Allahumma, pertemukanlah kembali, aku dengan dia…

Assalamu’alaikum wr wb

Sedih tak terhingga melepas kepergian bulan mulia: bulan RAhmah, MAghfirah, dan bulan penghinDHar Api Neraka. Bahkan hari BERBUKA yang tiba, tiada cukup menghibur hati yang sedang dirundung duka…

Semoga setiap amalan yang kita lakukan selama ini dinilai oleh Allah sebagai amal shalih yang berlipat-lipat ganda pahalanya. Amin…
Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik dalam menghadapi kesebelas bulan lainnya, juga dalam rangka menyiapkan Ramadhan selanjutnya. Amin…
Semoga kita semua bisa dipertemukan oleh Allah dengan Ramadhan selanjutnya. Amin…

Untuk kalian semua yang kucintai karena Allah *kedua orang tuaku, adik-adikku, seluruh keluarga besarku, semua teman-temanku sejak kecil, semua yang membaca tulisan ini, dan semua umat muslimin di seluruh dunia*:
Afwan banget atas segala perbuatanku yang pasti aneh-aneh, muka yang selalu masam, bibir yang cemberut, perkataanku yang selalu menyakiti, hatiku yang kerap berprasangka: tolong ingatkan ya…
Juga atas janji yang terlupakan, hutang yang belum terbayarkan, pinjeman-pinjeman yang belum sempat dikembalikan: tolong bilang ya…
Pokoknya untuk semuanya dari diriku yang tidak berkenan di hati dan pikiran kalian: tolong maafkan ya…

Dimaafin ga?

Oya, mengenai Idul Fithri saya nemuin 2 fenomena yang sudah dirutinkan oleh mayoritas muslimin Indonesia, padahal ternyata keliru dari sunnah Rasul *tolong TABAYYUN-in ya, khawatirnya justru saya yang salah*

Pertama, seorang sahabat pernah menegur saya 2 tahun yang lalu, kata beliau, kalimat “Minal Aidin wal Faidzin” tuh ga dicontohin ama Nabi Muhammad SAW. Yang ada ”Taqabbalallahu Minna wa Minkum”, ini dalilnya:

Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul-Bari 2/310 mengatakan : “Kami meriwayatkan dari guru-guru kami dalam Al-Mahamiliyyat dengan sanad hasan dari Jubair bin Nufair, beliau berkata : Para shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila mereka saling jumpa pada hari raya, sebagian mereka mengucapkan pada lainnya : ‘Taqabbalalloohu minnaa wa minka.’”

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dalam Al-Mughni 2/259 menyebutkan : “Bahwasannya Muhammad bin Ziyad pernah berkata : Aku pernah bersama Abu Umamah Al-Bahily dan selainnya dari kalangan shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam; apabila mereka kembali dari ‘Ied, sebagian mereka mengucapkan kepada sebagian yang lain : ‘Taqabbalalloohu minnaa wa minka.'”
Imam Ahmad berkata : Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus).

Arti dari ‘Taqabbalallahu minna wa minka’ adalah Semoga Allah SWT menerima amal kami dan amal Anda.
Kalo Kum itu untuk jamak, benar tak?

Jadi, yang lain tidak usah dipake ya…
Shiyamana wa shiyamakum (puasa kami dan puasa anda)
Kullu ‘amin wa antum bi khoir (semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan)
Sedangkan
Minal ‘aidin wal faizin (Semoga anda termasuk *bagian dari* orang-orang yang kembali dan termasuk *bagian dari* orang-orang yang mendapatkan kemenangan)
untuk penjelasan lebih lanjut, cari aja di google =D banyak kok,,

Kedua, sekitar 2 tahun lalu juga di forum di dkmarrahmah.co.nr, saya pernah baca sebuah kutipan dari assunnah.or.id, di situ tertulis bahwa makna dari Idul Fithri yang bener bukanlah “KEMBALI SUCI” *seperti yang kebanyakan orang pahami saat ini* melainkan “KEMBALI BERBUKA”.

Menurut lughoh/bahasa bahwa lafadz FITHRI yang memiliki susunan huruf FA-THAA-dan RA berasal dari kata FITHRU/ IFTHAAR yang artinya BERBUKA (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Bukan FITHRAH yang tulisannya FA-THAA-RA-dan TA MARBUTHOH *yang berarti SUCI*

Adapun menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa IDUL FITHRI itu ialah HARI RAYA KITA KEMBALI BERBUKA PUASA:
“Dari Abi Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari KAMU BERBUKA. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.” SHAHIH. Lafadz ini dari riwayat Tirmidzi No. 693.

Namun juga dikeluarkan oleh Imam-imam dengan jalan dari Abi Hurairah:
1. Imam Ad-Daruquthni, lafadznya: “Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka.”
2.
Dalam lafadz Imam Ibnu Majah No. 1660: “(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adha pada hari kamu menyembelih hewan.”
3. Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud No. 2324: “Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka sedangkan (Idul) Adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan.”
*keterangan tentang sanadnya terdapat di kitab “Riyadlul Jannah” No. 721 karya Abdul Hakim bin Amir Abdat (penulis asli artikel ini – ed)*

Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat ‘Id. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama.
Jadi, artinya bukan “kembali kepada fithrah”, karena kalau demikian niscaya terjemahan hadits menjadi : “Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci” tapi tidak demikian, melainkan HARI RAYA BERBUKA PUASA. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah sebulan kita berpuasa.

