presentasi cakARis pas mubes gARis

Bismillah
Ini adalah bahan presentasi saya waktu jadi cakARis (calon kepala gARis)
Tapi ada yang udah ditambahin sih.
Karena waktu itu yang dateng dikit, jadi saya pengen berbagi mimpi saya untuk gARis kepada teman-teman.
Walaupun yang kepilih bintang, semoga tulisan ini menginspirasi teman-teman untuk berkarya dimanapun.
Kenapa?
Karena Kita Keluarga

VISI 2010

“Satu Keluarga yang Progresif, Inklusif, dan Sinergis, Menuju Indonesia yang Islami”

1. Satu Keluarga: menunjukkan sebuah nuansa yang dibentuk di gARis ITB. Sebuah keluarga dakwah yang saling memahami, berbagi, dan mengasihi satu sama lain dengan landasan kecintaan terhadap Allah Subhanahu Wata’ala.

2. Progresif: menunjukkan bahwa sebagai sebuah keluarga, gARis ITB selalu menjadi lebih baik dalam setiap aspeknya. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dialah orang yang paling beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan, barang siapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, dialah orang yang celaka. Fokus kepengurusan kali ini pada aspek: Pembinaan, Kompetensi, dan Syiar.

3. Inklusif: menunjukkan sebuah keluarga yang dekat dengan semuanya, yaitu gARis yang lebih bersahabat dan diterima oleh banyak pihak.

4. Sinegis: menunjukkan sebuah keluarga yang berkoordinasi dan bekerja sama sehingga tercipta sebuah idealitas dengan lebih optimal. gARis dengan organisasi lainnya saling melengkapi dan terintegrasi untuk tujuan yang mulia.

5. Menuju: menunjukkan kedinamisan dan orientasi gerak yang jelas untuk mencapai sebuah proses dan hasil yang baik dan berkah.

6. Indonesia Islami: menunjukkan bahwa gARis ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran gARis ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami. gARis memimpin LDPS lainnya untuk mengambil alih dakwah di kampus ITB dari GAMAIS Pusat, sehingga GAMAIS pusat bisa lebih fokus untuk melakukan Islamisasi masyarakat Indonesia.

MISI

1. Optimalisasi manajemen organisasi dan mushola sebagai pusat aktivitas muslim arsitektur -> Sekum (sekretaris umum) yang membawahi: Birokrat (biro kesekretariatan), BSD (Biro Survei dan Data), Biro Music (Biro Musholla Islamic Center).
Saya bermimpi bahwa gARis menjadi lembaga yang profesional, tidak lagi ada masalah internal organisasi. Bahkan gARis menjadikan mushola sebagai pusat aktivitas muslim arsitektur: mentoring keislaman, diskusi kebangsaan, rapat divisi imaG (tapi ikhwan akhwat dipisah ya), bedah buku kontemporer, ngerjain tugas bareng (makalah). yaitu, salah satunya dengan mendirikan perpustakaan didalamnya.

2. Optimalisasi pembinaan (terarah-berkelanjutan) keislaman dan kompetensi, serta pengokohan ukhuwah antar anggota -> Sektor HRD (human resource development)
Saya bermimpi bahwa gARis akan melahirkan alumni-alumni yang baik secara keislaman dan kompetensinya. Dia menjadi arsitek profesional serta peduli dengan perkembangan dunia Islam dalam kehidupan. Ketika diberi dua pilihan, dia akan memilih yang cenderung pada nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Juga ukhuwah yang baik sehingga bisa mengimplementasikan itsar (mendahulukan saudaranya) maupun fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) Keduanya dijalankan di waktu yang tepat. Karena ukhuwah membuat setiap kegiatan punya cita rasa surgawi.

3. Optimalisasi syiar dan pelayanan (tepat-luas-mengakar) terhadap semua anggota -> Sektor Syiar dan Pelayanan
Saya bermimpi bahwa gARis memiliki dan memberikan manfaatnya kepada seluas-luasnya anggota gARis. Syiarnya tepat seperti yang dibutuhkan oleh anggota sehingga tidak ada acara gARis yang sepi. Semua berpesta pahala dalam setiap kegiatannya. Dimana-mana ada sesuatu yang mengingatkan kita pada Yang Maha Kuasa. Ya, gARis yang lebih dekat dan lebih bersahabat. (Inilah bedanya pembinaan dan syiar. Pembinaan adalah pembentukan karakter seorang muslim, jadi ada profil yang ingin dicapai. Ada idealitas yang dituju. Sedangkan syiar adalah proses mengajak, jadi berikan yang mereka butuhkan agar bisa tertarik sebanyak-banyaknya)

4. Optimalisasi jaringan (luas-berkesinambungan) agar tercipta sinergi yang mutualisme -> Sektor Jaringan
Di zaman sekarang, kita tidak butuh superman, tetapi superteam. Namun, sebenarnya ada yang lebih super dari itu. Yaitu, jaringan yang super, dimana para superteam membentuk sinergi sehingga hasil yang dihasilkan lebih optimal. Saya memimpikan hal tersebut terwujud di gARis. gARis menjadi lembaga yang dikenal dan memiliki kemanfaatan terhadap lembaga lain. Tidak hanya luas, tetapi juga berkesinambungan, itulah karakter jaringan gARis. Setiap stakeholder selalu dijaga hubungannya, tidak hanya dihubungi ketika butuh saja.

