tolak BHP: harga mati!

bismillah
assalamu’alaykum wrwb

tanggal 17 desember 2008,
tercatat sebagai disahkannya bencana pendidikan indonesia
yup, pada saat itu, RUU BHP berubah menjadi UU BHP
sedih banget…

kenapa BHP penting untuk ditolak?
yang paling fundamental, isinya tuh bertentangan banget dengan dasar filosofis pendidikan

UU BHP menjadikan lembaga pendidikan dijadikan sebuah badan hukum privat, dimana sekolah diperjualbelikan. masa sekolah dan PT diperjualbelikan di pasar saham?! konsekuensinya sekolah harus nyari biaya sendiri untuk menjalankan roda belajar mengajar karena pemerintah cuma ngasih 20% dari total biayanya dan bisa pasti realnya kurang dari itu…

kita semua dibodohi dengan UU BHP,,
mereka bilang pemerintah dipastikan untuk membiayai pendidikan tapi, ya, ada celah hukum dimana UU BHP itu ngebuat pemerintah bisa ga bayar uang pendidikan. intinya sih, pemerintah semakin lepas tangan untuk masalah pendidikan. mana ada pemerintah yang ga peduli ama pendidikan di negaranya?!

jepang pascaperang dunia tuh, memfokuskan pembangunan pada pendidikan. bukan militer, bukan ekonomi, bukan infrasruktur. hasilnya apa? jepang jadi negara maju!!!
Indonesia yang belum maju, udah ninggalin pendidikan. hasilnya apa? … … … *tanya ama diri sendiri*
mending kalo jepang hancur, udah pernah maju. masa Indonesia belum maju, udah hancur duluan?

cara2 lembaga pendidikan yang udah jadi BHP untuk membiayai diri mereka cuma dua (dan dua-duanya ga ada yang baik):
1. naikin biaya sekolah. pada cara ini, membebankan biaya operasional pada orang tua peserta didik. spp naik. yang kurang mampu, jelas di DO atau ga bisa ngelanjutin pendidikan ke jenjang berikutnya
2. nyari ‘sponsor’. sebenernya bukan sponsor, lebih tepat kalo sekolah diperjualbelikan. bahkan perusahaan asing bisa masuk ke pendidikan indonesia dan membuat kurikulum di sekolah tersebut, yang mengakibatkan bangsa indonesia jauh dari kulturnya sendiri. terus, ga heran deh, kalo nanti nama itb jadi, institut teknologi bandung – chevron (bukan nama sebenarnya, hanya contoh. maaf bila ada kesamaan nama).

terus, apa jadinya kalo suatu sekolah pailit karena tidak mampu untuk membiayai? mau dikemanain anak-anaknya? ini udah keterlaluan! masa mau sih, putus sekolah/kuliah gara2 kampusnya ditutup karena ga bisa ngebiayain operasi belajar mengajarnya?

paling penting ni,,
BHMN belum dievaluasi secara formal tapi udah ganti jadi BHP. padahal dengan cara tebak-tebakan aja, BHMN itu gagal: 7 PTN di Indonesia *termasuk UI, ITB, IPB dan UGM* yang merupakan prototipe dari BHP, manajemennya masih buruk

belum lagi, mahasiswa di kampus BHMN tuh kebanyakan yang kaya karena biaya kuliah semakin mahal. walaupun ada beasiswa, infonya ga nyampe ke orang yang butuh (aksesbilitas ke mereka yang sudah kecil, menjadi semakin kecil), jadinya mereka udah minder duluan, takut ga bisa bayar. katanya pendidikan hak semua orang? masih berani bilang?!

bo’ong banget bakal ada advokasi atau bahkan jatah-jatah seperti yang telah dikatakan. tengoklah sekali lagi ke keadaan kita yang sekarang (untuk teman-teman yang kuliah di PTN BHMN). kebayang ga, ade-ade kita yang masih sekolah ga bisa sekolah karena sekolahnya pailit?

ada catetan penting lain, BHP menyalahi konsep yayasan yang ada pada sekolah swasta dan tentunya perlu dilakukan judicial review. itulah alasan kenapa BHP itu harus ditolak. BHP membuat sistem pendidikan indonesia rusak serusak-rusaknya. jadi, TOLAK BHP!

