Renungan

dini hari.
8 maret 2008.

entah kenapa terbangun sekitar tengah malam, dengan keadaan pintu kamar yang terbuka, laptop menyala, hp dan quran yang tergeletak di kasur, sendirian, kedinginan…

setelah itu tidak bisa tidur,,

seharusnya bukan saya yang mengalami kejadian ini, karena bukan saya yang sesaat lagi akan menjalani saat yang berbahagia.
ha! jadi inget pas kuliah hadits kemarin sore. kang abdur nanya:
‘PH! lima tahun lagi mau jadi apa?’
yang ditanya malah bingung
’emm, S2 deh…’, ngasal…
‘jangan S2 deh, S3 aja *amin*’
tapi, maksud kang abdur bukan pendidikan S3, tapi S-three *baca: estri, maksudnya e=i :D*
waa! didoain kang abdur dapet yang shalihah. senangnya… haha

ah, ga penting kepada ‘siapa’ saya akan berkata:

“Allah telah menghalalkanmu menjadi pendamping bagiku dan kau pun telah mengikhlaskanku menjadi pendampingmu” (Nuansa – Mahligai Cinta)

yang penting ‘untuk apa’ saya melakukannya dan ‘bagaimana’ saya melakukannya. hhh,, berat

wokeh, cukup tinggalkan dulu! mari kita angkat lagi wacana ini sekitar lima tahun lagi… (semoga yang berbahagia di hari ini dan besok, bisa dimudahkan jalannya ke surga dan disusahkan jalannya ke neraka)

sekarang saya bakal, bener-bener merenung.
pas kuliah hadits tadi *bahas hadits keempat kitab hadits arba’in an nawawiyyah* cukup panjang membahas dua kalimat terakhir

“…. Demi Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain-Nya, sesungguhnya ada seorang di antara kalian yang senantiasa beramal dengan amalan penghuni surga, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni neraka hingga ia masuk ke dalamnya, dan sesungguhnya ada seorang di antara kalian yang senantiasa beramal dengan amalan penghuni neraka, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni surga hingga ia masuk ke dalamnya” (HR. Bukhari – Muslim)

ya, kawan…
semuanya ini sudah ditetapkan.
di surga atau di neraka perjalanan kita berakhir, sudah ditetapkan.
dan kita harus yakin dengan itu.

pertanyaannya: lalu, untuk apa kita beramal?
*hal ini juga ditanyakan oleh para sahabat*
dan Rasulullah saw menjawab:
karena kita tidak tahu ketetapan untuk kita apa. hanya saja, bila kita dimudahkan untuk berbuat baik, kita ada harapan besar menuju surga. amin. dan bila kita seperti dimudahkan untuk bermaksiat, kita ada peluang berakhir di neraka. na’udzubillah. tapi, yang perlu dicatat: Allah Maha Mengetahui segala sesuatu bahkan sebelum sesuatu itu ada. Allah Maha Berkehendak dan kehendak-Nya pasti terjadi. Allah sudah menetapkan sesuatu sebelum sesuatu itu terjadi dan sesuatu yang terjadi pasti sesuai kehendak-Nya.

Allah kita itu baik kok, buktinya Allah mendorong kita untuk berbuat baik dengan menurunkan ayat-ayat surga-Nya dan balasan-balasan bagi yang berbuat baik. terus juga Allah mengancam kita dengan menurunkan ayat-ayat neraka agar kita tidak menuju kesana.

pertanyaan lagi: kok ada orang-orang yang (kelihatannya) beramal amalan surga, tapi di akhirat masuk neraka?
kuncinya adalah KEIKHLASAN dalam beramal. contoh: ada orang yang berjihad dan terbunuh. orang menganggap ia termasuk golongan syuhada, tetapi Allah mendustakannya karena orang tersebut berjihad hanya agar dibilang berani sahaja. astaghfirullah, luruskanlah niat kami, ya Allah

pertanyaan lagi: kok ada orang-orang yang (kelihatannya) beramal amalan neraka, tapi di akhirat masuk surga?
ya, karena HARAPAN itu masih ada. jangan putus asa dari rahmat Allah. bagi orang yang bergelimpangan dosa *cem saya T.T astaghfirullah* bisa kok masuk surga, seperti seorang pelacur yang memberi minum anjing di akhir hayatnya. seperti seorang pembunuh 99 orang yang ingin bertobat.

jadi,
inti renungan kali ini:
Perbanyak amalan shalih.
Senantiasa ikhlas (sebelum, ketika, dan sesudah beramal)
Berdoa agar bisa dimudahkan untuk beramal amalan surga.

kawan, semoga kita semua bisa dikumpulkan lagi pada suatu hari di taman-taman firdaus. amin

Allahu’alam bish shawab.

4 thoughts on “Renungan

  1. masak jadi istri sih,,, jadi suami dong!

    dikirain mau taun depan, nyusul A’rinal (kemana???)

    hmm… 5 tahun lagi.. doakan saya juga ya, maksimal 5 tahun lagi juga..

    *masih mencari cinta-Nya*

  2. wah, untuk yang S3 benar2 lucu H,
    hahaha…
    kenapa ya akhir2 ini banyak banget yang nikah..
    minggu ini aja ana dah dapat kabar 4 walimahan..

    apakah ini suatu pertanda??
    ntm kapan nyusul H..
    n makasih reviewnya… jadi semangat untuk ikut kajian hadist lagi, (kemarin ga bisa, ada tugas gambar.. hhh berasa kayak arsie aja sekarang)…

    semangat bro

  3. @prib: maksudnya dapet istri. 5 tahun lagi? umm, kelamaan…
    @kang ryan: alhamdulillah, saya memilih untuk menjadi dewasa *walaupun kadang childish >.<*
    @taufiq: pertanda apa? umm, kapan ya? as soon as possible deh. haha. yuk, dateng kuliah hadits (Riyadhus salihin) tiap kamis jam 12.30 di korut salman bagian depan dan (Arbain An nawawiyah) tiap sabtu jam 16.00 di korut salman bagian belakang. rasakanlah nikmatnya menggambar peradaban =9

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.