Tips-Tips sekaligus Usulan untuk DKM Ar Rahmah

RAPAT EFEKTIF
Adanya penghormatan terhadap waktu (datang sebelum waktunya)
a. Pemberitahuan rapat sejak awal (tidak mendadak dan mencantumkan waktu pasti rapat lalu mulai tepat pada waktu tersebut)
Mempersiapkan bahan rapat dengan baik
a. Pemberitahuan agenda pembahasan (agar peserta bisa memikirkan terlebih dahulu, tidak kosong)
b. Memanfaatkan media rapat secara efektif (papan tulis, alat tulis, dll)
c. Serba aneka pendukung (QL sebelumnya, diawali tilawah, diisi taushiyyah, diakhiri doa)
Fokus pada apa yang dikerjakan
a. Dinamisasi rapat (pemimpin memancing peserta aktif berpendapat dan rapat menjadi dua arah)
b. Ketegasan dari pemimpin rapat (jika terlalu lama, pemimpin bisa mengambil keputusan dengan pertimbangan bersama)
c. Kesimpulan dan pembagian tugas (membaca hasil rapat dan mengecek tiap peserta akan tugasnya)

URGENSI DAN LINGKUP DA’WAH MUSLIMAH (akhwat punya kekhasan yang tidak bisa dilakukan oleh ikhwan, oleh karena itu perlu terdapat dakwah yang melibatkan muslimah saja)
Peran (secara fungsional harus ada di Dewan Harian, biasanya difungsikan kepada sekretaris I)
a. Wakil ketua lembaga (mewakilkan suara lembaga dari pihak muslimah)
b. Pemimpin untuk seluruh koordinator akhwat (bertanggung jawab terhadap keberjalanan korwat)
c. Sebagai pelaksana ‘bidang’ dakwah muslimah (Kaderisasi untuk teman-teman pengurus *kajian khusus muslimah tentang kemuslimahan*, Syiar untuk masa ammah *ucapan selamat berjilbab*)
Yang dilakukan:
a. Meluruskan paradigma wanita agar sesuai dengan fitrahnya
b. Membudayakan gaya hidup islami kepada para muslimah
c. Membentuk karakter muslimah yang tawazun *fikriy, ruhiy, jasadiy*

FUNGSI KOORDINATOR AKHWAT (perlu ada!)
a. Manager (pengoordinasi dan pembimbing para akhwat)
b. Upgrader (peningkat kapasitas dan kemampuan para akhwat)
c. Controller (pemantau kondisi ruhiy/amalan, fikriy/akademis, jasadiy/kesehatan para akhwat)
d. Reminder (pengingat agenda-agenda dalam timeline yang telah disusun)
e. Penampung Aspirasi (terutama bila rapat terpisah karena mendesak)
f. Pengomunikasi dengan Ikhwan (penyampai aspirasi, dibutuhkan seorang yang vokal)
g. Memimpin eksekusi agenda khusus muslimah (termasuk yang ngasih kerjaan ke ikhwan, misal: ngangkat logistik)
h. Penyeimbang dan back up kepala departemen (bagai wakil ketua, men-trigger staf *termasuk yang ikhwan*)

