Pos Jaga


Iklan

Audisi Imam


Tulisan ini bermula dari kegelisahan kalo lagi shalat berjamaah di masjid, imamnya suka melakukan “kesalahan umum dalam membaca Al Qur-an.” Termasuk saya juga yang masih banyak salahnya pas dites baca Qur-an. Hehe.. Makanya, saya suka ga mau kalo jadi imam, walaupun pengen banget PANTAS menjadi imam shalat. Huff…

Jadi gini lho, saya mau usul, kenapa ga diadain audisi imam masjid aja ya? Nanti diranking gitu, dari yang paling bagus ke yang bagus. Tapi rankingnya cukup diketahui sama yang ikutan audisi aja. Audisinya pun tertutup, untuk menjaga kehormatan yang ikut audisi. Usulan ini bisa dibuat untuk masjid-masjid lingkungan yang ada di perumahan elit sampai di perkampungan, juga untuk masjid sekolah, kampus, dan instansi lainnya.

Terus gimana cara audisinya? Kalo menurut pemerintah, khususnya Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dari Kementerian Agama RI, ada beberapa persyaratan, kompetensi umum, dan kompetensi khusus tentang Penetapan Standar Imam Tetap Masjid.

Persyaratan:

  1. Islam
  2. Laki-laki
  3. Dewasa
  4. Adil
  5. Sehat jasmani dan rohani
  6. Berakhlak mulia
  7. Berfaham Ahlusunnah wal Jamaah
  8. Memiliki komitmen terhadap da’wah Islam

Baca lebih lanjut

Untuk Rohingya…


Saya ga tau, ketika timnas U-22 menang melawan myanmar dengan skor 3-1 pada event SEA Games, saya senang karena Indonesia berhasil menyabet medali perunggu atau karena Indonesia berhasil mengalahkan negara teroris yang membantai warga Muslimnya. Yah, walaupun pemerintah myanmar ga mengakui Rohingya sebagai warganya, karena menganggap mereka berasal dari bangladesh. Tapi tetep aja perlakuannya tidak manusiawi dari sudut pandang manapun. Tak ada satu manusia pun yang pantas mengambil nyawa manusia lain dalam kondisi-situasi damai (bukan perang). Ayo dong, Indonesia, Malaysia, dan Brunei minta myanmar menghentikan pembantaian ini.

Dari kasus ini, saya bisa mengambil kesimpulan kalo ajaran buddha itu ga welas asih seperti yang digambarkan dalam film kera sakti. Pertama, pemimpin buddha di myanmar disebut oleh majalah TIME menjadi motor penggerak dalam berbagai pembantaian ini. Search aja di google, fotonya nampang di sampul depan majalah tersebut dengan tulisan: ‘The Face of Buddhist Terror: How Militant Monks are Fueling Anti-Muslim Violence in Asia.’ Di media Washington Post, dia menganalogikan Umat Islam sebagai anjing gila (yang mungkin karena inilah harus dibunuhi). Kedua, di myanmar terdapat seorang aktivis wanita yang pernah meraih nobel perdamaian, tetapi setelah duduk di parlemen, sangat sedikit usahanya untuk menghentikan pembantaian ini. Udah enak hidupnya ya, bu?

Yuk mentemen, kita bantu saudara kita Muslim Rohingya yang mayoritas berada di Rakhine/Arakan dengan cara semampu kita. Sudah banyak lembaga yang bisa dijadikan tempat penitipan donasi kita. Dan yang paling mudah dengan mendoakan mereka agar segera hidup dengan sejahtera (bebas dari rasa lapar dan dari rasa takut), serta yang telah wafat dibunuh mendapatkan kesyahidan di sisi Allah. Apalagi hari ini adalah hari Arafah, semoga shaum-shaum kita bisa membuat doa ini terkabul. Apalagi ini adalah bulan Dzulhijjah yang diharamkan untuk berperang, semoga haji-haji kita bisa membuat dunia penuh dengan kebaikan dan kemanfaatan. Amiin…