*pengakuan:

jujur, sebelum saya ikut aksi BHP, saya ga tau kerusakan pada Badan Hukum Penipuan ini. bahkan waktu di mobil menuju jakarta, saya baru tau sikap KM ITB mengenai masalah ini. alhamdulillah, setelah ikut jadi ngerti. aksi itu adalah sebuah pembelajaran dan pencerdasan, sebuah amal yang ‘ilmiyyah dan implementasi dari ‘ilmu yang amaliyyah. silakan dicoba.

sebenernya, aksi dari itb, ui, ipb, unj, dan beberapa PT lainnya selalu damai. bahkan, ketika water canon dateng atau ketika personil polisi ditambah atau ketika BHP telah disahkan, aksi ga ribut. aksi dorong2an itu hanya simbol dari penekanan mahasiswa untuk tidak mengesahkan BHP. dorong2annya pun sudah diskenariokan ama polisi.

segera ingatkan kalo salah.

untuk bapak-ibu pejabat: maaf, kalo caranya kami salah. tapi tolong, sesibuk apapun kalian, sepusing apapun kalian, sebanyak apapun kerjaan kalian, tolong, bikin kebijakan yang pro kepada rakyat…
UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK!
BANGKITLAH NEGERIKU, HARAPAN ITU MASIH ADA!!!

Allahu’alam bishshawab wassalamu’alaykum wr wb

17 thoughts on “tolak BHP: harga mati!

  1. assalamu’alaykum..
    jujur..
    saya belum membaca UU BHP atau pun draft nya secara keseluruhan..
    sehingga,ketika mendengarkan pernyataan teman2 yg berdemo termasuk analisis draft oleh BEM Univ, saya sempat berpikir BHP itu patut ditolak..
    namun, setelah berdialog dg pengambil kebijakan, yang merupakan pansus UU BHP DPR RI, cakrawala saya terbuka, dan pemahaman saya tentang BHP bertambah..
    BHP sepatutnya didukung, terutama para mahasiswa atau lebih umunya pelajar se-Indonesia dan para orang tua di sluruh nusantara, terlebih pelajar dari keluarga yang kurang/tidak mampu..
    isu2 penolakan ini malah merupakan ancaman bagi pendidikan nasional..yang merupakan propaganda pihak2 yang berharap pendidikan indonesia tidak maju2..dan pihak2 yang selama ini mengkomersilkan pendidikan (baca:beberapa lembaga pendidikan swasta)..
    salah satu hal yang menyebabkan mereka mengumbar isu tolak BHP adalah di UU BHP para penyelenggara pendidikan diharuskan transparan dalam pendanaan (klo tak salah keuangan harus dimuat di surat kabar publik/nasional, saya kurang ingat,.. yang bakal menyulitkan para penyelenggara pendidikan yang selama ini telah mengambil untuk berlipat-lipat.. )
    ini hanya salah satu contoh keberpihakan UU BPH kepada kemajuan pendidikan nasional, dan masih banyak lagi yang akan PH temukan jika lebih cermat dan sabar menelaah pasal demi pasal di UU BHP..^^
    zara sarankan PH dapat membaca UU BHP yang telah disahkan.. bukan draft nya.. karena isinya ada beberapa yg berbeda..

    zara tunggu hasil analisis PH thd UU BHP “yang telah disahkan” di blog ini yak..

    semangat!!!!

  2. ini ada berita yang patut kita baca

    Dirjen Dikti Depdiknas Fasli Jalal mengatakan, dengan disahkannya Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) maka pemerintah bersama PTN/PTS akan menanggung biaya investasi 100 persen, yang selama ini biaya investasi selalu dibebankan kepada mahasiswa baru.

