Ulasan Karya-Karya Arsitektur yang Mendapatkan Penghargaan

1. The Bayeler Foundation Museum

the beyeler foundation museum

Museum ini dibuat dengan orientasi arah utara dan selatan. Bangunannya memiliki ruang pameran yang memanjang secara garis lurus di luar ruangan yang dihasilkan. Bagiannya jauh lebih dinamis.

Arsitektur ini terpengaruh kepada langgam modern yang menonjolkan kejujuran struktur. Ini terlihat dengan jelas bahwa struktur bangunan ini terpisah dari selubungnya. Kolom-kolom yang solid disandingkan dengan selubung kaca yang transparan. Di tambah lagi atap datar yang berkisi-kisi dan empat dinding utama yang paralel. Hal tersebut menambahkan kesan kuat kepada arsitektur modern yang diusung oleh Le Corbusier dan Ludwig Mies van de Rohe. Hanya saja, Renzo Piano –sang arsitek— menggunakan batu pasir merah pada semua dinding bangunan. Lain dengan generasi sebelumnya yang dominan beton atau baja yang monokromatik.

Penggunaan material alam memberikan kesan bahwa struktur bangunan ini berasal dari batu alam Swiss yang muncul ke permukan bumi. Sayangnya, batu ini memiliki umur yang kurang baik dan mudah terkelupas.

Atap museum berupa kantilever yang transparan sehingga cahaya yang dihasilkan dapat memberikan olahan yang lebih lembut dan memberikan warna yang lebih alami. Atap terpisah dari bangunan dan didukung oleh sebuah struktur metal yang sangat sederhana. Namun, struktur tersebut tidak akan nampak dari galeri yang berada di bawahnya. Sambungan struktur yang tidak disembunyikan, menjadi suatu keindahan tersendiri bagi bangunan modernis ini.

Tapak yang berada di sekitar museum ini pun tidak ditinggalkan begitu saja. Pengolahan lanskap ini menjadi nilai tambah bagi bangunan ini. Renzo Piano memadukan antara sains, seni, dan society pada museum yang berada di Swiss ini.

J. Carter Brown membenarkan pernyataan The New York Times bahwa museum ini merupakan satu dari museum-museum termasyur di dunia. Menurutnya juga, Renzo Piano adalah orang yang mampu mencakup keseluruhan lanskap karena museum ini menunjukkan bahwa sensivitas Renzo Piano kepada tapak, konteks, dan sebuah penguasaan yang luar biasa terhadap bentuk, kondisi, dan ruang. Sehingga ruang-ruang tersebut terkesan lancar, homogen, kontinu, dengan semua tanaman dan sistem yang dengan cerdasnya disembunyikan dari pandangan. Satu-satunya hal yang segera terlihat adalah elemen yang merupakan komposisi arsitektur itu sendiri: kelembutan, dinding berplaster, lantai kayu, dan plafon yang terang.

Karena telah disepakati bahwa siang hari harus digunakan sebagai sumber cahaya di seluruh lantai dasar, berarti solusi desain bangunan ini harus berusaha untuk memaksimalkan cahaya pada siang hari. Sistem shading aktif mengontrol tingkat cahaya pada interior dengan ditentukannya batas waktu, terutama pada hari yang panas. Ini juga ditetapkan sebagai bagian penting dari strategi pencahayaan.

Kepustakaan
a. _____. 1999. The Pritzker Architecture 1998 Renzo Piano. Jensen & Walker. Los Angeles
b. Renzo Piano. 1997. The Renzo Piano Logbook. Thames and Hudson. London
c. http://www.architectureweek.com/2003/1105/environment_1-2.html pada 11 Mei 2009
d. http://www.architetturadipietra.it/wp/?p=1029 pada 11 Mei 2009

2. The Rudin House

the rudin house
Langgam dari The Rudin House adalah modern minimalis dan purisme. Karena pada bangunan ini tidak ada satu pun ornamen yang terlihat, tidak ada satu pun warna buatan pada materialnya. Bangunan ini menggunakan dinding beton exposed dengan warna aslinya.

Dan juga, bila diperhatikan secara seksama, rumah ini terdapat unsur ekspresionisme. Jendela-jendela di lantai satu dan lantai dua membentuk ekspresi wajah manusia.