Dan untuk mentemen penganut buddha yang baca juga, ayo dong damaikan saudara seagamamu yang di myanmar sana. No Offense ya.. Salam Love, Peace, and Gaul =j

Mengenal Al Aqsha


Pembaca yang budiman, saat ini adalah konidisi terburuk sepanjang sejarah Masjid Al Aqsha, karena pada hari Jumat, 12 Juli 2017 pertama kalinya dalam sejarah 50 tahun penjajahan Israel, Masjid Al Aqsha ditutup total untuk kaum Muslimin untuk melakukan shalat Jumat dan shalat yang lain. Kita sebagai umat Muslim, sebagai warga Indonesia, maupun sebagai manusia harus mengutuk perbuatan Israel tersebut. Alasannya bisa dilihat di sini.

Dan salah satu yang penting dari permasalahan Palestina adalah masih banyak yang gak tahu Masjid Al Aqsha itu yang mana. Kalo saya perhatikan, ada 3 jenis orang dalam mengenal Al Aqsha. Yang pertama, orang yang menganggap Masjid Al Aqsha itu yang ini:

Gambar di atas adalah Masjid Qubbatus Sakhra yang memang terletak di dalam tembok kompleks Al Haram Asy Syarif. Sebuah masjid yang dibangun antara tahun 687 hingga tahun 691 oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Umayyah. Dinamakan Qubbatus Sakhra karena memang di bawah kubah masjid tersebut, terdapat batu yang sangat besar.
Baca lebih lanjut

Membina Anak


Sebenernya draft tulisan ini sudah dibuat sejak Jum’at lalu. Tetapi baru selesai sekarang, padahal kemarin 23 Juli itu bertepatan dengan Hari Anak Nasional, sesuai dengan Keputusan Presiden RI No 44 Tahun 1984 yang dibuat oleh Pak Harto.

Pada kesempatan kali ini saya ingin mencoba berbagi tentang tipe-tipe anak, mulai dari yang negatif sampai yang positif. Tipe anak yang negatif disebutkan agar kita berusaha untuk membina anak kita TIDAK seperti itu. Sebaliknya, tipe anak yang positif supaya kita bisa membina anak kita KE ARAH seperti itu.

Kita mulai:
Baca lebih lanjut

One More Light


Sebenernya udah lama pengen bahas album terbarunya LP yang keluar mei kemarin, judulnya: One More Light. Tapi belom kesampean. Kenapa tetiba pengen coba ngereview album ini? Soalnya albumnya beda banget sama album-album sebelumnya yang lebih cadas. Nah, terus sekarang jadi nambah pengen nulis, soale sang vokalis [chester bennington] telah meninggal dunia hari kamis 20 juli. Saya bukan bikin tribute atau semacamnya lho, karena meninggalnya itu diduga bunuh diri (kalo liat di berita2). Jelas saya mengutuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah itu.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (TQS. An Nisa: 29)

Apalagi bisa jadi (ini cuma kekhawatiran saya sih) chester ‘terinspirasi’ dari bunuh diri sahabatnya chris cornell, soalnya chester bunuh diri pada hari ulang tahun si chris. Semoga aja ga ada orang lain yang terdorong untuk bunuh diri juga gegara chester ya. Amiin…

Fakta tersebut sebenernya bertolak belakang dengan album One More Light yang menurut saya keren dari segi liriknya. Dari dulu udah keren sih. Cuma Linkin Park grup band cadas yang bikin lagu tentang hari kiamat dalam In The End, tentang keselamatan pada hari pembalasan dalam The Catalyst, tentang Nabi dalam The Messenger, juga tentang lingkungan dalam What I’ve Done. Walaupun itu semua tafsiran saya aja sih. Hehe… LP juga sempat mendukung umat Islam dengan menolak pengeboman masjid oleh non-muslim di lagu Hands Held High.
Baca lebih lanjut