PERANGKAT PEMBINAAN (Tarbiyyah Intern)
Tujuan
untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi terkait; Tsaqofah Islamiyyah, Manajemen Dakwah, Kemampuan Fisik, Wawasan umum, Kompetensi khusus, dan Ruh Dakwah.
Bentuk
a. Halaqoh (wajib bagi pengurus Lembaga Dakwah untuk memilikinya, sebagai mentee maupun mentor. Karena menjadi mentor termasuk pembinaan) – tapi kalo di DKM, mentoring dipegang Pendidikan
b. Ta’lim dan Tatsqif rutin (sebaiknya memiliki alur, sesuai dengan keadaan/masalah pengurus)
c. Dauroh (Biasanya mengenai soft skill *kepemimpinan, dll* dan hard skill *menyetir, P3K, dll* Bentuk: muhasabah, motivasi, simulasi, workshop, bedah buku, membuat tulisan, focus group discussion, team building, dan bisa gabung dengan pembinaan lainnya. Sebaiknya: jauh dari tempat biasa, hanya 1 tema)
d. Rihlah (kegiatan yang bersifat lebih sains. Bentuk: meneropong Bintang, pergi ke gunung/pedalaman hutan, wisata ekstrem *bungge jump¸ paralayang, terjun parasut, arum jeram, Scuba diving , dll*
e. Jaulah ke tokoh/ulama atau tempat tertentu (sehingga bisa dapat ilmu langsung dari ahlinya: ilmu tasawuf ke ulama di pesantren tertentu, belajar tentang entrepreuenership ke pengusaha, belajar dasar politik ke pejabat politik, studi banding ke Lembaga Dakwah yang lebih berpengalaman, sharing dan menambah feel dakwah skala nasional dengan kunjungan ke Lembaga Dakwah yang muda.)
f. Mabit/Malam Bina Iman dan Taqwa (untuk mendekatkan diri kepada Qur’an *menghafal Qur’an, Qiyamulail berjamaah, dan ceramah tentang Qur’an*, konsolidasi lembaga dakwah, dan mempererat ukhuwwah)
g. Outbound dan Kemah (untuk melatih nyali dari kader dan melatih kader untuk berani dan melawan ketakutan akan tantangan dunia, untuk memicu ruhul istijabah/kesigapan-ketaatan dari kader, untuk tolong menolong yang bisa juga dijadikan sebagai simulasi saling membantu dalam kebaikan)
h. Riyadhoh (yang perlu diperhatikan adalah bentuk olahraga, serta frekuensi dan durasi waktunya)
i. Malam Agitasi (pembinaan semimiliter dengan tempo yang sangat keras, melakukan stressing dan agitasi, dan berlanjut dengan muhasabah untuk intropeksi kepada kader)
j. Silaturahmi (Bentuk: share dengan angkatan terdahulu, nonton bareng, makan-makan *ICU*, games, tuker kado, dll. Tujuan: lebih keukhuwwah dan refreshing menghindari kejenuhan)
k. Penugasan (membaca buku tertentu, membuat resume, membuat tulisan tentang sesuatu, dll)
l. Latihan beramal (menjadi mentor, mengisi kultum, menjadi pembicara pengajian, menjadi panitia agenda dakwah, dll)

OPTIMALISASI DEPARTEMEN PENDIDIKAN (Pendidikan)
Peran
a. Peran untuk internal kader (memastikan tiap pengurus memiliki kelompok mentoring, punya kemampuan lebih dalam aspek quraniyyah, dan memiliki nilai yang baik dalam semua mata pelajaran)
b. Peran syiar dan pelayanan sekolah (menyediakan sarana belajar agama melalui mentoring dan belajar pelajaran melalui pembentukan kelompok belajar, pembahasan soal-soal, try out, informasi lomba, beasiswa, dll)
c. Peran pendekatan kepada pihak sekolah (melalui legalisasi dan pengwajiban mentoring kemudian memasukannya ke dalam nilai agama Islam)

MEMBANGUN IKATAN ALUMNI DAKWAH SEKOLAH (FORKOM ALIMS)
Tentang penjagaan hubungan:
a. Membuat database alumni (Nama, Alamat, Nomor telepon dan HP, Email, Perguruan tinggi, Jurusan, Angkatan, Jabatan di ikatan alumni, Ekskul/organisasi yang pernah diikuti, dan Hari kosong. Untuk pengisi mentoring, pengajian, dll. Update tiap tahun dan wariskan ke pengurus selanjutnya. Ada PJ per angkatan atau per generasi untuk jarkom)
b. Silahturahim alumni (Agar alumni mengetahui perkembangan Lembaga Dakwah. Mengunjungi seorang alumni. membuat sebuah wadah bertemu di dunia maya, misal: mailing list, forum online, website. mengumpulkan banyak alumni dalam satu tempat dan waktu *saresehan*)
c. Sering mengadakan kerjasama kepada alumni secara personal maupun secara ikatan alumni

