Tahapan Aktualisasi Diri Berdasarkan Turunnya AlQuran

Assalamu’alaykum wr wb

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji hanyalah milik Allah SWT, yang telah menurunkan al quran secara bertahap, teratur, terencana, dan sempurna. Ash shalatu was salamu ‘ala Muhammad saw wa ‘ala alihi washahbihi wassalim, untuk totalitasnya dalam memperjuangkan alquran agar sampai ke seluruh umat manusia. Tentu itu adalah tugas yang berat. Coba bayangkan, apa jadinya mereka tidak tahan dan lelah di tengah jalan? Bagaimanalah jadinya jika mereka berkhianat dari tugasnya menyampaikan risalah agung dalam alquran? Tentu Islam tidak akan sampai ke Indonesia, kepada orang tua kita, dan mungkin *na’udzubillah* kita tidak akan menjadi seorang Muslim. Oleh karena itu, kita pantas dan harus bersyukur atas keduanya, rencana Allah dan jihad Rasul-Sahabat.

Bicara tentang urutan turunnya alquran, ternyata itu adalah suatu kesengajaan dalam perencanaan lho. Karena surat-surat yang diturunkan di masa-masa awal kenabian itu, seolah membimbing Rasulullah dalam membentuk dirinya sehingga siap merentas misi menyejahterakan dunia. Berikut akan coba dibahas 4 surat awal yang turun kepada nabi Muhammad saw. [nb. kecuali surat al’alaq, ayat yang dicantumkan dari tiap-tiap surat hanya sebagai perwakilan. karena yang saya sudah pasti tahu ayatnya hanya qs. al’alaq 1-5]

1. Pembentukkan Intelligence Quotient (IQ)

QS. Al ‘Alaq: 1-5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ (٣
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥)
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Perintah membaca merupakan suatu hal yang memerlukan kecerdasan pikiran. Apalagi maksud iqra disini lebih dari sekedar ‘membaca’ tulisan. Yaitu membaca keadaan sekitar, dengan kata lain menganalisis yang kemudian harapannya mendapatkan sintesis untuk pemecahan masalah-masalah yang ada.

Perintah membaca juga merupakan perintah untuk thalabul ‘ilmi dan itu harus diiringi dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Semakin berilmu, harus semakin dekat dengan Allah SWT. Karena Dia-lah Sang Maha Pemilik Ilmu. Semakin banyak tahu, semakin tahu banyak yang kita tidak tahu. Karena kita harus sadar, kita dilahirkan dalam keadaan tidak tahu sama sekali.

2. Pembetukkan Emotional Quotient (EQ).

QS. Al Qolam: 1-7

ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ (١
1. Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
مَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ (٢
2. berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
وَإِنَّ لَكَ لأجْرًا غَيْرَ مَمْنُونٍ (٣
3. dan Sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤
4. dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ (٥
5. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,
بِأَيِّكُمُ الْمَفْتُونُ (٦
6. siapa di antara kamu yang gila.
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (٧
7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah yang paling mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Banyak orang mengira bahwa orang berilmu (jenius) itu beda tipis dengan orang gila. Tentu saja itu adalah statement yang sesat, karena tentu saja orang yang berilmu (dan diiringi dengan keimanan yang tinggi) adalah orang yang pahalanya tanpa putus. Ilmu itu menjadi manfaat bagi lingkungan dan orang-orang sekitarnya sehinga menjadi amal jariyyah bagi si pemilik ilmu itu.

Tahap pembentukkan EQ, adalah suatu konsekuensi yang logis dari tahapan sebelumnya. Seorang yang berilmu dan memahami ilmunya dengan baik, dipastikan akan memiliki budi pekerti yang agung. Mental belajar, rasa ingin tahu, rendah hati, jujur, integritas, dan berjiwa pemimpin adalah keluaran dari kecerdasan emosi.

3. Pembentukan Spiritual Quotient (SQ).

QS. Al Muzzammil: 1-9

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا (٣
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا (٤
4. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلا ثَقِيلا (٥
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.
إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلا (٦
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلا (٧
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلا (٨
8. sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا (٩
9. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.

Keimanan yang semakin kuat dengan bertambahnya ilmu dan ketenangan jiwa, akan membuat seseorang semakin mengabdikan diri kepada yang memberikan kedua hal tersebut.

Dalam hal ini yang dijadikan acuan adalah seberapa sering, seberapa lama, dan seberapa khusyuk ia mampu mendirikan malam-malamnya. Serta seberapa tartil dan seberapa berkesannya tilawah quran kepada hatinya.

Insyaallah, orang-orang seperti ini akan mendapatkan perlindungan Allah. Siapakah yang lebih hebat perlindungannya dari Allah Al Wakil?