Gambar di bawah adalah sketsa yang dibuat oleh Herzog dan de Meuron untuk studi perancangan The Rudin House. Berikut penjelasan sketsa tersebut (diawali dari kiri atas, berikutnya mengikuti arah jarum jam)
1. Rumah yang terlihat seperti volume yang kompak dan dapat dibuka.
2. Rumah tradisional dengan gable roof dan cerobong asap untuk mendukung
3. Rumah yang mirip dengan tandu yang sedang membawa penduduk
4. Balok padat dengan atap yang keranjingan dan kedudukan yang mudah pecah

sketsa the rudin house

The Rudin House di Perancis ini masih belum menjadi representasi yang lain dari mereka berdua untuk menyampaikan ajarannya dengan contoh-contoh. Di sini, mereka mengatur sendiri tugas membangun sebuah rumah kecil yang akan berdiri untuk pemurnian dari kata “rumah” sebuah gambar anak kecil dengan krayon, yang tidak dapat dikecilkan lagi menjadi sesuatu yang lebih sederhana, langsung, dan jujur. Dan mereka menetapkannya pada sebuah alas untuk menekankan kualitas gambarnya. Herzog dan de Meuron menjelaskan bahwa bentuk rumah ini seperti “sesuatu yang berat dan volume pola dasar yang terlihat seolah ditangguhkan di atas lereng yang landai, menunjukkan keinginannya untuk dirasakan sebagai sebuah objek yang abstrak.”

Atap tanpa overhang, cerobong yang tinggi, dan jendela-jendela besar, mengingatkan pada gambar seorang anak kecil. Air hujan yang mengalir pada bangunan yang sederhana ini bagaikan sedang mengalir di sebuah batu besar. Dinding beton yang belum selesai menekankan berat dari bangunan, tetapi pembuatan panggung mendukung dasar rumah yang mengapung.

Pepohonan buah-buahan dan padang rumput menekankan karakter pertanian dari taman yang hampir tidak dapat dibedakan dari alam sekitarnya.

Kepustakaan:
a. _____. 2001. The Pritzker Architecture 2001 Jacques Herzog and Pierre de Meuron. Jensen & Walker. Los Angeles
b. http://www.architectureweek.com/2001/0404/news_1-2.html pada tanggal 11 Mei 2009

3. The Netherlands Dance Theatre

The Netherland Dance Theatre

“Arsitek, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, terlah mengumpulkankekuatan mereka untuk mengeluarkan pikirannya secara fisik pada pandangan yang baru,” ujar Bapak Koolhaas, seorang yang luwes, sederhana, dan pandai berbicara. “sekali lagi seseorang merasa sebuah kepercayaan dalam propaganda alam dari arsitektur.”
— Rem Koolhaas, dikutip dalam “Rem Koolhaas, Pasca-nasionalis Arsitek”, The New York Times, 11 September 1994.

Teater Tari Belanda di Den Haag yang selesai pada tahun 1987 ini adalah salah satu proyek pertama yang diselesaikan untuk mengumpulkan sambutan-sambutan kritis dari berbagai tempat. Teater ini, pada awalnya disusun pada tahun 1980 sebagai sebuah perpanjangan menuju teater sirkus di Scheveningen, tepi laut Den Haag. Pada tahun 1984, yang telah disesuaikan dengan desain situs baru –the Spui Complex- di pusatnya. Pada saat itu, konteks baru tersebut terlah dalam perubahan yang substansial.

Saat ini, Teater Tari berbagi bersama The Spui Complex dengan sebuah ruang konser (van Mourik, arsitek), balai kota (bangunan putih oleh Richard Meier), dan sebuah hotel yang dirancang oleh Carel Weeber (juga perencana dari kompleks).

Apa yang telah jadi sebuah ekterior yang flamboyan mencerminkan liburan vernakular dari Scheveningen, menjadi sebuah bangunan sederhana di pusat kota (dengan pengecualian pada papan/mural) yang hampir hilang di antara para bangunan di sekitarnya yang terbuka.

Walaupun ada kolaborasi yang minim antara OMA dan arsitek dari ruang konser, kedekatan fisik gedung telah menghasilkan lobi bersama – dengan lebar gang antara dua bangunan sejauh 7 meter.

1. _____. 2000. The Pritzker Architecture 2000 Rem Koolhas. Jensen & Walker. Los Angeles
2. http://www.greatbuildings.com/buildings/Netherlands_Dance_Theatre.html
3. http://www.mimoa.eu/projects/Netherlands/Den%20Haag/Netherlands%20Dance%20Theater

4 thoughts on “Ulasan Karya-Karya Arsitektur yang Mendapatkan Penghargaan

  1. saya suka yang pertama, the Bayeler Foundation Museum, karena apa,,, karena landscapenya. Karena konsep desain arsitekturnya yang mengambil orientasi utara-selatan maka landscapenya disesuaikan dengan mengambil konsep grid. Pemakaian tanaman yang kontras (tajuknya berwarna merah) menambah keindahan ruang luarnya. pemilihan view-nya juga keren (walo yg keliatan cuma sedikit).
    hehehe ulasan amatir, coz the photos so eye catching.

  2. papeh,,, kalau ngelihat ulasan ini… keknya ilmu kita bagai langit dan bumi ya… terpisah 7 samudera (lebay)…

    gw sama sekali ga ngerti. Orientasi teh naon?? kejujuran struktur??
    adanya apakah struktur itu kuat nahan beban mati, sama hidup yang ada diatasnya atau tidak…

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.