    �Ada biaya yang dipungut dari peserta didik, tapi ini dipungut sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tuanya,� kata Dirjen Dikti, yang didampingi Heri Achmadi dari Komisi IX DPR RI, kepada para wartawan di gedung Depdiknas Jakarta, Kamis, (18/12).

    Kemudian biaya totalit yang diminta juga tidak boleh lebih dari sepertiga biaya operasional, sementara biaya investasi tanggung jawab pemerintah dan BHP nya sendiri.

    Khusus bagi anak-anak miskin yang potensial, justru UU BHP inilah yang memastikan, karena 20 persen dari mahasiswa wajib diberikan beasiswa. Sebagai contoh, misalnya UGM punya jumlah 50.000 mahasiswa maka UGM bertanggung jawab mencari 10.000 anak-anak miskin potensial yang diterima di UGM untuk diberikan beasiswa.

    Syarat beasiswa adalah untuk kalangan yang tidak mampu. Berarti harus ada upaya perguruan tinggi itu untuk memfasilitasi 10.000 anak tidak mampu kuliah di UGM. Ini akan mengubah cara mereka melihat beasiswa, tidak bisa PTN menunggu anak miskin masuk PTN dan hanya tiga persen dari populasi mahasiswa yang ada di PTN dari keluarga miskin.

    �Jadi UU BHP memaksa PTN untuk mencari 17 persen anak-anak miskin potensial untuk masuk PTN,� kata Fasli Jalal.

    Untuk itu, PTN harus mengembangkan pola �menjemput bola� ke Sekolah Menengah Umum (SMU) untuk memantau anak miskin yang potensial.

    Juga dengan adanya BHP ini, maka pembiayaan di perguruan tinggi tidak bisa lagi ditutupi karena dewan audit akan meminta akuntan public memeriksa setiap tahun pembelanjaan perguruan tinggi tersebut.

    Kalau sampai tidak lewat/misalnya disclaimer, maka akan ada sanksi untuk eksekutif. Ditjen Dikti akan memantau kinerja dari setiap perguruan tinggi, karena ada dewan audit yang menggunakan akuntan publik independen untuk mengontrol pengunaan dana yang dikumpulkan dan dikeluarkan, direncanakan, dan sesuai aturan main guna menghasilkan yang terbaik. �Itu ada proses akuntabilitas yang jelas nantinya�, katanya.

    Sedangkan saat ini ada catatan tapi tidak seketat itu, karena tidak memakai akuntan publik independen tapi memakai akuntan negara.

    .Menurut Dirjen Dikti, Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) sudah dipersiapkan melalui belasan kali rapat panja yang melibatkan elemen masyarakat, perguruan tinggi, sosialisasi dan juga dosen-dosen sudah diberikan masukan sejak draft pertama hingga akhirnya disahkan UU BHP pada draft ke 39.

    Hal itu dilakukan, karena UU Sisdiknas menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan harus berbadan Hukum. Oleh karena itu lah berbagai upaya telah dipersiapkan, karena disadari bahwa ini adalah hal yang baru bagi pendidikan.

    Apalagi UU Sisdiknas tidak membeberkan pendidikan dasar menengah dengan pendidikan tinggi, jadi setiap satuan pendidikan harus menjadi BHP. �Padahal kita tahu kondisi sekolah dan madrasah mungkin tidak sesiap seperti pendidikan tinggi,� katanya.

    Karena itu lah dicari cara agar di sekolah/madrasah itu ada transisi, sementara di perguruan tinggi lebih cepat terutama PTN apalagi yang sudah berstatus Badan Hukum Milik Negara.

    Tujuan keberadaan UU BHP yang paling besar adalah memberikan otonomi yang lebih luas kepada satuan pendidikan. �Kalau kita masih menganggap PT itu perpanjangan tangan dari Depdiknas atau Dikti dan hanya berupa Unit Pelaksana Teknis (UPT), maka tidak akan maju-maju perguruan tinggi kita,� katanya.

