JALUSI


Jalusi semua

Saya yakin, selalu ada keberkahan di tiap helaian silaturahim dan itu benar-benar terbukti ketika gARis ITB mengadakan JALUSI *Jalan-jalan Silaturahmi gARis ITB* pada hari senin tanggal 26 Januari 2009 *tepat setelah Outbond DP2Q. capek banget! T.T*

Kumpul di Terminal Dago jam 7. Ketika saya datang, sudah ada K’Ghani, K’Lucky, T’Tie, dan T’Sotya. Sekitar 30 menit kemudian *Setelah yang lain berdatangan* kami pun berangkat menuju THR *Taman Hutan Raya* Ir. H. Djuanda dengan JALAN KAKI *beneran jalan-jalan, bo!*

Pas nyampe di PLTA *eh, PLTA kan?*, kami mendaki tangga yang jumlahnya buanyaak banget! Itu merupakan simulasi dari jalan dakwah: mendaki, sukar, berat, banyak godaan, dan penuh rintangan.

Ia yang punya keyakinan kuat pada visinya akan tertuntun, dan kesulitan-kesulitan pun melandai memberi jalan padanya. Ia yang tak yakin pada visinya akan sangat mudah menemukan alasan untuk berhenti. Perjalanan yang sulit. Bekal yang sedikit. Jarak yang selangit. Bagi mereka, alasan-alasan ini akan datang sendiri tanpa dicari. Karena selalu ada bagian jalan yang mendaki. Selalu ada bagian laut yang membadai.

Aku Bertanya padamu, saudaraku..
Seberapa kuat keyakinanmu ??!

Oh iya, dalam perjalanan tersebut kami disuruh mencari bahan-bahan untuk dibuat maket dakwah nantinya. Maket dakwah buatan kelompok saya, hanya terdiri dari 3 bahan. Pertama, batu berbentuk silinder ditidurkan di bagian bawah. Kedua,mainan mobil-mobilan yang tinggal chasis dan gear-nya doang. Ketiga, pecahan genteng. Filosofi itu semua: Batu silinder melambangkan kekokohan dan kedinamisan pondasi dalam berdakwah. Maksud kokoh disini adalah internal si kader dakwah harus benar-benar teruji, sedangkan maksud dinamis adalah seorang kader harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang terus berputar. Mobil-mobilan melambangkan kreatif, ya, dalam berdakwah harus kreatif agar konten dakwah itu bisa diterima oleh objek dakwah. Gear mobil melambangkan bahwa kita semua harus menjadi motor dakwah yang terus bergerak untuk memperjuangkan Islam. Sedangkan pecahan genteng yang fungsinya menyeimbangkan gear yang ada di belakang, melambangkan tawazun. Dakwah harus seimbang antara lisan dan perbuatan, dengan kata lain harus berintegritas.

Lalulalu, kita dapet materi tentang kerja tim dalam dakwah yang menghadirkan Kang Muhamad Yunus PN’05 (Kahim KMPN tahun lalu yang memecahkan rekor MURI) dan Kang Anggun MS’04 (Komandan Menwa ITB). Ada kata-kata menarik dari Kang Yunus, “Dalam sebuah tim, jika seseorang tidak bergerak untuk menjalankan tugasnya, berarti sesungguhnya dia telah dzalim terhadap saudaranya yang lain”
Baca lebih lanjut

wahai jiwa, afwan… T.T (part.2)


wahai, jiwa…
sadarlah!

sungguh, betapa mudahnya Allah menggantimu:
dengan orang yang lebih ikhlas hatinya
dengan orang yang lebih khusyuk ibadahnya
dengan orang yang lebih dahsyat dakwahnya
dengan orang yang lebih gigih jihadnya
dengan orang yang lebih sabar akan masalahnya
dengan orang yang lebih syukur akan anugerahnya
dengan orang yang lebih banyak amanahnya

tetapi tidak!
jangan mau tergantikan.
biarlah engkau lelah bermain selama 90 menit, bahkan hingga babak tambahan…
biarlah lelah itu berkumpul menjadi energi ekstra untuk menyambut lelah-lelah berikutnya…
biarkanlah lelah itu lelah mengejarmu…

wahai jiwa,
hadirkanlah semangat surga! HAMASATUL JANNAH!
surga terlalu luas untuk dihuni oleh satu orang…
ajaklah orang-orang yang kau cintai karena Allah,
lalu berlomba-lombalah dalam kebaikan,
hingga SURGA yang RINDU menanti kedatangan kita…
amin.

