Brand New DKM Ar Rahmah

perhatian!! yang tertulis dibawah ini bukan berarti paling benar. kalian lebih tahu kondisi lapangan yang sebenarnya. jangan telen mentah-mentah! semoga bisa memberikan pandangan baru. ingat: jangan terpaku pada tradisi, yang penting ESENSI.

STRUKTUR (secara operasional)

Penjelasan:

1. Ketua umum
Ketua umum adalah imam dari DKM Ar Rahmah. Membawahi seluruh struktur DKM. Namun, secara langsung ketua umum membawahi ketua I dan ketua II yang merupakan perpanjangan tangan untuk meng-koordinasi departemen-departemen di DKM. Ketua umum juga membawahi departemen humas, karena seharusnya ketua umum adalah wajah yang representatif dari DKM sehingga fungsinya sebagai pembangun jaringan dengan stakeholder terkait: DKM SMA lain dan Forkom Alims.

2. Ketua I
Ketua I adalah ketua sektor internal dan akademik. Membawahi departemen tarbiyyah intern, rumah tangga, dan pendidikan.

3. Ketua II
Ketua II adalah ketua sektor syi’ar dan ekonomi. Membawahi departemen dakwah umum, dana usaha, dan informasi komunikasi.

4. Sekretaris
Selain sebagai pengatur keluar-masuknya surat DKM dan masalah administrasi lainnya, sekretaris adalah koordinator bagi akhwat di sektor internal dan akademik. Sekretaris I dijabat oleh kelas XI sedangkan sekretaris II dijabat oleh kelas X.

5. Bendahara
Selain sebagai pengatur keluar-masuknya dana DKM, bendahara adalah koordinator bagi akhwat di sektor syi’ar dan ekonomi. Bendahara I dijabat oleh kelas XI sedangkan bendahara II dijabat oleh kelas X.

catatan: Dewan harian kelas X ikhwan menjadi koordinator seluruh pengurus DKM kelas X, walaupun aslinya dia adalah sekretaris II atau bendahara II. Yang dimaksud dewan harian adalah ketua umum, ketua I, ketua II, sekretaris I, sekretaris II, bendahara I, dan bendahara II. Sedangkan badan pengurus harian adalah dewan harian, seluruh kepala departemen, dan seluruh kepala subdepartemen.

6. Departemen Hubungan Masyarakat (Humas)
Departemen Humas ibarat pengawal untuk ketua umum untuk membangun jaringan ke luar DKM. Cukup berisi 6 orang, yang terdiri dari 2 ikhwan kelas XI, 2 akhwat kelas XI, 1 ikhwan kelas X, dan 1 akhwat kelas X yang kesemuanya menjadi perwakilan DKM ke Forum Silaturahim Rohis/DKM se-Bogor. Masing-masing 1 dari ikhwan dan akhwat kelas XI serta kedua humas kelas X (4 orang), menjadi perwakilan DKM di OSIS aka jadi Rohani Islam di Sekbid 1. Dua orang sisanya (ikhwan dan akhwat kelas XI) menjadi litbang sekolah, yaitu pemantau kondisi ke-Islaman sekolah (guru, ekskul, dan organisasi, serta elemen-elemen sekolah lainnya)

7. Departemen Tarbiyyah Intern (TI)
Departemen TI adalah penjaga ruhiyyah (ruhul istijabah) pengurus DKM, pemberi input ilmu-ilmu diniyyah dan tsaqofah Islamiyyah, pembentuk syakshiyyah da’iyyah dengan membuat muwashoffat pengurus, termasuk standar amalan yaumiyyah. Selain itu, TI juga memanajemen sumber daya pengurus DKM sehingga harus paling tahu kondisi pengurus DKM.