    Sementara itu Heri Achmadi dari Komisi IX DPR RI, mengatakan bahwa dirinya memberikan jaminan untuk mahasiswa miskin biaya kuliah murah, sedangkan untuk mahasiswa yang kaya tentu harus pengertian dan ini juga untuk faktor keadilan.

    Heri juga menambahkan, Universitas Indonesia anggaran belanjanya lebih dari Rp1 triliun, dan 90 persen diantaranya berasal dari mahasiswanya. Dengan adanya UU BHP ini maka UI tidak bisa menggunakan anggaran belanja dari biaya yang berasal

    mahasiswa. .(T.Ad/toeb/c)

  3. ralat lagi.. maksudnya lembaga pendidikan swasta kebanyakan mengambil untung yg berlipat2.. sehingga dengan UU BHP ‘tembang emas’ mereka tersebut akan segera berkurang income nya, jika tidak maka sanksi dari UU BHP ‘tambang emas’ itu akan ditutup..sehingga mereka gencar mempropagandakan bahwa UU BHP merugikan kemajuan pendidikan.. padahal mereka lah yang takut rugi..

    dengan BHP maka “HARAPAN NEGERI KU untuk BANGKIT MASIH ADA”

  4. mu nanggapin juga deh…
    sebenarnya tujuan dibuat UU BHP tuh baik…yah…peraturan mana sih yang bertujuan ga baik. cuma emang dalam pelaksanaannya aja yang carut marut..yah..tau sendiri lah orang Indonesia (termasuk kita yak??huehehe..)
    tapi..daripada terus2an menghujat, mending kasih SOLUSI deh..betul ga?mungkin itu lebih bermanfaat..
    banyak kok ikhtiar yang dilakukan oleh PTN2 yang sekarang udah berstatus BHMN agar mahasiswa yang berasal dari kalangan tidak mampu tetap bisa kuliah…informasi beasiswa sulit diakses???kata siapa??? di ITB sendiri sangat mudah mendapatkan beasiswa lho…
    kalo emang manajemennya masih kacau, yah..mungkin masih dalam uji coba…berbaik sangka aja lah!!
    yah..namanya juga pendapat..boleh beda ya nggak?
    berpikir menyeluruh..gitu kan yang di ajarkan di Arsitektur??

  5. wa’alaykumsalam wr wb

    hmm…
    sebelum ngasih tanggepan lagi, saya memohon kepada Allah untuk bisa bersikap adil dan saya akan berusaha bermindset seobjektif mungkin…
    satu lagi, ada yang punya file UU BHP ga? boleh tolong kirimin ke email saya?

    bismillah

    @teh zara:
    untuk memajukan pendidikan Indonesia, salah satu caranya adalah dengan meminimalisasi masalah2 yang ada. nah, kalo masalahnya terdapat di ‘beberapa lembaga pendidikan swasta’ (yang selama ini mengkomersilkan pendidikan), kenapa tidak disitu saja yang diberi kebijakan? tidak men-generalisasi mulai dari SD sampe perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri (BHMN juga).
    saya pernah baca berita, kalo di tahun 2009, akan ada 40 PTS yang ditutup gara2 BHP. hmm, kalo 1 PTS punya 1000 mahasiswa, berarti ada 40000 orang yang putus kuliah. nah, kalo lebih dari 1000 mahasiswa per PTS? apa kata dunia?

    karena belum baca UU tentang BHMN (hehe), saya tidak mengetahui apakah di badan tersebut ada pasal yang mengatur transparansi pendanaan atau tidak. jadi untuk yang satu ini, saya beri usul: tambahkan pengwajiban transparansi dana di BHMN.

