Surat untuk BPA, Cakahim, dan G’08 lainnya ^^v

Hehe, bukan pengen sotoy-sotoyan (bahasa apa pula ini?)
Tapi hanya ingin berbagi mimpi untuk himpunan kita tercinta.
Semoga bisa bermanfaat.

Pertama, tentang orientasi gerak.

• Mempererat hubungan kekeluargaan dan persahabatan antar anggotanya.
• Membela dan membantu kepentingan anggotanya guna kelancaran pendidikannya.
• Memperdalam dan memperluas pengetahuan anggota dalam kebudayaan dan ilmu pengetahuan, arsitektur khususnya.
• Membentuk para anggotanya menjadi sarjana Indonesia.
• Memasyarakatkan arsitektur.
• Mendermakan pengetahuan kepada nusa dan bangsa.

Hehe, pasti temen2 udah pada hapal kan, dengan poin-poin di atas?
Ya, itu adalah tujuan IMA-G yang tercantum dalam AD/ART.

Kalo kita sederhanakan, mungkin keenam tujuan tersebut terangkum dalam 3 hal: keanggotaan, ke-arsitektur-an, dan kebangsaan. Atau dengan kata lain, kuncinya adalah: kaderisasi, keprofesian, dan pengabdian masyarakat (sebenernya gw ga suka dengan kata pengabdian masyarakat, gw lebih seneng ke konsep pengembangan masyarakat/community development)

Kemudian, tercantum pula dalam AD Pasal I bahwa: ”Perhimpunan bernama Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma disingkat IMA Gunadharma atau IMA-G.”
Ya, ada empat kata yang merangkai nama perhimpunan kita, Ikatan, Mahasiswa, Arsitektur, dan Gunadharma.
Kalo kita konversi ke bentuk kata lain, mungkin bisa seperti ini:
I berarti tentang keanggotaan, M berarti tentang kemahasiswaan, A berarti tentang kearsitekturan, sedangkan G berarti tentang keorganisasian.
Kalo kita perjelas maka berdasarkan nama, IMA-G seharusnya memiliki fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan anggota (kaderisasi, penjagaan, kekeluargaan, dll), mahasiswa (pengabdian masyarakat, kajian, jaringan, dll), arsitektur (menunjang akademis/perkuliahan, keprofesian, dll), dan organisasi (ciri khas organisasi, peningkatan sofskill dan lifeskill, dll)
Dan ternyata, ketiga tujuan IMA-G sudah masuk ke dalam rangkaian diatas ^^

Jadi, gw sangat berharap bahwa IMA-G berorientasi pada hal-hal di atas secara lembaga. Nah, kalo fokus untuk tahun ini, gimana kalo KEPROFESIAN!!?

Lalu, masalah keanggotaan.
Karena pas kepengurusan zuhdi gw jadi PSDA, gw sering mengamati masalah keanggotaan nih.
Nah, yang pernah gw temuin udah gw tulis di sini.
Silakan baca dulu, kalo perlu kasih komen sekalian ^^v

Jadinya, gw pengen ngasih solusi nih.

1. Usahakan semua anggota biasa yang ‘aktif’ (bahasa di RUK-nya: anggota biasa penggerak. dalam hal ini yang dimaskud adalah G’08 dan G’09) masuk ke dalam BP (jadi staf semua)
Dengan bentuk struktur dan analisis kebutuhan anggota tiap bidang yang tepat, maka tak ada lagi anggota yang tidak terberdayakan maupun yang tidak mendapat pembelajaran.
Kalo usul gw, mending jangan pake format waka eksternal dan waka internal.
Mending dari kahim (ada sekjen/sekum) langsung ke sektor. Sektor-sektornya adalah hal yang gw sebut di awal, yaitu:
a. Keanggotaan, tugasnya ngurusin kesejahteraan anggota: kaderisasi anggota, hubungan dengan alumni dan swasta, upgrading BP, penjagaan anggota, dll.
b. Keprofesian, tugasnya menunjang perkuliahan anggota dan keprofesian arsitektur: info akademik, info beasiswa, praktek ber-arsitektur, tentang etika profesi, advokasi masalah akademis, workshop, software arsitektural, sayembara, cari proyek, dll.
c. Kemahasiswaan, tugasnya melakukan hal-hal yang mahasiswa banget: kajian isu-isu, pengabdian masyarakat, membangun jaringan, penelitian, entrepreneurship (tapi yang dua terakhir ini, gw masih bingung gimana jadinya kalo diadaptasikan ke bidang arsitektur ^^), dll.
d. Keorganisasian, tugasnya mengakomodasi minat dan bakat anggota, sekaligus menjadi ciri khas lembaga: kelompok minat.

