FPI vs AKK BB

1

foto FPI

Bismillah, ar-Rahman, ar-Rahim

PERNYATAAN SIKAP KOMANDO LASKAR ISLAM tentang INSIDEN MONAS

Sehubungan dengan terjadinya INSIDEN MONAS, yakni bentrokan Komando Laskar Islam dengan Pendukung Ahmadiyah yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) Monas pada hari Ahad 1 Juni 2008, maka dengan ini Komando Laskar Islam menyatakan:

1. Aksi Komando Laskar Islam bersama komponen-komponen Umat Islam yang lain adalah Aksi Resmi untuk menolak kenaikan BBM.
2. Komando Laskar Islam saat Aksi Damai tentang BBM tidak membawa senjata tajam, apalagi senjata api, dan tidak menganiaya wanita, anak-anak, apalagi orang cacat. Pernyataan dari pihak AKK-BB (Syafi’i Anwar) bahwa laskar Islam menganiaya wanita, anak-anak, dan orang cacat adalah ucapan fitnah!
3. Aksi Pendukung Ahmadiyah, berdasarkan keterangan Kapolres Jakarta Pusat di berbagai Media, adalah AKSI ILEGAL tanpa izin, bahkan mereka sudah diperingati aparat untuk tidak aksi di wilayah tersebut karena berdekatan dengan kelompok yang berbeda dengan mereka.
4. Aksi Bela Ahmadiyah adalah bentuk provokasi untuk menantang Islam dan ummat Islam.
5. Dalam orasi Para Pendukung Ahmadiyah di Monas ada pernyataan bahwa Laskar Islam adalah Laskar Syetan dan Laskar Kafir yang disaksikan dan didengar langsung oleh para Laskar Islam.
6. Dalam insiden tersebut terbukti ada Pendukung Ahmadiyah membawa senjata api dan mengancam ke arah Laskar Islam yang berhasil terekam dalam video Laskar Islam. Bahkan terlihat dan terdengar oleh para Laskar Islam ada beberapa pendukung Ahmadiyah yang meletuskan senjata api.
7. Adanya Pendukung Ahmadiyah yang mempersenjatai diri dengan Senjata Api menjadi bukti bahwa aksi mereka bukan untuk damai, tapi memang sengaja ditujukan untuk kerusuhan, dengan sambil mengeksploitasi wanita, anak-anak, dan orang cacat yang dijadikan sebagai tameng.
8. Pendukung Ahmadiyah telah dengan sengaja melibatkan orang-orang non Islam yang tidak sepatutnya ikut campur dalam urusan Umat Islam terkait soal Ahmadiyah, sehingga berpotensi untuk memperluas konflik antar umat beragama.
9. Penolakan Umat Islam terhadap Ahmadiyah dan tuntutan pembubaran Ahmadiyah kepada pemerintah sudah sesuai dengan Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, melalui instrumen hukum Penetapan Presiden No. 1 tahun 1965 tentang Pencegahan, Penodaan, dan Penyalahgunaan Agama.
10. Tidak ada satu pun Organisasi Islam yang membela Ahmadiyah, justru yang menjadi Pembela Ahmadiyah hanyalah LSM-LSM Komprador yang dibiayai pihak asing untuk menghancurkan Islam.

Dengan demikian berdasarkan fakta-fakta di atas, INSIDEN MONAS terjadi akibat provokasi dari pihak pendukung Ahmadiyah yang menamakan dirinya AKK-BB. Maka merekalah yang semestinya dimintai pertanggungjawaban.

Ini semua terjadi akibat kelambanan pemerintah dalam mengambil keputusan untuk membubarkan aliran sesat Ahmadiyah sesuai Fatwa MUI tahun 2005 dan rekomendasi dari Bakorpakem tahun 2008.

Oleh karena itu, kami menyerukan kepada Presiden dalam rangka untuk meredam konflik yang lebih besar, agar segera mengeluarkan: KEPUTUSAN PRESIDEN (KEPRES) TENTANG PEMBUBARAN AHMADIYAH.

Jakarta, 2 Juni 2008

KOMANDO LASKAR ISLAM

Panglima,
MUNARMAN, S.H.


2

Assalamualaikum Wr. Wb.

Menanggapi insiden monas yang melibatkan FPI (Front Pembela Islam) dan AKK-BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan) yang notabene adalah pro Ahmadyah dan JIL, saya melihat ada beberapa hal yang janggal, di antaranya:

1. Mengapa polisi tidak melerai, mungkinkah ini disengaja di-design untuk dipertemukan dan dibiarkan? Padahal kekerasan itu terjadi di ring I, dekat dengan istana presiden, dan berada di monas yang notabene lambang supremasi kota Jakarta–ibukota negara–
2. Sepertinya ada indikasi pengalihan perhatian dan opini masyarakat, kita sedang diajak melupakan perihal yang menghajar hajat hidup orang banyak, yaitu masalah BBM, Elpiji, dsb. Terbukti, seharian kemarin dari 10 stasiun tv, hampir semuanya menayangkan berita pembubaran FPI. Semua media menayangkan “kekerasan” FPI. Ada juga modus adu domba Gus Dur dan FPI. Kalau tidak cerdas, masyarakat digiring untuk mengarah ke isu FPI, bukan BBM. Sebagai orang gerakan, saya salut buat dalangnya, mantap benar mampu mengarahkan isu dari BBM ke isu FPI. Benar-benar luar biasa!