    semua hal yang dikatakan oleh Dirjen Dikti Depdiknas Fasli Jalal *pemerintah bersama PTN/PTS akan menanggung biaya investasi 100 persen, yang selama ini biaya investasi selalu dibebankan kepada mahasiswa baru, biaya yang dipungut dari peserta didik sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tuanya, dan biaya totalit yang diminta juga tidak boleh lebih dari sepertiga biaya operasional, sementara biaya investasi tanggung jawab pemerintah dan BHP nya sendiri* menjadi rancu setelah ada pasal yang menyatakan lembaga pendidikan bisa pailit. seharusnya UU ini menjamin bahwa keberlangsungan lembaga pendidikan akan terus berlanjut, bila yang dikatakan beliau benar, bukannya mencantumkan pasal tentang pailitnya lembaga pendidikan.

    tentang 20 persen dari mahasiswa wajib diberikan beasiswa, bagaimana jika kurang dari 20% yang termasuk kriteria beasiswa di suatu perguruan tinggi? apa harus dipaksakan?
    setahu saya, hingga saat ini, informasi beasiswa itu tidak ter-ekspos keluar, liat aja tulisan di blog saya yang berjudul ‘Beasiswa ITB untuk semua’. disitu banyak yang nanya, apakah saya bisa dapet beasiswa di ITB. padahal buanyak banget. tapi pada ga tau… *saya juga bingung ngebantu mereka gimana >.<*
    nah, kalo ada metode ‘menjemput bola’ ke Sekolah Menengah Umum (SMU) untuk memantau anak miskin yang potensial. saya sepakat!!! ditunggu ya…

    sekali lagi menanggapi transparansi dana, kalo emang ini tujuannya, tinggal tambahkan saja ke peraturan pengwajiban tentang hal itu kan. *atau tidak segampang itu yah? hmm…*

    saya pengen tau presensi rapat panja yang melibatkan elemen masyarakat, perguruan tinggi, sosialisasi dan juga dosen-dosen sekaligus agendanya… tapi kok ga ngundang dari sd, smp, dan sma ya?

    saya mau bertanya, mengapa setiap satuan pendidikan harus berbadan Hukum? bukankah sudah tahu kondisi sekolah dan madrasah mungkin tidak sesiap seperti pendidikan tinggi? terus, cara untuk menyiapkannya gimana? terus, gimana evaluasi tentang BHMN? kayaknya 7 perguruan tinggi yang BHMN makin aneh deh, terutama biayanya makin mahal.

    jadi, pemerintah mau memberikan otonomi yang lebih luas kepada satuan pendidikan atau mau lepas tangan dari pendidikan indonesia?

    @teh patmi:
    sepakat. KALAU pun BHP tuh secara teori bagus, tapi pelaksanaanya yang masih dipertanyakan. mungkin lebih baik jika pemerintah lebih dulu menyiapkan kesiapan masyarakat dengan pelayanan, baru lepas tangan.

    wah, masyarakat udah mewakilkan dirinya kepada bapak-ibu di mpr/dpr sana untuk memberi solusi bagi bangsa ini. dah gitu digaji lagi. kalo saya berpikir dari kacamata duniawi: saya juga mau dong, dikasih gaji dulu baru memikirkan solusinya. apalagi nanti harus menghidupi keluarga… hehe… becanda.. insyaallah akan diusahakan, tapi untuk saat ini, hanya sebatas ini kemampuan saya. =D

    kalo untuk tetap bisa kuliah, emang banyak. tapi untuk melanjutkan kuliah dari SMA, saya belum menemukan yang bener bantu. yang ada, ITB terkenal dengan angka 45nya (dan sekarang berubah menjadi 55)

    tapi, uji coba untuk masalah yang penting banget, terlalu gambling. terburuknya: hancur masa depan bangsa ini T.T semoga saja tidak… ayo, indonesia bangkit!!!!!

