Negara Islam

Bismillah
Ba’da tahmid dan shalawat

Saat ini kita sedang merindukan kembali hadirnya negara Islam yang membawa kedamaian dan kesejukkan di tengah krisis dan konflik yang menerpa dunia kita. Namun, ternyata tujuan Rasulullah bukanlah mendirikan negara Islam, itu hanya metode saja, tujuan sebenarnya adalah menjadikan Islam sebagai soko guru peradaban. Yap, peradaban Islam!

Lalu, kenapa sih Rasulullah melakukan pendirian negara dulu. Yuk kita bahas ^^v

Seperti yang telah kita ketahui sejak SD. Sebuah negara memiliki unsur-unsur yang harus dimiliki agar dapat disebut negara. Jika salah satunya tidak ada, hal tersebut belum bisa disebut negara. Unsur-unsur itu adalah:
1. Pemerintahan
2. Rakyat
3. Wilayah
4. Pengakuan dari negara lain

Nomer satu sampai tiga biasa disebut sebagai de facto, sedangkan nomer empat adalah de jure. Nah, sekarang, mari kita bahas unsur-unsurnya.

Unsur pertama dan kedua, yaitu pemerintah dan rakyat, sebenernya memiliki kesamaan yang seharusnya disatukan. Keduanya merupakan manusia. Hanya saja, pemerintah merupakan manusia yang menjadi subjek dalam negara, sedangkan rakyat lebih kepada objek (tapi, tidak bisa dibilang segampang itu juga sih ^^).

Sebelum mengoperasikan sebuah negara, hendaknya dipilih manusia-manusia terbaik yang dikelola dan dibelajarkan terlebih dahulu hingga dia sendiri memiliki sistem yang baik dalam dirinya. Begitulah Rasulullah memulai kerjanya. Membentuk kepribadian-kepribadian yang Islam. Karena jika ingin mengubah sebuah masyarakat, ubahlah perilaku individunya. Sedangkan jika ingin mengubah pola perilaku individu, ubahlah pola pikirnya. Hal ini, Rasulullah lakukan mulai dari Abu Bakar sampai ke Mushab bin Umair yang merupakan binaan Abu Bakar. Mushab inilah yang dikirim ke Madinah dan melakukan Islamisasi disana dalam rangka menyiapkan negara Islam.

Setelah memiliki pemerintahan dan rakyat, seharusnya negara memiliki suatu sistem yang menjadi perangkat lunaknya, yaitu sesuatu yang dengan apa negara bekerja. Sistem tersebut adalah Islam. Allah menurunkannya melalui firman-firman-Nya. Sungguh luar biasa. Turunnya ayat ini pun sesuai dengan tahapan yang Rasulullah lalui.

Di Mekkah, Rasulullah sedang membentuk kepribadian Islam, maka ayat yang turun adalah tentang Tauhid dan ajaran-ajaran Islam yang pokok. Dan ketika di Madinah Rasulullah mendirikan negara, ayat yang turun adalah tentang ekonomi, budaya, politik, dll.

Kemudian, apabila pada unsur-unsur ini (pemerintahan, rakyat, dan sistem) ditambahkan ilmu pengetahuan dan kepemimpinan, maka unsur-unsur tersebut akan bersinergi dan tumbuh secara cepat.

Lalu, unsur ketiga, yang perlu kita pahami bahwa tidak ada negara tanpa wilayah. Rasulullah saw butuh suatu tempat untuk menjalankan sistem kehidupan Islam dalam lingkup yang lebih luas. Setelah melakukan studi dan perencanaan, terpilihlah Madinah sebagai tanah tersebut. Kelak, negara Madinah ini akan menjadi preseden mengenai seperti apa negara Islam dan bagaimana cara-cara terbentuknya. Itulah salah satu alasan mengapa Rasulullah saw mendirikan negara, karena Islam memerlukan wilayah untuk menjalankan syariatnya secara sempurna. Hal ini tidak dapat dilakukan bila tidak hijrah dan tetap di Mekkah.

Kemudian, dengan adanya negara, umat muslim dapat memembangun jaringan sosial. Manusia sebagai individu akan memiliki sebuah efektivitas ketika ia terhubungan dengan individu lainnya secara fungsional dalam suatu arah yang sama. Tanpa mendirikan negara Islam, hal ini akan sulit terwujud karena akan mendapatkan hambatan dari dalam sistem negara itu sendiri.

Terakhir, pengakuan dari negara lain. Rasulullah melakukan tahap ini dengan perjanjian dan perang. Perjanjian dalam Piagam Madinah menghasilkan kesepakatan bahwa negara Islam ini memang telah berdiri. Sedangkan perang-perang yang sejatinya adalah penyerangan terhadap negara ini (bukan Rasulullah yang mengajak, melainkan Rasulullah yang diserang), merupakan pengakuan secara implisit. Perang ini bertujuan untuk menghancurkan negara Islam yang telah berdiri. Perang ini mencapai puncaknya ketika perang Khandaq. Setelah perang Khandaq, Rasulullah melakukan ekspansi untuk memperlebar sayap Islam di Bumi.
Sempurnalah negara Islam!

Pertanyaan di awal, yaitu: kenapa Rasulullah melakukan pendirian negara Islam, telah terjawab dari uraian di atas. Selain itu juga, dalam sebuah hadits disebutkan: ”Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran, ubahlah dengan tanganmu; jika tidak mampu, ubahlah dengan lisanmu; dan jika tidak mampu, ubahlah dengan hatimu; yang sedemikian itu adalah selemah-lemahnya iman.”

Kemunkaran yang dilakukan oleh pribadi-pribadi, bisa dihentikan dengan kekuatan individual. Tetapi kemunkaran yang tersistimatisasi, hanya efektif dihentikan oleh kebijakan-kebijakan politis (kekuasaan). Contohnya, kita bisa saja menghentikan beberapa orang yang minum minuman keras, tetapi nyaris suatu kemustahilan menghentikan produksi minuman keras jika tidak ada kebijakan politis yang berupa pelarangan produksi dan pengedaran minuman keras di Masyarakat.

Mencegah kemunkaran merupakan kewajiban setiap muslim. Untuk melaksanakan pencegahan kemunkaran -baik yang individual maupun yang tersistematisasi- membutuhkan ”kekuatan”. Ini juga merupakan salah satu fungsi adanya negara Islam, selain bisa menyuasanakan nilai-nilai ketinggian Islam dari bawah (Bottom up atau secara kultural). Kita juga bisa dengan leluasanya mengopinikan dari atas (Top down atau secara struktural). ‘Serangan’ dari dua arah akan membuat cepatnya pembentukan peradaban Islam. Ya, negara Islam bukan tujuan akhir, tapi Peradaban Islam!! Allahu akbar!

Allahu’alam bish shawab.
CMIIW

2 thoughts on “Negara Islam

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.