Mengkritisi Sistem imaG

assalamu’alaykum wr wb

hanya ingin melemparkan wacana tentang sistem di imaG,,
saya kurang sreg dengan beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran seseorang di imaG…
sebenernya solusinya udah terpikirkan, tapi pengen tahu dulu, pandangan temen2 yang baca seperti apa… ^^v hehe
ini dia:

1. adanya nonBP, kesempatan belajar lebih dikit karena pilihannya cuma satu: kepanitiaan
2. adanya BP yang jadi ‘pejabat’ di kepanitiaan, sehingga semakin mengurangi ladang kerja nonBP. sebaiknya, posisi penting di kepanitiaan (panitia inti, kordiv) diisi oleh nonBP. tapi, saat ini masih ada yang dijabat oleh BP.
3. adanya anggota baru (jenjang bina) yang langsung menjabat di level tertinggi (BPA), hal ini membuat jam terbangnya kurang. karena BPA tidak terlibat dalam hal2 teknis (yang seharusnya, jenjang bina banyak mengambil pelajaran yang banyak disini). kaderisasi tidak sehat, tidak mengalami low management, tapi langsung ke top management. dampaknya kurang terasah kemampuannya
4. adanya anggota biasa yang ‘ga ngapa2in’, sebut saja swasta/tingkat akhir. seharusnya pada jenjang anggota biasa, peranannya harus besar mengingat mereka adalah jenjang tertinggi yang masih tercatat sebagai mahasiswa (tingkat tertinggi juga)
5. kurang terorganisasinya anggota madya. saya yakin anggota madya ini masih ingin berkontribusi ke imaG, tapi gak ada wadah dan koordnatornya. lahan kontribusinya pun membingungkan/ga jelas/sulit didefinisikan
6. posisi senator di luar BP, sehingga sulit koordinasi. sebaiknya senator selalu ikut rapat BP sehingga tahu kondisi internal perhimpunan
7. adanya anggota mula yang menjadi anggota bina di tingkat tiga atau empat, biasanya setelah itu tidak ngapa2in lalu tiba2 jadi anggota madya/lulus
8. umm, apa lagi yah? udah dulu ah…

menurut saya, jika hal2 di atas masih ada, akan ada beberapa orang anggota yang akan tidak sempurna pembelajarannya di imaG, sehingga peran imaG sebagai kokurikuler tidak optimal.

ada tanggapan?? makasih

-PH AR07 G08 PSDA09-

6 thoughts on “Mengkritisi Sistem imaG

  1. gini reza,, semua yg dijalanin di BP itu gak saklek. kalo kamu gak suka,, km bisa bicara di muker misalnya. yang saklek cuma yang ada di ad/art. karena ad/art kita normatif banget,, yah jadinya gak saklek juga..hehe..

    sy komentarin satu2 yaa..
    1.kenapa ampe harus ada orang2 yang ‘gak kebagian’ kerja di BP? dulu, pas angkatan 2003 masih bina..semua masuk BP. akhirnya, magang jadi gak efektif karena orangnya kebanyakan. jadinya,, ada orang2 yg dikaryakan di non-BP.

    idealnya,, ngeplot orang di BP ato kepanitiaan pun mesti disesuaikan dengan karakter orgny. misalnya, orang yang bosenan ditaro di kepanitiaan yg periode kerjanya lebih pendek dari BP tapi dia tipe yg bisa pol2an kalo ngerjain proyek. dstnya lah..

    lagi2,, idealnya baik BP maupun kepanitiaan ato wadah berkarya yang laen itu bisa jadi wahana yang sama buat tiap anggota belajar. cuma,, emang mungkin (kritik sy juga buat imag),, di G wadah untuk belajar kondisinya beda2. padahal,, di kelompok minat sekalipun seseorang bisa jadi optimal. banyak lah caranya,, jangan dikotak2in BP dan nonBP

    2.nah,, itu mah kebijakan kahimnya langsung. jaman sy jadi BP maupun kepanitiaan..itu gak ada..bener2 diusahakan buat dibikin merata..