TENTANG MASA ORIENTASI SISWA
a. Branding (pencitraan yang baik mengenai lembaga dakwah, misal: acara tidak ngaret, dll)
Perlu dicatat, saat ini adalah kuantitas yang dikejar karena sedan masa perekrutan. Oleh karena itu, rekrut sebanyak-banyaknya dengan pencitraan yang baik.
Kualitas dikejar ketika proses kaderisasi/pembinaan Lembaga Dakwah dimulai.
b. Event (acara) dan Service (pelayanan)
Talkshow siswa atau alumni berprestasi yang aktif di Lembaga Dakwah dan Mentoring
Motivation Training (untuk belajar ilmu dunia dan AKHIRAT)
Kemuslimahan (biasanya ketika ikhwan sedang shalat Jum’at)
Open house lembaga dakwah (citrakan yang baik dan menarik)
Bagi-bagi buku second hand
CD dan Booklet. konten: info SMA, atmosfer KBM, Ekskul-Organisasi (singkat), Lembaga Dakwah (perbanyak)

AGENDA SYI’AR RAMADHAN
a. Propaganda (bikin suasana yang Ramadhan banget!)
Bentuk: poster, leaflet, booklet/notebook, stiker, pembatas buku, spanduk.
Konten: shalat malam sebelum sahur, tilawah setiap hari, bersedekah, tebar senyum dan kebaikan, ajakan shalat sunnah dhuha,jangan menyontek saat ujian, keutaamaan ramadhan, tips berpuasa, hari khusus baju koko dan jilbab, setiap hari jumat, jadwal imsakiyah.
b. Event (acara) dan Service (pelayanan)
Ta’lim+ta’jil bareng, Buka bareng se-SMA, Sahur on the road, Lomba kreatifitas, I’tikaf, Bazaar murah, Baksos, Sanlat.
Pembagian ta’jil, Anda bertanya-Ustadz Mennjawab, Siaran radio, Sahur wake up call, Jadwal imsakiyah.

PROGRAM TEPAT, KERJA BERKAH
a. Cashflow/basis dana (kemandirian finansial: memanfaatkan proker untuk menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana)
b. Appreciation/Participation (perhatikan objek, subjek, dan supporter kemudian buat mereka memberi tanggapan positif)
-OBJEK/peserta program (Tercerahkan. Perhatikan: Konten sesuai kebutuhan si objek dan sesuai kadar pemahamannya, positioning/penempatan program yang tepat, differentiating/pembedaan jenis program, branding/pencitraan tiap program yang menarik, nilai lebih dan menjual, mengakar dan menyentuh seluruh elemen. Sinergi: Dalam dan luar *jangan bentrok sama yang lain*, yang disinergikan: ide, tempat, waktu, dana, SDM, dan media publikasi. Marketing dan media publikasi, yang baik adalah dari mulut ke mulut)
-SUBJEK/panitia/pelaksana program (Makin dekat pada Allah. Cara: Pembekalan dan peningkatan kapasitas internal/transfer informasi, Penjagaan *kontrol ruhiy, fikriy, jasadiy*)
-SUPORTER (simbiosis mutualisme dan mendukung dakwah: pengisi program, sponsorship, media, dll)
c. Value (nilai-nilai Islam yang tersampaikan dan diterima oleh objek, subjek dan suporter)
d. Documentation (yang kebersinambungan untuk referensi masa depan. Bentuk LPJ, foto/video kegiatan, data-data statistik, laporan keuangan, daftar hadir, notulensi rapat, dll)

DAKWAH DENGAN HATI
a. Amati objek dakwah (dekati dengan pendekatan objek, gunakan bahasa mereka, cari apa saja yang mereka butuhkan)
b. Respon kebutuhannya dengan inisiatif yang cepat
c. Tertib (tidak berantakan, tetapi terstuktur)