2. Kepanitiaan sebaiknya diketuai oleh orang yang ada di bidang tempat proker itu berada. Misal, penjenjangan ketuanya adalah staf PSDA, ABM staf pengmas, Architect’s Tour staf kekeluargaan/keprofesian, dll. (mungkin pengecualian untuk penjenjangan mula-bina, kayaknya bisa dioprec untuk semua anggota ^^)
Lalu tentang kepanitiaan Dies. Gimana kalo jadi sektor kelima? Jadi panitia Dies ini termasuk BP dan bisa ngonsep acaranya setahun sebelum pelaksanaan.
Alur kerjanya kira2 gini: semua yang pengen jadi panitia Dies daftar ke sektor ini. Ketua sektor dipilih dengan mekanisme hearing (daftar, hearing, dan musyawarah penentuan oleh semua anggota) Kemudian, struktur ke bawahnya ditentukan oleh ketua sektor.

3. Tentang BPA.
Apakah struktur BPA-BP yang ada seperti sekarang ini mengikuti struktur kemahasiswaan ITB (kongres-kabinet)? Kalo iya, menurut gw, kayaknya ga relevan. Karena seperti yang kita ketahui dari ka Ucha, kalo himpunan itu kokurikuler (pendukung perkuliahan). Beda dengan kabinet atau kongres (yang sebenernya gw bingung dia tuh lembaga apa, tapi kayaknya sih mereka termasuk ekstrakuriler yang spesial ^^, karena mengoordinasi gerak semua lembaga kokurikuler, sehingga keberadaannya sama pentingnya dengan pemerintah) Jadi kayaknya harus dibedain.
Lalu gimana dengan fungsi BPA? Tenang gw udah punya usulan solusi kok.
Fungsi BPA dalam ART:
a. Sebagai salah satu sarana untuk menyuarakan aspirasi anggota -> pengen nanya, sebenernya selain lewat kuesioner, narik aspirasinya dengan apa lagi sih? Kalo emang hanya itu, mending bentuk saja ‘biro survey dan data’. Tugasnya narik aspirasi, mengolah, dan menjelaskannya kepada BP lain. Bisa juga yang jadi staf perwakilan dari angkatan yang masih kuliah.
b. Mengawasi jalannya pemenuhan kebutuhan dan kepentingan anggota oleh pengurus. -> kayaknya sudah bisa dipegang oleh sektor keanggotaan deh. Atau beda yah? Hmm,,, (sok mikir ^^)
c. Menjamin terlaksananya proses regenerasi ketua perhimpunan pada akhir masa kepengurusannya. -> untuk struktur di atas BP, gw usulin bentuk Dewan Pengawas. Penjelasannya ada di poin setelah ‘tentang BPA.’ Jadi nantinya, tugas, kewajiban, hak, dan wewenang BPA akan diambil alih oleh Dewan Pengawas (kecuali yang tentang aspirasi, diambil sama Biro Survey dan Data)

4. Dewan Pengawas ini diisi oleh angkatan tingkat akhir, sehingga bisa menjadi wadah bagi mereka untuk menjalankan statusnya sebagai Anggota Biasa Pembina (kalo meminjam istilah RUK IMA-G). Kepengurusannya bisa disesuaikan dengan jumlah BP yang ada. Pemilihannya dipilih oleh Dewan Pengawas sebelumnya.

5. Bentuk Ikatan Alumni. Seperti yang kita ketahui, alumni masih anggota perhimpunan. Alangkah baiknya jika ada sebuah wadah juga untuk tetap bisa berkontribusi untuk perhimpunan. Oia, kalo bisa di sektor keanggotaan ada bagian yang berhubungan dengan alumni.

6. Senator masuk BP. Kalo emang senator adalah orang yang representatif dari perhimpunan, seharusnya tau banget kondisi himpunan tuh seperti apa. Dia juga seharusnya merasakan suhu yang sama dengan BP. Jadi, usul gw, mending masuk BP aja. Atau minimal tim senatornya masuk BP.

7. Sebelum mikir kesana, harus kita usahakan dulu kalo semua Anggota Mula pada ikut penjenjangan. Nah, tapi kalo ngga seperti itu, trus baru masuk ditingkat tiga atau empat, sebaiknya BP mengadakan matrikulasi khusus untuk mereka. Sehingga yang baru masuk tingkat empat sama pembelajarannya dengan tingkat empat lainnya (setara dengan BP inti). Dan yang baru masuk pas tingkat tiga sama pembelajarannya dengan yang tingkat tiga lainnya (setara dengan staf)

Umm, apa lagi yah? Udah dulu deh.
Oia, biar ga bingung, maksud usulan struktur dari gw tuh kayak gini:
imaG

Terakhir, gw usulin juga. Kalo IMA-G bikin targetan tiap lima tahunan, trus dibreakdown menjadi targetan per tahun. Ini ditujukan agar tiap kahim tidak membangun kepengurusannya dari nol. Kalo gitu terus, kapan tercapai tujuannya?

Semoga bisa ngasih masukkan. Buat cakahim, semoga ga mendikte. Kalian bisa ngembangin lebih jauh kok. Gw yakin kalian bisa ^0^/
Ini emang ideal banget, padahal kenyataan biasanya berkata lain. Oleh karena itu, butuh masukkan dari temen-temen agar kekurangannya bisa kita atasi bersama.

PH | AR’07 | G’08 | PSDA’09

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.