4. Pembentukkan Action Quotient (AcQ).

QS. Al Muddatstsir: 1-7

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (١
1. Hai orang yang berkemul (berselimut),
قُمْ فَأَنْذِرْ (٢
2. bangunlah, lalu berilah peringatan!
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (٣
3. dan Tuhanmu agungkanlah!
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (٤
4. dan pakaianmu bersihkanlah,
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (٥
5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (٦
6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (٧
7. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Setelah kita melakukan ‘upgrade’ untuk diri kita sehingga diri kita menjadi bersih, bukankah seharusnya kita peduli dengan lingkungan sekitar. Berikan peringatan dan mengagungkan Allah dalam kehidupan. Agar keberadaan diri kita bisa bermanfaat bagi orang lain, agar lingkungan sekitar bisa menjadi bersih juga. KESHALIHAN SOSIAL, itulah goal sejatinya. Masyarakat yang madani, peradaban yang Islami. Subhanallah…

Hanya saja, perlu dipahami bahwa dalam proyek besar ini ada banyak cobaan yang mampu membuat kita menyerah di tengahnya. Oleh sebab itu, ada kata ikhlas dan sabar yang harus terselip dalam kamus jihadnya.

Mungkin semuanya itulah yang saat ini sangat dibutuhkan oleh bangsa ini agar bisa bangkit. Tahap awal telah kita rengkuh (kita telah tahu dari tulisan ini tentang apa saja tahapan aktualisasi diri), sekarang marilah kita terus cari ilmu Allah yang luas itu dan juga sembari mendekati tahapan kedua.

Allahu’alam. Semoga bisa menambah khazanah pengetahuan kita tentang nikmatnya berislam dan meningkatkan keimanan kita, serta menambah daya juang kita untuk bisa berlomba-lomba menarik hati Allah SWT.

Wassalamu’alaykum wr wb.

Maroji’:

Nama-nama Surat Berdasarkan Urutan Turunnya. (http://www.nursyifa.hypermart.net/ajaran_islam/nama-nama_surat.htm)

a. Makkiyah.

Al-‘Alaq, Al-Qalam, Al-Muzammil, Al-Muddatstsir, Al-Fatihah, Al-Masad (Al-Lahab), At-Takwir, Al-A’la, Al-Lail, Al-Fajr, Adh-Dhuha, Alam Nasyrah (Al-Insyirah), Al-‘Ashr, Al-‘Adiyat, Al-Kautsar, At-Takatsur, Al-Ma’un, Al-Kafirun, Al-Fil, Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlas, An-Najm, ‘Abasa, Al-Qadar, Asy-Syamsu, Al-Buruj, At-Tin, Al-Quraisy, Al-Qari’ah, Al-Qiyamah, Al-Humazah, Al-Mursalah, Qaf, Al-Balad, Ath-Thariq, Al-Qamar, Shad, Al-A’raf, Al-Jin, Yasin, Al-furqan, Fathir, Maryam, Thaha, Al-Waqi’ah, Asy-Syu’ara, An-Naml, Al-Qashash, Al-Isra, Yunus, Hud, Yusuf, Al-Hijr, Al-An’am, Ash-Shaffat, Lukman, Saba’, Az-Zumar, Ghafir, Fushshilat, Asy-Syura, Az-Zukhruf, Ad-Dukhan, Al-Jatsiyah, Al-Ahqaf, Adz-Dzariyah, Al-Ghasyiah, Al-Kahf, An-Nahl, Nuh, Ibrahim, Al-Anbiya, Al-Mu’minun, As-Sajdah, Ath-Thur, Al-Mulk, Al-Haqqah, Al-Ma’arij, An-Naba’, An-Nazi’at, Al-Infithar, Al-Insyiqaq, Ar-Rum, Al-Ankabut, Al-Muthaffifin, Az-Zalzalah, Ar-Ra’d, Ar-Rahman, Al-Insan, Al-Bayyinah.

Turunnya surah-surah Makkiyyah lamanya 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadhan 40 tahun usia Nabi. ( Febr.610 M ).

b. Madaniyyah.

Al-Baqarah, Al-Anfal, Ali-Imran, Al-Ahzab, Al-Mumtahanah, An-Nisa’, Al-Hadid, Al-Qital, Ath-Thalaq, Al-Hasyr, An-Nur, Al-Haj, Al-Munafiqun, Al-Mujadalah, Al-Hujurat, At-Tahrim, At-Taghabun, Ash-Shaf, Al-Jum’at, Al-Fath, Al-Maidah, At-Taubah dan An-Nashr (1).

2 thoughts on “Tahapan Aktualisasi Diri Berdasarkan Turunnya AlQuran

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.