8. Departemen Rumah Tangga (RT)
Departemen RT terdiri dari sekretariat, masjid, dan perpustakaan. Fungsinya sebagai pusat data dan informasi DKM, serta pusat kegiatan pengurus DKM (untuk subdep sekretariat), pusat peribadahan dan pusat pengembangan semua potensi keislaman warga SMA Negeri 1 Bogor (untuk subdep masjid), serta sumber ilmu Islam (untuk subdep perpustakaan). Subdepartemen perpustakaan sebaiknya membuat jaringan baca. Tiap pengurus membuat list buku yang dia miliki, lalu tempel di perpus. Jika ada yang ingin minjam, langsung hubungi pemiliknya. Tanpa buku yang banyak di perpus, kegiatan membaca bisa semakin marak. Selain itu, dengan metode jaringan baca ini, akan semakin kecil kemungkinan buku hilang, karena lebih terkontrol dengan baik (siapa minjam buku siapa)

9. Departemen Pendidikan
Departemen pendidikan terdiri dari Majid Study Club (MSC), As-habul Quran, dan Mentoring. Subdep MSC menyeimbangkan pengurus DKM di bidang akademis (sebaiknya bidang ini mendata pengurus yang terkena remedial, lalu membantunya dalam memahamkan pelajaran. bisa kerjasama dengan alumni.) Subdep As-habul Quran (memiliki arti: sahabat Al Quran) membuat kegiatan yang berorientasi pada Al Quran, Al Hadits, dan bahasa Arab (tahsin, tafsir, tahfidz, dll) Subdep Mentoring mengadakan dan mendata kegiatan permentoringan (mentoring kelas, general, dan plus) yang bekerja sama dengan Forkom Alims.

10. Departemen Dakwah Umum (DU)
Departemen DU terdiri dari Kuliah Tujuh Menit (Kultum), Pengajian, dan Kuliah Tertulis (Kuis) Fungsinya sebagai lokomotif dakwah DKM yang paling utama dan melakukan syi’ar yang luas dan mengakar. Bila departemen ini tidak berjalan dengan baik, bisa jadi DKM seolah menjadi tidak ada. Yang terpenting dari departemen ini adalah berikan apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Diharapkan dengan adanya departemen ini, banyak siswa yang tercerahkan atau bahkan terekrut untuk menegakkan Islam. Konkritnya, makin banyak yang ikut mentoring.

11. Departemen Dana Usaha (Danu)
Departemen Danu adalah pembangun dan penjaga finansial DKM agar dakwah berjalan dengan optimal. Dana Usaha melakukan usaha jual-beli sesuai dengan syari’ah, oleh karena itu perlu adanya kajian mengenai masalah ini di internal departemen Dana Usaha.

12. Departemen Informasi dan Komunikasi (Inkasi)
Deparetemen inkasi terdiri dari Majalah Dinding (Mading), Website, Buletin Islam Remaja dan Umat Smansa (BIRU Smansa), dan Al Mishbah. Tugas utama departemen ini adalah menguasai opini publik di Smansa terutama dalam hal yang berkaitan dengan Islam sehingga tidak terdengar hal-hal kurang baik yang ditujukan kepada Islam.

KEPENGURUSAN (dan hal-hal lainnya)

perhatian!! poin 1 dan 2 yang ada dibawah, masih banyak kekurangan. silakan kaji ulang sebaik mungkin dan melibatkan banyak orang (forkom alims, kesiswaan, pembina imtaq, osis, dll)

1. Masa kepengurusan DKM Ar Rahmah menjadi Januari Desember. Karena bulan Ramadhan semakin maju dan untuk memperjelas kegiatan An Naba (aneh kalo setelah regenerasi ada acara). Konsekuensinya DKM menjadi ekskul yang terakhir regenerasi. Tidak apa-apa, dengan catatan orang-orang yang diplot untuk menjadi pengurus inti (BPH) ditentukan sejak awal. Hindari DKM mendapatkan sisa orang.

catatan: silakan kaji ulang, lebih baik januari-desember atau seperti sekarang ini