5. Optimalisasi dana (mandiri-stabil) untuk menyokong kegiatan dakwah -> gARis corp yang membawahi: bendahARa.
Saya memimpikan gARis memiliki suatu usaha yang mandiri dan stabil. gARis memiliki passive income sehingga tiada lagi kegiatan yang terhambat dikarenakan keterbatasan dana. Mahasiswa sangat identik dengan kegiatan enterpreneurship, saya ingin membangun sense tersebut ke dalam anggota gARis, sehingga ketika pascakampus mereka menjadi solusi bangsa dalam hal pengangguran, bukan pekerja ataupun penganggur itu sendiri. Namun, tentu harus ada bedanya, enterpreneurship di gARis corp harus seusai syari’ah. Meniadakan riba dan menegakkan adab-adab berbisnis lainnya.

6. Optimalisasi peran muslimah dalam rangka pembangunan Indonesia -> Sektor Annisaa
Ada kekhasan yang ada dalam diri muslimah yang hanya diketahui oleh para muslimah itu sendiri, baik dalam hal kaderisasi dan syiar. Itu semua tidak bisa digeneralisasi dengan kaum adam. Selain itu, muslimah di suatu saat nanti akan menjadi seorang ibu. Tentu di sini perlu dipahamkan bahwa mereka adalah pendidik dan pembesar calon pemimpin bangsa nantinya. Saya yakin, bangkitnya suatu bangsa terjadi ketika bangsa tersebut memiliki wanita-wanita yang baik. Hal ini jua lah yang membuat perlunya pemisahan dan pengkhususan untuk dakwah muslimah. Posisi sektor ini setara dengan sekum, sehingga perannya bisa menjadi wakil ketua dari para muslimah.

STRATEGI

1. Rapat koodinasi sektor yang rutin. Frekuensinya kesepakatan masing-masing sektor. Selain untuk membahas program, seharusnya pertemuan ini menjadi momen untuk saling menjaga pengurus tiap-tiap sektor (ruhiyah, akademis, kesehatan, finansial, keluarga, dll)

2. Berbagi flow kegiatan dengan ima-G. Ketika flow gARis sedang tinggi, misal ketika Ramadhan, seharusnya imaG tidak membuat acara ‘tandingan’ yang menyedot massa arsitektur, justru membantu gARis dalam menyukseskan program Ramadhan. Begitu juga ketika flow imaG tinggi, misal ketika Penjenjangan, gARis seharusnya vakum dan membantu imaG.

3. Adanya laboratorium dakwah. Agar syiar gARis tepat sasaran, diperlukan adanya penelitian akan kebutuhan anggota gARis, sehingga agenda yang dikeluarkan sesuai dengan apa yang diinginkan. Disini juga dirumuskan formula syiar gARis (strategi dan langkah-langkahnya)

4. Upgrading dan penjagaan pengurus. Terkadang penggARis (pengurus gARis) merasa tidak mendapat apa-apa setelah setahun menjabat. Oleh karena itu, perlu adanya upgrading untuk meningkatkan kapasitas pengurus, baik dalam hal manajerial, kepemimpinan, ruhiyah, maupun komunikasi. Sedangkan penjagaan disini maksudnya menjaga semangat pengurus dengan kegiatan refreshing.

5. Pemantauan pengurus dan anggota dengan muwashofat (karakter) kader GAMAIS ITB. Sudah jelas.

6. Pengaplikasian flow materi gARis ITB. Agar tercipta pembinaan yang terarah dan keberlanjutan sehingga profil muslim sejati terpenuhi (yang dijadikan acuan adalah muwashafat GAMAIS)

7. Rebranding mentoring. Mentoring yang menarik baik dari segi konten, metode, maupun branding. Misal, IAI (Islamic Architect Institute): mentoring yang arsitektural.

8. Adanya kesinambungan antara syiar dengan pembinaan, tidak hanya sekedar event. Ada rekrutmen sebagai followup syiar. Setelah diberi yang mereka mau dan mereka tertarik. Mereka dibentuk untuk menjadi seorang muslim yang kaffah.

9. Menjadikan media sebagai corong opini ketinggian Islam. Media gARis senantiasa menjadi pengingat kepada Allah dan mengendalikan opini publik bahwa Islam adalah satu-satunya jalan hidup yang diridhoi.

10. Berperan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan (GAMAIS, MUSA, IMA G, dll). Menuju gARis yang lebih dekat, lebih aktif, dan lebih solutif sebagai mahasiswa muslim.

11. Mengusahakan usaha mandiri gARis. Targetnya punya passive income.

12. Syiar dan pembinaan khusus muslimah, dalam upaya pembangunan bangsa Indonesia.

INOVASI

1. Membentuk tim survei dan data
2. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kuliah
3. Pembekalan pascakampus bagi mahasiswa yang (akan) wisuda
4. Jaringan baca di mushola
5. Membuat database stakeholder yang terkait dengan gARis (GAMAIS Pusat, LDF, LDPS, Anggota, Alumni, Dosen, Karyawan, Ustadz, dll)
6. Menciptakan sistem pendanaan gARis
7. Menawarkan mentoring agama dalam penjenjangan ima-G
8. Membiasakan anggota untuk tidak pulang malam -> satgas pulang malam

ada tanggepan? cakARis yang lain, pada nulis juga dongs! =D

One thought on “presentasi cakARis pas mubes gARis

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.