    -orangyanglagisemangatmerekonstruksibangsanya-

  6. humm, bagus2.
    Saya juga masih bingung sebenernya, saya baingung mau mendukung atau mau menolak. Saya sendiri juga sedang berusaha mengerti ttg UU BHP ini. Ada baiknya kita jangan terlalu terburu-buru, mari kita kaji lebih lanjut lagi. Coba usahakan melihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Hehehe. Tambahan info bisa diunduh di situs dikti, ada kesepakatan dari World Bank jikalau Indonesia ingin mendapatkan bantuan dana di bidang pendidikan maka RUU BHP harus disahka sebelum Januari 2009. Menurut saya pendidikan Indonesia belum bisa maju saat ada campur tangan asing.
    Hehehehe. Mampir di blog saya ya.

  7. @ka bagus:
    adain kajian isu nasional dong di ima-G.
    menurut saya, selain membawa keprofesian, sebuah himpunan tuh harus turut memberikan solusi bagi negaranya (minimal menjaga nilai2nya)
    karena selain membawa nama arsitektur, ima-G juga menyandang predikat mahasiswa. *ada MAHA-nya lho, udah bukan siswa saja*
    benar tidak? tolong benarkan bila salah…
    makasih sudah berkunjung. hehe

  8. gw masih bingung nih mo ngomong apa tentang BHP. blum baca UUnya sih. klo punya bagi2 (kirim ke email maksudnya). jadi sejauh ni gw masih mikir gini “kenapa BHP ditolak? (sbgian dah terjawab diatas tadi) trus positifnya BHP (dibanding BHMN) apa sampe patut disahkan?

    bingung g?yah makanya gw juga bingung!

  9. mau nimbrung jg nih..
    setau saya, klo ada BHP, kita jadi makin mudah buat sekolah. Namun, semakin banyak sekolah, sehingga sekolah swasta yg ‘pas-pasan’ agak kesulitan. Tidak ada jalan lain jika yayasannya kekurangan dana, maka akan menarik spp lebih dari muridnya.
    mungkin disinilah hal yg dikhawatirkan. Intervensi asing juga tidak sepenuhnya salah. Jika mereka datang dan ingin ikut dalam pendidikan, bisa dikatakan mereka ikut memajukan pendidikan Indonesia, tapi kita ga tau apa niat sebenarnya pihak asing itu. Orientasi mereka biasanya udah bukan pada mencerdaskan bangsa (termasuk akhlak), tapi memenuhi kebutuhan pasar. Jadi bisa aja suatu saat Program Studi Teknik Material ditutup karena sudah tidak dibutuhkan lagi dan sepi peminat (ini hanya contoh, ga mungkin bgt T.Material ditutup, secara ‘Engineering is nothing without Material’).
    Penolakan thp UU BHP ini (alasan saya pribadi) lebih kepada nilai filosofisnya. Pendidikan itu untuk mencerdaskan bangsa. Coba lihat dunia pendidikan Indonesia saat ini, sudah tidak lagi mengedepankan pemahaman dan akhlak peserta didik. Yang penting ujian nilainya bagus, naik kelas, juara. Saya sendiri dulu waktu SD-SMA berfikiran seperti itu (curhat seritanya), yg penting nilai bagus. Tapi ada missing link disana. Klo nilai udah bagus trus gimana?
    Pemahaman lebih penting, karena pemahaman akan membuat kita jadi dewasa.
    Loh, melebar kemana2 nih..
    Saya ada draft RUU BHP yg kemaren disahkan. Klo mau ntar dikirimin d..
    Maaf.. maaf.. jadi ngelantur ga jelas..
    Lagi males nulis di blog sendiri nih..

    doumo arigatou gozaimasu.

  10. @zhar3633:
    tuh minta ke sari…

    @sariyusriati:
    minta juga ya. hhmm, analisis yang bijak. tetapi tetep aja, kebaikannya membawa sesuatu efek yang kurang baik. jadi gampang masuk dan gampang keluar dong? karena ga bisa bayar spp. terus, sebaik apapun niat asing yang ‘peduli’ ama pendidikan indonesia. bantuan seperti itu malah akan membuat indonesia bergantung pada asing. kapan mandirinya?

