Dua Aksi dalam Satu Hari


Assalamu’alaykum, kawan-kawan.
Sekarang, saatnya cerita-cerita… ^^v hehe

Pada tanggal 17 Juli lalu, saya mengikuti dua aksi lho. Pagi harinya saya ikutan aksi untuk mempropagandakan isu tentang diskriminasi terhadap Muslim Uighur Cina. Yang kedua, saya ikutan kegiatan pemberdayaan masyarakat bersama kelompok 19 divisi lapangan proKM.

Oke, kita bahas satu per satu.

Eh, ada yang tau berita tentang muslim uighur ga? emang sih, berita tentang saudara kita itu tertutup oleh berita bom di mega kuningan. Udah gitu, banyak negara yang mau nolongin untuk menyelidiki kasus megkun ini, sedangkan muslim uighur? Beritanya aja tidak ter-blow up. Aneh ya?

Jadi, gini loh. Pada awal tahun 2009, hampir 1300 warga Muslim Uighur di Xinjiang Cina ditangkap dan ditahan pemerintah komunis Cina dengan tuduhan terorisme, ekstremisme agama atau membahayakan keamanan negara.

Pemerintah Cina juga memberlakukan kontrol sangat ketat terhadap etnis ini, terutama terhadap kegiatan keagamaan warganya. Contoh, pegawai pemerintah yang Muslim dilarang shalat di masjid serta kajian al-Qur’an dan majelis taklim tidak diperbolehkan. Kemudian, dua rukun Islam, puasa dan haji merupakan ibadah yang dikontrol dan diatur secara ketat. Para siswa dan pegawai pemerintah dipaksa makan saat Ramadhan. Paspor milik orang-orang Muslim disita di seluruh Xinjiang untuk memaksa mereka mendaftar haji melalui biro yang ditunjuk pemerintah. Calon jamaah haji dilarang berangkat ke Makkah secara diam-diam. Pegawai pemerintahan dilarang mempraktekkan ajaran Islam, seperti penggunaan jilbab bagi Muslimah, misalnya. Melanggar aturan ini, bisa-bisa ditembak mati. Padahal, semua itu tidak bertentangan dengan undang-undang dan tidak mengancam keamanan negara.
Baca lebih lanjut