    3.soal BPA,, itu balik ke sistem demokrasi yang dianut ama G. semua punya kesempatan yg sama buat beraspirasi. kalo anggota bina gak ada di BPA, siapa yg bakal ngewakilin kalo gitu?? nah,, soal belajar berorganisasi di level rendah,, baliknya ke GDK.

    kalo yg dipelajari di kepanitaan/BP itu skil manajemen rendah bidang eksekutif. pas anggota bina di BPA?? ya skil manajemen rendah legislatif. karena sy pernah jadi senator, jadi legislatif itu sulit. kenapa?? jarang ada yang pernah jadi legislatif dengan bener dan baik. sekali lagi, di manapun semuanya bisa jadi wadah buat belajar.

    4.balik lagi ke GDK. ingat, tugas utama mahasiswa kan belajar. kalo disesuaikan ama jenjang studi, emang udah waktunya mahasiswa TA ngasih kesempatan buat yang ada di bawahnya buat ngambil keputusan di organisasi.

    5.lagi2 soal GDK. menurut saya yang udah susah akses ke himpunan, kontribusi harus disesuaikan juga dengan porsi. G adalah wadah, gunakan wadah itu sesuai dengan porsinya.

    6.posisi senator, emang bisa diluar maupun di dalam BP. tapi, kalo menurut kamu masalahnya di koordinasi, ya yang dibenahi koordinasinya aja. soalnya,, meletakkan senator di bawah kahim beresiko pada komando yang dia terima. komando vs koordinasi jangan ampe bias.

    7.buat temen2 yg begitu,, kayaknya ada juga contoh yang enggak. misalnya tiffa yang begitu masuk langsung diperbantukan banget. ada juga yang dilantik pas tingkat 1 barengan yang laen tapi sejak dilantik kontribusinya minim banget. ya,, kan tiap anggota bebas milih mau ngegunain wadahnya ato enggak.

    terakhir,, senang bisa berbagi..:D
    pesan saya,, jangan berhenti mempertanyakan.. kritisnya dijaga terus aja,, hehe..

  2. waaa, makasih udah nanggepin ^^

    1. yang angkatan 2003 itu, mungkin struktur di BP-nya kekecilan, jadi satu bidang orangnya membludak. jadinya gak efektif. mungkin. *ntar nanya kang wildan ah…*

    iya sih, tapi saya gak bisa terima kalo mesti selalu disesuaikan. kadang harus juga kerja di tempat kurang nyaman untuk masa depannya ^^

    pengennya sih ga ngotak2in, tapi itu. kasian aja, peluang belajarnya beda.

    2. skip aja ya,,

    3. kalo soal narik aspirasi gak ada masalah. yang saya soroti ketika si anggota bina yang ga ngapa2in, hanya mengawasi keberjalanan BP/kepanitiaan. menurut saya sih, bukan waktunya. kenapa gak bikin bidang data dan survey? nah, disitu ada semua perwakilan angkatan dan semua aspirasinya ditarik.

    4. nah, nyambung ke yang sebelumnya. pada swastalah fungsi mengawasi ini seharusnya dibebankan. kalo ranah eksekusi, paling tinggi tingkat tiga aja.

    5. iya sih, tapi saya menjadi mempertanyakan fungsi dan peran IA-ITB. seberapa pentingkah? pengennya sih anggota madya ini jadi semacam bapak2 disana ^^

    6. emang gak boleh ya, kalo jadi komando? iya sih, asalkan bener2 jadi representasi himpunan dan ngerti kondisi himpunan, ya gpp diluar juga. tapi, akan sangat sulit kalo diluar BP.

    7. yang ini, khawatir niatnya hanya ingin dapet jaket dan titel aja sih ^^

    tanggepin lagi dong, teh.
    makasih ya…

  3. salah satu fungsi BPA adalah sebagai salah satu sarana untuk menyuarakan aspirasi anggota.
    nah, selama ini gimana cara narik aspirasinya? dengan kuesioner kan?
    kira2 begitulah kerjaannya si bidang data dan survey. mengambil data, mengolah, kemudian menjelaskan ke BP mengenai hasil datanya ke BP.
    bahkan bisa juga ngumpulin database anggota, membuat grafik presensi tiap rapat/sosialisasi/acara, dll. banyak deh ^^

  4. Ping-balik: Surat untuk BPA, Cakahim, dan G’08 lainnya ^^v « perjalanan seorang arsitek merancang peradaban islam

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.