Iman dan Ukhuwah sebagai Modal Da’wah

Assalamu’alaykum wr wb

Dengan menyebut asma Allah yang Mahapemurah Mahapenyayang, marilah kita simak Quran Surat Al Baqoroh ayat 102-104 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (١٠٣)

103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)

104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Begitulah Allah SWT mengajarkan kita tentang berdakwah.
Ketaqwaan merupakan syarat terpenting dalam dakwah, karena disanalah iman, islam, ilmu, dan amal bermuara.
Akan lebih baik bila kita sampai kepada status ‘ihsan’, yaitu keadaan dimana ketika kita beribadah kita seolah dapat melihat Allah. Kalaupun tidak bisa, yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita

Hanya saja, semua itu hanya diri sendiri dan Allah yang tahu.
Yang di hati tersembunyi, lisan bisa berdusta, dan ‘ibadah bisa pura-pura.
Maka Sang Nabi meletakkan banyak ukuran iman dalam KUALITAS HUBUNGAN SESAMA, diantaranya: berkata yang baik atau diam, memuliakan tamu, tak menyakiti tetangga, amannya sesama dari gangguan lisan dan tangan, jujur, amanah, tepat janji, tak menggunjing, tak memfitnah, saling mencinta, berakhlaq mulia, dan masih banyak lagi.

Ya, ukhuwah, itulah dampak dari iman.
Ukhuwah tidak perlu diperjuangkan, karena sesungguhnya tiap mu’min itu bersaudara.
Ia hadir ketika kita bersama-sama mengimani Allah.
Bagai beberapa benda yang menuju satu titik, benda-benda tersebut akan saling mendekat.
Begitu juga dengan kita, bila iman kita mendekat pada Allah semata, maka hati-hati kita akan saling mendekat.
Ukhuwah kita merupakan cerminan iman kita. Semakin erat berarti semakin sehat.

Tanpa ukhuwah, kita tidak akan bertahan dalam dakwah.
Tak ada yang mengingatkan, tak ada yang mengajak untuk berlomba dalam kebaikan, tak ada yang menyemangati, tak ada yang memeluk kala lelah, tak ada yang menepuk pundak saat futur.

Ya Allah, jaga iman kami dengan ukhuwah…
agar kami bisa istiqomah di jalan dakwah…

Allahu’alam wassalamu’alaykum wr wb.

2 thoughts on “Iman dan Ukhuwah sebagai Modal Da’wah

  1. assalaamualaikum
    afwan,ane mengutip tulisan antum untuk pertanyaan dari seorang sahabat,mengenai hubungan ukhuwah dan dakwah.
    Jazakallah

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.