang yang merokok secara bebas, apalagi kondisi sekarang punya bayi. Karena bagi saya, para ahli hisap itu adalah orang yang ga peduli sama diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Mereka ga sayang sama diri sendiri, ga suka sama sanak famili, dan ga cinta ibu pertiwi. Apalagi yang sembarangan, ga tau situasi. Dan maaf ya, orang yang merokok sembarangan ini kelihatan sekali kebodohannya. Pernah waktu di stasiun duri, ada seorang bapak yang merokok dengan enaknya di peron yang terbuka (peronnya ada yang berkanopi, ada yang terbuka). Terus gerombolan emak-emak di sebelahnya protes, kalo di peron ga boleh merokok. Nah, si bapak gak keterima, karena menurutnya peron terbuka itu open air, jadi gapapa merokok. Terus pas ditunjukin ada signage dilarang merokok, dia tetap bilang kalo peraturannya salah.

Nah, yang kayak gitu tuh gak cuma satu-dua. Banyak cerita tentang ke-sok-pinter-an para perokok baik saya alami sendiri maupun cerita orang lain. Cerita pertama yang saya dengar mengenai hal tersebut adalah cerita dari Bu Eni waktu saya kelas 4 di SD Bina Insani!

Ruang publik itu adalah ruang yang kita gunakan bersama-sama secara bertanggung jawab. Mau terbuka atau tertutup. Segala hal yang bisa merugikan atau membahayakan orang lain, bakal dilarang di ruang publik ini. Kalopun ga dilarang, yah tau dirilah bro, itu cuma belum dilarang aja. Di angkot kan ga boleh merokok ya, kalo orang yang merokok di angkot, maaf, diludahi (ludah kan sama-sama dari mulut, sama-sama bau, dan sama-sama ada penyakitnya) rame-rame boleh ga? Kan ga ada aturan ga boleh meludah di angkot? Yah tau dirilah bro.
Baca lebih lanjut

Untuk Kakak Astronotku


AlhamduliLlah, atas pertolongan dan kuasa Allah SWT, telah lahir putri pertama kami pada tanggal 13 Juni 2017 pukul 20.05 WIB di Kota Bogor.

FAQ: Namanya Siapa?

Kami sepakat akan memberikan nama dari anak-anak kami berasal dari potongan ayat Al Qur-an. Dan ketika saya mengusulkan potongan ayat dari Qur-an Surat Asy Syura ayat ke-22, istri langsung menerimanya. Hanya saja, ada diskusi tambahan mengenai ejaannya.

Kalimat aslinya adalah “Fii Raudhaatil Jannaati” atau kalo diwaqafkan jadi “Fii Raudhaatil Jannaats.” Kemudian kami sepakat menghilangkan hurf jar “Fii” sehingga “Raudhatil” kembali ke bentuk aslinya “Raudhatul.” Nah, pas di kata kedua inilah yang kami diskusikan. Saya pengen tetap “Jannaats” supaya tetap pada aturan sharaf dari segi jumlahnya. Atau “Jannati” boleh juga, yang artinya Surgaku. Sedangkan istri mengusulkan “Jannah”, yang menurut saya sudah banyak dipakai. Walau begitu istri tetap memaksa, jadilah nama putri pertama kami adalah…
Baca lebih lanjut

Kankemenag Kukuhkan Pengurus FSRB Periode 2017-2018


Kebon Kalapa (INMAS Kota Bogor) – Kementerian Agama Kota Bogor, melalui seksi Pendidikan Agama Islam menggelar acara pengukuhan pengurus forum silaturahim rohis untuk periode 2017-2018. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Kasi PAIS, Pengawas PAI, Ketua MGMP PAI SMA, SMK, pengurus MGMP PAI SMA serta diikuti oleh perwakilan rohis dari SMA dan SMK Se-Kota Bogor, bertempat di Aula Kemenag Kota Bogor, Jum’at (24/3).

Kepala Seksi PAIS, H. Ujang Supriyatna mengatakan acara ini merupakan forum silaturahim rohis Kota Bogor, yang pengukuhannya sendiri secara non formal sudah banyak bergerak dalam kegiatan kepengurusan pada masjid dan SMA serta SMK di kota bogor. Pengukuhan ini, terdapat dalam anggaran DIPA Kota Bogor tahun 2017, maka dari itu dari kegiatan ini mendapat perhatian dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor.

“Kita juga melibatkan pengawas, karena pengawas merupakan mitra kita, pertanggungjawaban ke bawah sebagai pengawasan pada Pendidikan Agama Islam. Kalau kita menganut pendidikan agama islam dengan suplemen, kita harus berupaya bahwa pendidikan agama islam itu adalah pendidikan yang hebat, jangan sampai menjadi melempem, akan tetapi harus kuat,” lanjut H. Ujang.

Pengurus Rohis ini diharapkan dapat terpantau demi meningkatkan dan memajukan nilai-nilai agama Islam.
Baca lebih lanjut

Pengukuhan Pengurus FSRB


Pada Hari Jumat, 24 Maret 2017, diadakan acara Pengukuhan Pengurus Forum Silaturahim Rohis/DKM Bogor (FSRB) oleh Kementerian Agama Kota Bogor, bertempat di kantor Kementerian Agama Kota Bogor Jl Semeru No 25 Bogor. Acara ini diadakan dlm rangka pergantian pengurus FSRB utk periode 2017/2018.

Acara dibuka dengan penampilan nasyid oleh pengurus FSRB dan tilawah Al Quran. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua seksi PAIS (Pendidikan Agama Islam pada Sekolah), KH. Ujang Supriatna, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa Pendidikan agama Islam itu harus kuat, mencakup aqidah, akhlak, dan fiqih.

Memasuki acara inti berupa Pembacaan SK pengurus, menetapkan Hadika Raihan (SMAN 1) sebagai Ketua, Muti’ah Rahmah (SMAIT Ummul Quro) sebagai sekretaris dan Rahma Shafiyurrahman (SMAN 1) sebagai bendahara.


Baca lebih lanjut