Adapun makna sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa puasa itu ialah pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adha, maksudnya : Waktu puasa, Idul Fithri dan Idul Adha, kamu bersama-sama dengan kaum muslimin (berjama’ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok sehingga berpecah belah sesama kaum muslimin.
Imam Tirmidzi mengatakan—dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas—sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang maknanya: “Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama’ah dan bersama-sama orang banyak”

Begitulah yang saya dapat. Tapi jika antum mendapatkan data yang lebih valid *entah membantah entah menguatkan* harap segera memberitahu saya, agar umat Islam di dunia kembali dalam satu shaf yang rapi dan kokoh. Amin.

Sekedar info, tanggal 28 September 2008 kemaren, ada Buka Puasa Bareng angkatan BOROK part 2 lho, tepatnya di Warung Kebun jalan Pajajaran. Yang dateng lumayan, ada 140an orang dari segala pelosok Indonesia *lebay* Seneng banget dah!!! Di situ juga kami mengadakan forum angkatan untuk mengadakan reuni akbar sekitar 5 tahun lagi (horay!) tapi dengan itu harus bayar rutin selama beberapa bulan sekali (sigh)

Terakhir saya mau ngucapin makasih sebesar-besarnya untuk saudara-saudariku yang dah ngerelain pulsanya hanya untuk ngasih ucapan maaf *alhamdulillah ada lebih dari 80 orang yang ngirim* Insya Allah udah dimaafin kok, tapi maafin saya juga ya karena ga ngebales sms-nya. Itu karena ruh saya sedang bingung, benarkah ukhuwwah itu ada. Semoga kita semua selalu diberikan yang terbaik di dunia dan di akhirat oleh Allah SWT, termasuk dikumpulkan di surga-Nya. Amin…

Sekian untuk kali ini, semoga bermanfaat. GANBATTE NE!!!
Allahu’alam wassalamu’alaykum wr wb

3 thoughts on “Allahumma, pertemukanlah kembali, aku dengan dia…

  1. Benar, banyak yang salah kaprah mengartikan Idul Fitri, seperti halnya yang saya tuliskan di blog saya.

    Mengenai ucapan, yang saya tahu memang Rasulullah hanya memberikan ucapan “taqabbalallahu minnaa wa minkum” kepada para sahabat. Itu saja. Sedangkan berbagai macam tambahan yang ada seperti sekarang ini, saya melihatnya sebagai sebuah doa insya’a-llah.

    Oya satu lagi, yang betul itu bukan “faidzin”, tapi “faizin” (الفائزين — pakai huruf zai “ز”).

    تقبل الله منا و منكم 🙂

  2. Ucapan Selamat (Tahniah) Hari Raya

    Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul-Bari 2/310 mengatakan : “Kami meriwayatkan dari guru-guru kami dalam Al-Mahamiliyyat dengan sanad hasan dari Jubair bin Nufair, beliau berkata :

    عن جبير بن نفير قال كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض : تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ

    Para shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila mereka saling jumpa pada hari raya, sebagian mereka mengucapkan pada lainnya : “Taqabbalalloohu minnaa wa minka” (Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu).

    Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dalam Al-Mughni 2/259 menyebutkan :

    أن محمد بن زياد قال‏:‏ كنت مع أبي أمامة الباهلى وغيره من أصحاب النبي – صلى الله عليه وسلم- فكانوا إذا رجعوا من العيد يقول بعضهم لبعض‏:‏ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ وقال أحمد‏:‏ إسناد حديث أبي أمامة إسناد جيد

    “Bahwasannya Muhammad bin Ziyad pernah berkata : Aku pernah bersama Abu Umamah Al-Bahily dan selainnya dari kalangan shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam; apabila mereka kembali dari ‘Ied, sebagian mereka mengucapkan kepada sebagian yang lain : “Taqabbalalloohu minnaa wa minka” (Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu). Imam Ahmad berkata : Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)”.

    Adapun ucapan selain yang dicontohkan tersebut, hendaknya kita tinggalkan dan kita gantikan dengan yang dicontohkan. Allah telah berfirman :

    أَتَسْتَبْدِلُونَ الّذِي هُوَ أَدْنَىَ بِالّذِي هُوَ خَيْرٌ

    “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang baik” (QS. Al-Baqarah : 61).

    Abu Al-Jauzaa’

    wallahu’alam bis showab…

    dari http://azzahramuslimah.wordpress.com/2008/09/30/kembali-berbuka-yuk/

  3. Kemaren baca-baca (lupa di blog siapa), “shiyamana wa shiyamakum” itu tambahan dari para sahabat.
    Karena Rasulullah sendiri tidak melarang sahabat menambahkannya, akhirnya gw juga menambahkan sama dengan yang diucapkan sahabat.
    Itu gimana hukumnya?

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.