Amalan Jariyyah Arsitek

Assalamu’alaykum wr wb

Segala puji benar-benar dan sungguh-sungguh hanyalah milik Allah Yang Maha Menguasai Segala Sesuatu. Bahkan semua yang kesuksesan seseorang tidak pernah lepas dari kuasanya. Jadi, Dialah satu-satunya yang patut dipuji, sepakat? setuju?
Selawat serta salam semoga selalu tercurah untuk Nabi Muhammad saw: hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu. Nabi yang ummi dan penutup nabi-nabi sebelumnya. Lisannya yang mulia pernah bersabda:

Dari Ibnu Mas’ud ra., berkata Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Dari Abi Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: “Apabila mati anak Adam, maka putuslah amalannya melainkan tiga perkara: sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan untuk kedua orangtuanya.” (HR. Muslim)

Sedikit ilustrasi yang diberikan oleh Ustadz Zulfi mengenai hadits di atas:

Pada suatu waktu yang entah kapan di suatu tempat yang entah dimana, seorang Arsitek mendapatkan sebuah proyek besar. Dia diminta merancang sebuah bangunan untuk kampus. Lantas, ia merancang dengan mengoptimalkan seluruh kemampuannya agar bangunan itu berdiri dengan baik, kokoh, dan nyaman. Hingga ia pun berhasil membuat bangunan tersebut. Apabila saat ini bangunan kampus tersebut sudah berumur 10 tahun, berarti kampus tersebut sudah menghasilkan 12000 orang sarjana. Sementara pada saat yang sama, masih ada 3000 orang yang sedang belajar.

Nah, dalam islam, arsitek ini adalah seorang yang sangat beruntung, selain ia mendapat uang bayaran karena bangunan tersebut, ia pun mendapatkan sesuatu yang “lebih”. Arsitek itu mendapatkan pahala yang luar biasa. Ia mendapatkan pahala sebanyak jumlah orang yang menikmati manfaat dari adanya bangunan tersebut, berarti: satu pahala miliknya yang terus mengalir karena manfaatnya, plus sejumlah 12000 orang yang telah menyelesaikan kuliahnya dan juga sejumlah 3000 orang yang sedang menjalani belajar, dan entah sejumlah berapa lagi dari nilai-nilai positif yang dimunculkan dari keberadaan bangunan tersebut.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha ilallah wallahu akbar!

Jadi, teruntuk teman-teman yang sedang studi di bidang arsitektur, marilah kita cari hikmah diantara ilmu-ilmu arsitektural. Maksudnya hikmah, yaitu ketika ilmu-ilmu arsitektural itu membuat kita dekat dengan Allah, karena sesunguhnya kita memiliki peluang besar untuk mendapatkan pahala yang begitu besar, dengan syarat niat yang ikhlas: hanya untuk Allah SWT.

Selain itu, karena kita juga mengemban amanah sebagai director of change. Bangsa ini sangat membutuhkan arsitek peradaban, karena sungguh betapa kacau balaunya tatanan di negeri ini. Pemikiran holistik yang selalu ditekankan ketika kuliah seharusnya kita pergunakan untuk merekonstruksi negeri ini. Yuk, berpikir besar dan bercita akan jayanya negeri Indonesia.

Negeri indah, Indonesia, memanggil namamu… menyapa nuranimu…
Negeri indah, Indonesia, menanti hadirmu… rindukan KARYAMU…

-Shoutul Harokah-

Allahu’alam.
Yang benar dari Allah SWT, yang salah murni dari saya, wassalamu’alaykum wr wb

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.