Jawaban Pertanyaan Seputar Islam (2-edited)


*iseng buka-buka file lama, eh, nemu ini. tulisan ini dibuat waktu kelas xii. karena waktu itu ga ada aktivitas lain, selain belajar (haha), akhirnya para rohis kelas (irvan, dodo, nadia, uswah, izzah, dll) berinisiatif untuk membuat mading yang isinya berupa pertanyaan-pertanyaan dari temen-temen sekelas. mungkin hal ini juga yang melatarbelakangi munculnya KoMa (kotak kemajuan),, hmm… terimakasih kawan, untuk kenangannya*

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamu’alaikum warrohmatullohi wabarokatuh

Segala puji bagi Alloh, Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun, Maha Pemurah lagi Maha Perkasa, yang membolak-balikkan hati dan penglihatan, mengetahui yang nampak maupun yang tersembunyi. Aku senantiasa memuji-Nya, baik pagi maupun sore. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Kalimat syahadat (kesaksian) inilah yang menyebabkan diselamatkannya orang yang mengucapkannya dari azab neraka. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah nabiNya yang dipilih (olehNya), semoga shalawat tercurah terus menerus sepanjang hari kepadanya, keluarganya, dan para sahabatnya, mereka pantas mendapatkan kedudukan yang agung dan mulia.
___________________________________________________________________________

1. Selain puasa, nadzar itu bisa dalam bentuk apa saja? (XII-IPA 8)

Kawan, berikut ini kami lampirkan sebuah artikel mengenai nadzar…

Nadzar Potong Kambing kalau Diterima di PTN

Assalamualaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad yang dirahmati Allah, 9 tahun yang lalu saya pernah bernadzar dalam hati, “Jika saya lulus dari test dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri, maka saya akan memotong kambing.” Alhamdulillah akhirnya saya lulus dan diterima di PTN tersebut, tapi saya masih masih belum menunaikan nadzar tersebut.
Yang saya tanyakan adalah:
1. Apakah nadzar saya itu termasuk nadzar yang dibenarkan oleh syariat?
2. Apakah saya harus melaksanakan nadzar tersebut? Jika iya, sebaiknya saya serahkan/bagi ke mana kambing tersebut?
Jazakumullah khairon katsiron,

Iwa
iwa at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Selama isi materi yang dinadzarkan itu bersifat ibadah atau amal-amal yang mendatangkan kebaikan dan manfaat nyata serta tidak bertentangan dengan larangan-larangan agama, tentu saja nadzar itu sah dan wajib dilaksanakan. Sebagaimana sabda beliau SAW

“Siapa yang nadzar untuk mentaati Allah, maka taatilah (laksanakanlah). Dan siapa yang nadzar untuk maksiat kepada Allah maka dilarang.”

Misalnya ketika anda bernadzar untuk menyembelih seeokor kambing, tentunya niat anda agar daging kambing itu bisa bermanfaat buat orang lain untuk dimakan. Hal itu tidak bertentangan dengan syariat Islam. Karena menjadi sedekah anda buat mereka.

Namun kalau dalam hati anda niatnya untuk dijadikan persembahan kepada jin, roh, dukun atau ritual dari alam ghaib lainnya, tentu saja hukumnya haram. Selain syirik, praktek seperti itu melahirkan dosa besar, sehingga kalau nadzarnya seperti itu, hukumnya tidak boleh dilaksanakan.

Kalau anda bertanya tentang ke mana memberikan daging kambing itu, jawabnya tergantung yang terbetik di benak anda saat bernadzar. Kalau yang terbetik adalah memberi kepada fakir miskin, maka carilah fakir miskin. Boleh secara langsung anda mencari sendiri dengan menyusuri pemukiman kumuh pinggir kali misalnya, atau anda serahkan kepada lembaga yang secara khusus bisa dipercaya untuk menyampaikannya.

Tapi kalau nadzar anda hanya bersifat umum, tanpa ada kepastian untuk siapa, sebagian dari daging itu boleh anda hadiahkan kepada orang lain yang tidak termasuk ke dalam kategori fakir miskin. Namun alangkah baiknya bila pemberian itu tetap memprioritaskan orang-orang yang kelaparan dan sangat membutuhkan.

Hukum Melakukan Nadzar
Baca lebih lanjut