Konsep Qiyadah dalam Da’wah

Yaa, ikhwan wa akhwati fillah,,,
Perlu kita pahami bahwa dakwah yang kita usung adalah Rabbaniyatud Da’wah. Yaitu dakwatunnaas ilallah bil hikmah wal maw ‘izhotil hasanah hatta yakfuruu bithaghuti wa yu’minuu billah wa yakfuruu minazulumati jahiliyati ilaa nuuril islam. Dakwah yang berasal dan bertujuan hanya pada Allah. Parameter keberhasilan dari dakwah tersebut adalah semakin dekatnya subjek dakwah kepada Allah dan tercerahkannya objek dakwah sehingga ingin mendekatkan diri pada Allah. Konsekuensi logis dari Rabbaniyatud Da’wah adalah bahwa terdapat juga Rabbaniyyatur Risalah, Rabbaniyatur Rijal, dan Rabbaniyyatul Jama’ah.

Rabbaniyatur Risalah terdiri dari mabda (prinsip), minhaj (pedoman), dan ghoyyah (tujuan) yang berorientasi pada nilai-nilai keTuhanan yang mulia. Maksud Rabbaniyyatur Rijal adalah pelaku dakwah yang mengajarkan dan belajar al Quran (QS. Ali ‘Imran: 73) serta kuat, tidak patah semangat, pantang menyerah, dan sabar (QS. Ali ‘Imran: 146). Sedangkan Rabbaniyatul jamaah adalah sekelompok orang yang ikhlas, taat, dan memiliki ukhuwwah yang erat. Perbedaan jamaah dengan ikatan/kelompok lain adalah memiliki qiyadah, jundiyah, dan manhaj.

Oleh karena itu, sesuai dengan Rabbaniyatud Dakwah, seorang Qiyadah haruslah:
1. Memiliki keikhlasan kepada Allah sehingga memiliki ikatan yang kuat dengan Allah. Ia juga tidak boleh meminta jabatan tersebut dan tidak boleh berambisi menduduki jabatan tersebut, karena bagi seorang muslim HARAM hukumnya menginginkan suatu jabatan tetapi WAJIB mempersiapkan diri untuk suatu jabatan. Segala keputusannya disandarkan kepada hasil syuro jamaah.
2. Adanya ikatan hati dengan jundi. Karena hanya dengan ikatan hati sesorang dapat menggerakan orang lain hingga batas maksimalnya. Karena seseorang tidak akan bisa memimpin orang lain dengan baik dan benar jika dia tidak mencintai orang lain tersebut karena Allah.
3. Membuat jundi bisa lebih baik dari dirinya. Dengan kata lain seorang qiyadah harus memiliki fungsi kaderisasi sehingga keberlangsungan roda lembaga dakwahnya bisa terus berputar. Bahkan hasil dari kaderisasinya harus bisa melebihi kompetensi dirinya sehingga kepengurusan selanjutnya bisa menjadi lebih baik dan terus lebih baik.

Yaa, ikhwan wa akhwati fillah,,,
Marilah kita renungkan tulisan ini. Semoga kita *MUSLIM* bisa memimpin bangsa ini menuju suatu keadaan yang lebih baik. Semoga kita bisa membawakan cahaya ISLAM kepada kejahiliyyahan yang saat ini ada pada bangsa ini…

Yaa, ikhwan wa akhwati fillah,,,
Arah dan tujuan kita jangan berubah. Langkah harus semakin tegap. Karena perubahan adalah kepastian. Bangkitkan semangat dan rebut setiap peluang. Jangan sibuk dengan hal tidak penting. Lenyapkan keraguan. Dan yakinlah bahwa Allah pasti membimbing kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. (ShoHar)

Allahu’alam bish shawab

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.