2. PODS dilakukan sepanjang semester ganjil. Setiap satu pekan sekali, sehingga tidak perlu setiap pagi. Bisa lebih optimal yang hadir, karena biasanya ekskul lain melakukan penerimaan anggota baru setiap pagi juga.
Konsekuensi dari keadaan ini, kelas XII masih memegang ekskul dan kepanitiaan. Keberjalanan DKM masih menjadi tanggung jawab kelas XII, tetapi diharapkan mulai mempercayakan kelas XI untuk mengatur kegiatan DKM (kelas XI menjadi motor penggerak DKM -> pembinaan aktif) Kelas XI tetap menjadi pengurus DKM di departemen masing-masing sekaligus peserta PODS. Kelas X adalah peserta PODS dan diperbolehkan magang di suatu departemen (ikut kumpul rutin, menjalankan proker, dll -> pembinaan aktif juga) tetapi belum menjadi pengurus DKM. Fase magang ini menjadi ajang ‘perkenalan’ bagi kelas X, apakah departemen yang ia pilih sesuai dengan bayangannya atau tidak. Hal ini berpengaruh terhadap kebetahannya di DKM selama setahun ke depan. Selain itu, panitia PODS (kelas XII) dapat menilai kelas X mana yang aktif dan sungguh-sungguh untuk diproyeksikan menjadi dewan harian. Sedangkan kelas XI dapat menilai kepada kelas X untuk mempermudah staffing departemen nantinya. Kelas X sebaiknya diperbolehkan magang di lebih dari satu departemen. Contoh teknis: jika PODS 5 bulan, 2 bulan pertama magang di departemen pilihan pertama, 2 bulan selanjutnya magang di pilihan kedua (pada 4 bulan ini, kelompok PODS masih dibuat random), satu bulan terakhir digunakan untuk pemantapan departemen (bisa departemen pilihan 1, bisa pilihan 2. Kelompok PODS berdasarkan departemen pilihannya, tetapi belum staffing. Keputusan staffing tetap pada hasil syuro calon DH sebelum pelantikan)
Dalam kepanitiaan (Salam, Takbir, Arafah, dll), Kelas XII menjadi steering committee, kelas XI menjadi panitia inti, dan kelas X menjadi staff.

catatan: fase magang sangat rawan, mungkin saja banyak calon pengurus yang menghilang di fase ini. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang bersifat prefentif untuk kemungkinan tersebut (contoh: controlling rutin dari kelas XII dan kelas XI. bila perlu dibuat laporan perkembangan calon pengurus.) Kalo beneran ilang, samperin orangnya dan tarik lagi =D

3. Dalam menentukan DH DKM, sebaiknya panitia PODS mengundang Forkom Alims dan Mentor orang-orang yang bersangkutan.

4. Dalam kepanitiaan, ketua umum DKM menjadi penanggung jawab dalam hal manajemen sumber daya panitia (selain menjadi PJ operasional). Untuk tugas ini, ketua DKM bisa membentuk tim. Anggota tim tersebut dipilih oleh ketua umum dari BPH saja, terutama yang tidak jadi panitia. Jumlah disesuaikan. Tiap kepanitiaan, bisa beda tim manajemen sumber daya panitia. Tugas tim ini adalah membantu panitia inti dalam memastikan tadrib amal pengurus DKM, menjaga ruhiyyah suatu kepanitiaan, memotivasi panitia yang menunjukkan gejala pundung fii sabilillah, dan mencari panitia yang kurang aktif untuk diberdayakan kembali. Usahakan BPH tidak menjadi pemegang jabatan di suatu kepanitiaan (tidak menjadi panitia inti). Hal ini agar roda kepengurusan DKM bisa tetap berputar seiring dengan kepanitiaan tersebut. Kecuali terpaksa dan ada BPH yang tidak terlalu sibuk.

5. Adanya sistem persaudaraan di DKM. Pengurus yang aktif dipersaudarakan dengan pengurus yang kurang aktif. Jika ada satu yang melanggar, keduanya mendapat iqob (karena saudaranya tidak mengingatkan). Jika keduanya melanggar, iqob yang dikenakan lebih ringan daripada satu orang saja yang salah.

6. Pengurus DKM wajib ikut mentoring plus. Karena perannya sebagai kader ini dakwah di Smansa, seharusnya pengurus DKM memiliki kapasitas lebih dari yang lain. Dalam mentoring plus tersebut, harus terdapat pengecekkan muwashaffat pengurus DKM. Makin tinggi tingkat kelasnya, making tinggi juga muwashaffatnya.

7. Memperjelas hubungan dengan Forkom Alims. Peran masing-masing dan posisi satu sama lain.

8. Setiap departemen memiliki visi (jika digabungkan menjadi misi DKM), misi departemen, jargon departemen, program kerja departemen, target dan parameter, serta grand design.

setiap zaman ada pahlawannya. kawan, jadilah pahlawan di kepengurusan kali ini. jadikan DKM Ar Rahmah menjadi bagian dari proyek besar pembangunan peradaban Islam. Allahu Akbar!

CMIIW, mohon tanggapannya.
wallahu’alam wassalamu’alaykum wr wb

2 thoughts on “Brand New DKM Ar Rahmah

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.