  11. Pendidikan di Indonesia sekarang sedang mengalami kemunduran dengan disyahkannya UU BHP, rakyat miskin dilarang sekolah.
    Pengesahan UU BHP ini akibat Indonesia terlalu nurut sama IMF dan bank dunia yang akan menjadikan negara berkembang sebagai obyek penjajahan neolberalisme melalui pasar bebasnya.
    http://www.warnadunia.com/

    Salam kenal^_^

  12. CABUT UU BHP!!!

    Pancasila sebagai dasar negara, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, termasuk didalamnya pendidikan, yang dasarnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, yang semestinya dipahami dan disadari oleh kaum-kaum yang mengaku intelektual bangsa.
    bukannya menjadi robot-robot para KAPITALIS atau hanya orang-orang yang berlalu-lalang,, KAPITALISME( WTO,IMF,Bank Dunia) yang merantai bangsa kita yang notabenya sebagai negara berkembang tidak mempunyai hak menentang kebijakannya. Kapitalisme dan modernisasinya membutakan/menidurkan/membuat tak sadar masyarakat, pemuda, mahasiswa(kaum intelek), pemuka agama, semuanya, terlena dengan mimpi palsu bahwa hidup adalah keharusan mereka untuk bekerja” sudah cukup mimpi palsu itu membutakan mata kita sehingga kita tidak mampu melihat SAUDARA KITA ORANG MISKIN, PENGEMIS, PETANI,DLL yang merupakan status sosial yang sebenarnya dalah penciptaan kasta-kasta di masyarakat indonesia ini,dan merasakan penderitaan mereka yang termarjinalakan karena dianggap bodoh dan tak mau bekerja keras( siapa bilang abang becak tak bekerja keras dengan mengayuh becaknya dengan penumpang yang tak pernah tau rasa lapar mereka, Buruh yang bekerja menghancurkan batu batu itu dan membangun gedung yang tinggi menjulang yang didalamnya adalah uang yang bila disusun mampu dibuat tembok-tembok perbatasan yang tinggi-jauh menjulang menjadi batas antara keringat darah keluarga mereka dan senyum kebahagiaan palsu mereka yang menertawainya,.

  13. MARI CABUT UU BHP,

    sangat salah jika kita tidak mempertanyakan kebijakan yang masih itu kepada pemerintah,,
    PENDIDIKAN berkualitas tidak harus dengan BHP, kawan!!

  14. kita lihat freeport tambang emas indonesia yang ternyata kita ketahui bersama adalah milik intervensi modal luar yang semestinya semua hasilnya mampu mensejahtrakan indonesia, jangankan indonesia para pekerja, buruhnya pun tak dibiarkan sejahtra!! pentingnya pendidikan !!!

    seperti apa jadinya jika pendidikan pun mendapatkan intervensi para KAPITALIS,
    ketika semua sektor pendidikan menjadi lahan modal,, walaupun dengan sistem nirlaba (BHP) tak ada jaminan transparansi dana (
    perusahaan sebagai pemilik modal yang masuk) para KAPITALIS mempunyai hak perogratif yang tak bisa diintervensi, dan tentunya secara struktural juga sebagai pengambil keputusan dalam kebijakan nantinya,” mana berani meraka membuat peraturan tambahan transparansi pertanggung jawaban kepada pemerintah, masyarakat, dan semua elemen yang terkait sebagai objek dari semua satuan pendidikan,

  15. Pendidkan untuk semua,, pendidikan adalah akal yang mengakar
    di bangsa kita jangan sembarangan dengan pendidikan,,

    CABUT UU BHP!!!
    pendidikan berkualitas tidak harus dengan BHP!!!!

    untuk solusinya mari kita bicarakan bersama, sebagai satu tujuan dan cita-cita bersama, untuk peradaban kita dan semua<<

    tak ada jalan lain selain LAWAN dan LAWAN,
    Peningkatan kesadaran masyarakat,

    Diam tertindas atau bangkit Melawan…………

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.