KESEIMBANGAN ANTARA DAKWAH DENGAN SEKOLAH
a. Berpikirlah bahwa Anda bisa berdakwah secara optimal dengan tetap meraih nilai memuaskan (memahami keseimbangan dalam berdakwah, termasuk dakwah akademis)
b. Fokus pada apa yang dikerjakan (ketika di kelas, memperhatikan dan mencatat materi. ketika beraktivitas, tunda pikiran mengenai tugas sekolah)
c. Mempunyai agenda harian serta checklist catatan tugas (mengalokasikan waktu belajar dan mengerjakan tugas sekolah setiap hari dan jangan menunda hal-hal dalam agenda tersebut, mengalokasikan waktu berkegiatan dengan tepat serta memilih tanggung jawab yang sebanding dengan kapasitas diri)

PERAN DAKWAH SEKOLAH TERHADAP DAKWAH KAMPUS
a. Penyuplai calon-calon ADK
b. Bekal pengalaman untuk beraktivitas di lingkungan yang lebih heterogen dan kompleks
c. Penjaga semangat berdakwah

PERAN DAKWAH KAMPUS TERHADAP DAKWAH SEKOLAH
a. Berperan sebagai pengelola dakwah sekolah (menjadi DP)
b. Sebagai mentor
c. Sebagai pemateri atau pengisi acara (pengajian, talkshow, dll)

PARAMETER KEBERHASILAN DAKWAH
Stakeholder terkait menerima nilai-nilai yang dibawa dakwah dan menanggapinya dengan baik
a. Subjek dakwah semakin dekat kepada Allah
b. Objek dakwah mendapat pencerahan
c. Pengisi acara semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik pada kesempatan selanjutnya
d. Donatur mendapatkan surplus dan semakin ingin membantu dakwah
e. Penerus estafet dakwah bisa melakukan yang lebih baik dari sekarang

KEJENUHAN DALAM BERDAKWAH
a. Membangun Komunikasi yang Sehat
b. Peka terhadap sesama (tidak hanya mengurusi jobdesc-nya saja)
c. Memberi Tanggung Jawab sesuai dengan Proporsi dan Kadarnya
d. Adanya keseimbangan antara Pembinaan (pastikan rutin) dan Amanah
e. Pemahaman urgensi dan keutamaan Dakwah

MENGHILANGKAN KESAN EKSKLUSIF
a. Berpikir positif tentang objek dakwah (dia juga teman kita sekaligus calon teman seperjuangan)
b. Hindari merasa nyaman dalam lingkungan dakwah (dakwah saat ini adalah mengajak yang belum tertarik pada Islam hingga tercerahkan)
c. Berbaur tapi tidak melebur (toleran pada hal tertentu saja, toleransi sebagai bentuk strategi berdakwah)

KOMUNIKASI IKHWAN DAN AKHWAT
a. Menggunakan hijab saat rapat
b. Proses komunikasi yang efesien (to the point *tidak basa-basi* dan wajar *tidak kaku/tidak lebay*)
c. Regulasi tidak tertulis (waktu tidak boleh SMS-an, telepon, dll)
d. Pemanfaatan media terbuka bersama (milis, forum, mading, dll)

MENCEGAH VIRUS MERAH JAMBU
Cara mencegah
a. Hindari longgarnya regulasi atau tata nilai tidak tertulis terkait hubungan ikhwan dan akhwat
b. Hindari lemahnya ukhuwah diantara kader sesama gender
c. Saling menjaga
Cara mengobati
a. Mengenali siapa yang terjerat virus ini (sifat/karakternya untuk menentukan treatment yang tepat)
b. Pendekatan solusi
-Diskusi rutin (tidak terjadwal, tapi memiliki alur, untuk menyadarkan tanpa menghakimi)
-Menegaskan regulasi atau tata nilai
-Mengingatkan melalui mentor yang bersangkutan
-Menjaganya tetap dalam lingkungan dakwah (selama ia masih dalam lingkungan dakwah ia akan lebih terjaga, beri amanah lebih agar ia lebih fokus pada kegiatan ketimbang urusan hatinya dengan lawan jenis)
-Mendoakan agar suatu hari sadar
c. Menjalankan solusi-solusi dengan sabar, telaten, dan rutin

4 thoughts on “Tips-Tips sekaligus Usulan untuk DKM Ar Rahmah

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.