P.A.C.A.R.A.N. itu Wajib

Assalamu’alaykum wr wb

Tahukah kawan?
Hari ini saya mendapat suatu pelajaran baru loh, alhamdulillah…
Ternyata, pacaran itu ada dalam Islam bahkan kita harus melakukannya!!!

ya, P.A.C.A.R.A.N. dalam Islam adalah kewajiban. So? kita pacaran yuk!

P: elajari
A: lquran
C: intai
A: llah dan
R: asulullah
A: mar ma’ruf
N: ahi mungkar

hehe… =D
semoga penjelasan ini semakin menguatkan kita untuk pacaran.
yuk, kita pacaran rame-rame.. =p

1. Pelajari Alquran

Kenapa kita harus mempelajari al Quran?
Karena sesungguhnya ia bukanlah kitab biasa. Dialah petunjuk hidup kita. Selama hayat dikandung badan, kalo ingin selamat, pelajarilah al Quran. Di dalamnya ada bermacam pelajaran: beribadah, bermuamalah, sciences, teknologi, bahasa, sejarah, dll. Oleh karena itu disebutkan bahwa:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. al Bukhari 5027 dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu)

Karena dia akan mengetahui semua rahasia hidup. Quran itu lengkap deh. Kita harus belajar membaca, memahami, mengamalkan, menghafalkan, dan menyebarluaskan al Quran.
Jika berbicara tentang membaca, tentu kita ingat ayat yang pertama kali turun bukan?

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5)

Ya, di awal, kita diperintahkan untuk membaca. Walaupun yang dimaksud ‘membaca’ disini tidak hanya membaca tulisan, tetapi juga membaca perilaku, fenomena, dan kejadian-kejadian lainnya.
Membaca dengannya kita akan menjadi tahu. Namun, jangan lupa untuk ingat kepada Sang Pemilik Ilmu. Kalo kita ngga mendekat kepada-Nya, belajar sampe jungkir balik pun, ngga akan dikasih ilmu. Na’udzubillah.

2. Cintai Allah dan Rasulullah

Rasa cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya haruslah menjadi cinta yang tertinggi dan termurni. Dialah prioritas kita dalam hal cinta. Melebihi apapun.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah: 24)

Jika tidak demikian, tunggulah keputusan Allah. ya, tunggulah!
Lalu seperti apa itu cinta pada Allah?
Salah satu indikasinya adalah ketika disebut nama-Nya, gemetarlah hati kita.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal: 2)

Getaran itu adalah sebuah resonansi cinta kita kepada Allah. Bagi para pecinta, jika nama sang kekasih disebut oleh orang lain, pasti akan ada desiran halus dalam dada. Kemudian menjalar ke seluruh tubuh sehingga mengundang rasa rindu yang mendalam. Ehem,, =D

Sedangkan salah satu bentuk rasa cinta kita pada Rasulullah adalah bersalawat kepadanya. Itu yang paling simpel, yaitu mendoakan rasulullah supaya diberi rahmat, seperti dengan perkataan: Allahuma shalli ala Muhammad. Toh, Allah dan para malaikat pun bershalawat, tapi kalau shalawat dari Allah berarti memberi rahmat, sedangkan dari Malaikat berarti memintakan ampunan.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab: 56)

3. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Amar ma’ruf nahi munkar kira-kira memiliki arti: menyeru kepada perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah dan mencegah dari segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. Hal ini merupakan sebuah kewajiban, sama seperti ibadah shalat, zakat, puasa, haji bagi yang mampu, jilbab bagi para akhwat, dll.

“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. ‘Ali Imran: 104)

Walaupun perintahnya hendaklah segolongan umat saja, tapi lihatlah akhir ayatnya: mereka itulah orang-orang yang beruntung.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr: 1-3)

Sejatinya, semua manusia dalam keadaan merugi, salah satu pengecualian adalah yang selalu saling melempar nasehat, ber-amar ma’ruf nahi munkar. Mereka termasuk yang beruntung mendapatkan surga firdaus.

“mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Mu’minuun: 10-11)

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang senantiasa pacaran. amin =D
Wallahu’alam wassalamu’alaykum wr wb.

*oke, kembali ke kertas gambar x(*

16 thoughts on “P.A.C.A.R.A.N. itu Wajib

  1. Ping-balik: P.A.C.A.R.A.N. itu Wajib (via perjalanan seorang arsitek merancang peradaban islam) | Blognya si Mazhar

Tinggalkan Balasan ke Dhani Madani Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.