Simpati dari non-Islam untuk Palestina


Do you see the soldiers they’re out today
They brush the dust from bullet proof vests away

It’s ironic at times like this you pray
But a bomb blew the mosque up yesterday

Lirik di atas adalah potongan dari lagu “Hands Held High”-nya Linkin Park. Bahkan, band cadas seperti LP ini, bisa tersentuh dengan konflik di jalur gaza. Sekali lagi, saya mengajak temen2 semua *terutama yang muslim*, untuk lebih peduli kepada saudara-saudara kita di sana.

Oh iya, akhir2 ini juga ada lagi yang bikin lagu khusus untuk Gaza, yaitu Michael Heart. Judul lagunya We Will not Go Down – Song for Gaza. Ini dia teks versi Indonesianya.

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Composed by Michael Heart. Copyright 2009

With hands held high into the sky so blue,
As the ocean opens up to swallow you.

Perlukah Alasan Untuk Palestina?


Sudah hampir 1000 nyawa lepas dari raganya…
Sudah lebih dari 4700 tubuh terluka dan tidak sempurna lagi…

Namun,
dunia hampir tidak bergeming mendengar rasa kemanusiaan tidak terlihat di bumi Palestina..

Sahabat, masih perlukah alasan???
Nih, bagi yang memerlukannya…

Pertama, sebagai warga negara Indonesia

Landasan Konstitusional
Tercantum pada pembukaan UUD 1945…
alinea kesatu: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
alinea keempat: Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
Termaktub dalam pancasila
sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab

Landasan Historis
Ketika indonesia masih dijajah oleh belanda dan sekutunya, Palestina adalah negara yang mendukung indonesia. Sebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Bahkan ketika indonesia baru merdeka secara de facto, pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah-lah yang membuat Negara Indonesia bisa berdaulat. Dukungan Palestina diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina). Berita yang disiarkan di radio secara dua hari berturut-turut ini, disebarluaskan juga pada harian “Al-Ahram” yang terkenal akan ketelitiannya.

Setelah seruan itu, maka negara berdaulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali adalah Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

DAN ITU SEMUA BERAWAL DARI PALESTINA DAN KETIKA ITU PALESTINA MASIH DIJAJAH OLEH BANGSA YAHUDI DAN FREEMASONRY!

Hikmah yang bisa diambil, kita tidak perlu menunggu diri kita dan orang disekitar kita ‘sempurna’ untuk membantu orang lain yang jauh. Itu semua bisa dilakukan secara bersamaan, tergantung sebesar apa kepedulian kita…

Jadi, masih egoiskah kita hanya memikirkan diri sendiri dan negara sendiri? Padahal kita punya hutang kepada Palestina yang turut memerdekakan negeri ini.
Baca lebih lanjut

Anugerah yang Pergi


assalamu’alaykum wr wb

untuk kawan2 XII-IPA 3 di berbagai kampus…

hari ini tepat dua tahun yang lalu, ingatkah kalian pada tanggal itu??
yak, hari Rabu tanggal 10 Januari 2007, hari ketiga di semester genap *semester terakhir kita*
waktu itu sekitar waktu dhuha lagi ga ada guru *pelajaran sapa ya? kalo ga salah bu heny yah?* tapi tiba-tiba bu marlen masuk ke kelas dengan wajah rada panik sambil bertanya *kira2 seperti ini*…

“di kelas ini ada yang namanya ANUGERAH???”

kita pun langsung meng-iya-kan, tetapi beliau seolah tak percaya dan bertanya lagi,

“bener ada yang namanya ANUGERAH???”

wajahnya menunjukkan ketidakpercayaan bahwa di kelas IPA 3 ada murid yang bernama Anugerah, beliaupun menambahkan…

“katanya… meninggal”
Baca lebih lanjut

Cintaillah Cinta


‘Cintaillah Cinta: Mencintai Ilah dengan cinta yang tertinggi dan termurni’

Kuingin…

Cintaku dipersembahkan hanya pada-Nya

Biarkan ia tiada lagi di hati

Sebab telah kuserahkan sepenuhnya

seutuhnya

semurninya

Kuingin…

Jikalaupun ada cinta pada yang lain

Semoga itu dalam rangka mencintai-Nya

dalam tahap mencari keridhoan-Nya

Semoga tiada cinta yang mampu menandingi untuk-Nya

tiada yang lebih tinggi dari cinta kepada-Nya

Kuingin…

menjadi orang yang mencintai Cinta Yang Mahasejati

izinkanlah, ya Rabb…