Saya sendiri tidak tahu persis bagaimana kejadian yang sebenarnya dan
siapa yang paling bertanggung jawab soal insiden tersebut. Tentu saja
yang melanggar hukum harus ditindak tegas baik itu dari FPI atau AKKBB.

Tapi jujur saja, pemberitaan di media terkesan sepihak. Seolah-olah tanpa
sebab massa FPI menyerang dengan beringas. Tapi mbok
ya kalau berita yang adil. Kronologisnya seperti apa juga mesti dipaparkan. Saya sendiri tidak sepakat kalau FPI dibubarkan, lebih baik dibina. Untuk apa ada Bimas Islam di Depag kalau tidak berperan? Bukankah Bimas Islam dibiayai dengan anggaran yang sangat besar? Saya LEBIH SUKA JIKA AHMADIYAH DAN JIL YANG DIBUBARKAN!!!

Kita juga perlu waspada terhadap dalang yang sengaja membenturkan antara FPI dengan NU, GP Anshor, dan elemen-elemen lain sehingga permasalahan semakin runyam dan meluas. Bahkan Hayim Muzadi (Ketua umum PBNU) mengancam provokator yang mengompori NU ke dalam konflik FPI, beliau tidak ingin NU dibawa-bawa dan diadu-domba. Lain lagi dengan Gus Dur, yang seperti biasa arogan dan ceplas-ceplos, pernyataannya sangat provokatif dan menantang sehingga membuat geram Habib Rizieq (ketua FPI).

Saya sepakat, kita harus mengedepankan cara-cara yang santun dan bijak dalam menyampaikan aspirasi dan dalam menyelesaikan persoalan. Semoga insiden monas di hari Pancasila (2 juni) bisa memberi hikmah tentang ketegasan sekaligus kelembutan. ADA TANGGAPAN?

Wassalam,

Zainal C. Airlangga (FIM IV/UI)
Seorang Islam yang benci KEMUNAFIKAN DAN KETIDAKTEGASAN!

*sumber: milis tetangga…

3 thoughts on “FPI vs AKK BB

  1. amien,sy juga sependapat.abis klo ga ada FPI mereka2 makin kurang ngajar dan negara kita ga ada yang memerangi kemungkaran secara langsung

  2. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

    * Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
    * National Integration Movement (IIM)
    * The Wahid Institute
    * Kontras
    * LBH Jakarta
    * Jaingan Islam Kampus (JIK)
    * Jaringan Islam Liberal (JIL)
    * Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
    * Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
    * Institut Dian/Interfidei
    * Masyarakat Dialog Antar Agama
    * Komunitas Jatimulya
    * eLSAM
    * Lakpesdam NU
    * YLBHI
    * Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
    * Lembaga Kajian Agama dan Jender
    * Pusaka Padang
    * Yayasan Tunas Muda Indonesia
    * Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
    * Crisis Center GKI
    * Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
    * Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
    * Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
    * Gerakan Ahmadiyah Indonesia
    * Tim Pembela Kebebasan Beragama
    * El Ai Em Ambon
    * Fatayat NU
    * Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
    * Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
    * Koalisi Perempuan Indonesia
    * Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
    * Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
    * Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
    * SHEEP Yogyakarta Indonesia
    * Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
    * Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
    * LSM Adriani Poso
    * PRKP Poso
    * Komunitas Gereja Damai
    * Komunitas Gereja Sukapura
    * GAKTANA
    * Wahana Kebangsaan
    * Yayasan Tifa
    * Komunitas Penghayat
    * Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
    * Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
    * Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
    * Crisis Center SAG Manado
    * LK3 Banjarmasin
    * Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
    * Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
    * Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
    * PERCIK Salatiga
    * Sumatera Cultural Institut Medan
    * Muslim Institut Medan
    * PUSHAM UII Yogyakarta
    * Swabine Yasmine Flores-Ende
    * Komunitas Peradaban Aceh
    * Yayasan Jurnal Perempuan
    * AJI Damai Yogyakarta
    * Ashram Gandhi Puri Bali
    * Gerakan Nurani Ibu
    * Rumah Indonesia

  3. hmm….kenapa aku merasa berita di tv itu menonjolkan pada perpecahan islam ya…aneh…kadang berita di tv itu harus disaring dulu…berarti tabayun itu penting banget ya..
    makin aneh aja dunia ini..semoga kebenaran akan terungkap nantinya..amin……

    menurut kalian apa yang bisa dilakukan sebagai pelajar/mahasiswa ya??

    apakah harus dngan demo…demo..dan demo again??cra real apa ya yg bisa dilakukan untuk membantu negara ini?
    mungkin lebih baik dimulai dengan diri sendiri…keluarga..lingkunagn ..kota,,propinsi,,,dan negara..
    punya saran?

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.