Kabinet Indonesia Bersatu jilid ke-2 dan Mahasiswa

Sebuah pengantar dari lisan yang agung menuju reformasi jilid 2 oleh mahasiswa seluruh Indonesia: “Para pemuda bersekutu denganku dan orang-orang tua memusuhiku.”

Presiden: Susilo Bambang Yudhoyono
Wakil Presiden: Boediono

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto

Yup, jadi inilah orang-orang yang akan kita kawal kinerjanya selama 5 tahun ke depan.
Mulai saat ini, mahasiswa menyatakan diri menjadi oposisi konstruktif yang permanen terhadap kabinet di atas.

Oke, sekarang saya akan sedikit menjelaskan kenapa harus ada oposisi dan kenapa harus mahasiswa.

Setelah pemilu presiden telah memunculkan nama SBY-Boediono sebagai pemenang, kedua pasangan calon lainnya tidak mempertahankan visi-misi yang mereka usung tetapi malah ikut kepada visi-misi presiden terpilih.
Tentu hal tersebut sangat aneh, kalo begitu untuk apa mereka menghabiskan jutaan rupiah agar terpilih?
Toh ujung-ujungnya ikut yang menang.

Peran dan fungsi oposisi dalam pemerintahan kita bertujuan sebagai check and balance bagi pemerintahan yang ada. Tanpa adanya oposisi, lembaga eksekutif akan bertindak sesuai kemauannya saja tanpa ada yang melakukan kontrol. Tanpa adanya oposisi, demokrasi di negara ini berada di ujung tanduk.

Tanda-tanda menuju keotoriteran sudah ada.
Dimulai dengan pelemahan dua lembaga yang penting. Pengaturan komposisi pimpinan lembaga legislatif dengan cara bagi-bagi jatah kursi.
Pembagian kursi ini juga terjadi di kabinet yang saya cantumkan di atas. Ini terlihat karena kebanyakan orang terpilih bukanlah di bidangnya. Penentuan pejabat di kabinet Indonesia Bersatu jilid ke-2 bukan ditentukan oleh kompetensi dan kapabilitasnya, melainkan agar mendapatkan legitimasi absolut yang tanpa cela.
Dengan ini, seolah semuanya bergabung kepada pemerintah sehingga bisa saja semua keputusan yang diambil pemerintah, baik itu pro rakyat mauput kontra, tidak akan ada yang melakukan protes.

Ditambah lagi, pada hari selasa (20 Oktober 2009) lalu, mahasiswa dari Bandung tidak diperbolehkan untuk pergi ke Jakarta. Bis yang sudah di pesan oleh mahasiswa ITB dan Unpad dibatalkan setelah subuh oleh kepolisian. Bahkan bis mahasiswa UPI disuruh kembali ke Bandung padahal sudah sampai ke jalan tol.
Di Jakarta juga sama saja, bis transjakarta yang dinaiki oleh mahasiswa UNJ dibelokan oleh supirnya ke tempat yang lebih jauh dari lokasi tujuan.
Walaupun mereka datang untuk aksi di depan monumen nasional jakarta, tapi kapan sih aksi yang dilakukan oleh ITB, Unpad, UPI, dan UNJ pernah ricuh dan bentrok? Sesungguhnya yang ingin mereka lakukan adalah menyampaikan aspirasi rakyat kepada sang pemimpin secara langsung.

Sungguh, cikal bakal otoriterisme itu sudah lahir. Oleh karena itulah, mahasiswa di seluruh Indonesia menyatakan sikap sebagai oposisi konstruktif yang permanen selama 5 tahun ini. Karena dalam lima tahun ini, bisa jadi ada keputusan-keputusan yang mempengaruhi Indonesia 30 tahun ke depan.

Lalulalu, terkait agenda selama 100 hari kepemimpinan SBY-Boediono, BEM Seluruh Indonesia mengusulkan 5 aspek prioritas yang merupakan turunan dari Tugu Rakyat, yaitu:

1. Aspek pendidikan, yaitu tuntutan alokasi dana 20% dan pencabutan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), serta penghapusan sistem ujian nasional.
2. Aspek korupsi, yaitu untuk menindaklanjuti audit BPK terhadap kasus Bank Century dan mempertahankan eksistensi kewenangan KPK.
3. Aspek ekonomi, yaitu adanya pemerataan pembangunan khususnya daerah tertinggal agar dapat dipercepat dalam pembangunan.
4. Kesejahtraan rakyat.
5. Mengenai HAM.

Selain itu, bem SI akan membentuk kabinet bayangan yang akan melakukan pengawasan dengan mengkaji manuver-manuver yang dilakukan oleh kabinet Indonesia Bersatu jilid ke-2.

Aksi kemarin dihadiri oleh sekitar 1000 orang saja dari sumatra, jawa, dan bali. Hal ini dikarenakan para mahasiswa sedang menghadapi UTS. Penentuan tanggal saja sudah diatur sedemikian rupa. Kejadian serupa terjadi juga ketika pengesahan UU BHP 17 Desember 2008 lalu. Ckckck…

Kawan-kawan mahasiswa, perjuangan kita di babak baru, baru saja dimulai..
Eratkan pegangan tangan dan tunjukkan bahwa Indonesia tiada pernah terpuruk lagi selama kita ada!!!
Semoga Ibu Pertiwi Kita Bisa Kembali Tersenyum… =D

2 thoughts on “Kabinet Indonesia Bersatu jilid ke-2 dan Mahasiswa

  1. waduh…waduh..
    masa baru saja menjabat sebagai menkes sudah ada masalah sih…
    menkes yang baru ini disebut2 membawa vaksin flu burung keluar negeri..
    sehingga menkes pada waktu itu memutasi endang kebidang yang tidak mengurusi virus dan sebaginya…

    apakah motif dibalik pemilihan menkes yang baru oleh bapak eSBeYe???
    semoga saja bapak eSBeYe tidak salah memilih….
    Iklan

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.