[jurnal] Visioner

Assalamu’alaykum wr wb

Alhamdulillah, huwalladzi arsala rasulahu bilhuda wa dinilhaq, liyudzhirahu ‘ala dini kullih. wakaffa billahi syahida.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Umm, insya Allah saya akan menulis beberapa jurnal terkait kepemimpinan dan berorganisasi.
Tulisan pertama ini mengangkat tema pemimpin yang visioner. Ini dia…

Visioner, menjadi karakter wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dia harus punya mimpi dan mengetahui mau kemana timnya hendak ia bawa. Juga langkah-langkah untuk merealisasi mimpi tersebut.

Contoh terbaik telah dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pada perang Khandaq. Memang beliau adalah sosok uswah sebenarnya. Semua karakter pemimpin yang ideal sudah ada pada diri beliau.

Menjelang perang, keadaan umat Islam saat itu sedang mengalami berbagai kendala, baik internal maupun eksternal. Secara internal mereka tidak memiliki pasukan sebanyak yang dimiliki musuh.

Dalam Perang Ahzab saja, umat Islam yang berjumlah tiga ribu orang harus menghadapi sepuluh ribu orang yang bersekutu dari kabilah-kabilah Quraisy dan Yahudi Madinah. Banyak pula umat Islam yang dulunya berasal dari kalangan budak, bahkan penjahat, yang sering dimarjinalkan.

Pun, sarana yang dimiliki jauh lebih sedikit dibandingkan musuh. Tidak kurang pula, secara eksternal umat Islam dirongrong oleh berbagai konspirasi yang memanfaatkan pula para oportunis munafik di kalangan umat Islam.

Ditambah lagi, ketika para sahabat sedang bekerja menggali parit, mereka menemukan kesulitan karena menandapati tanah yang terlalu keras untuk digali. Mereka kemudian mendatangi Rasulullah dan melaporkan hal tersebut.

Kemudian Rasulullah turun dan dengan mengucap “Bismillah” beliau mengayunkan cangkulnya, menghantam tanah yang keras tersebut. Kemudian bersabda, “Allah Maha Besar. Aku diberi kunci-kunci Syam. Demi Allah, aku benar-benar bisa melihat istananya yang bercat merah saat ini.”

Di hantaman yang kedua beliau bersabda lagi, “Allah Maha Besar, aku diberi tanah Persi. Demi Allah, saat ini aku pun bisa melihat istana Mada’in yang bercat putih.”

Hantaman yang terakhir pun diiringi sabda beliau, “Bismillah…” Maka ketika hancur tanah keras itu beliau bersabda, “Allah Maha Besar. Aku diberi kunci-kunci Yaman. Demi Allah, dari tempatku ini aku bisa melihat pintu-pintu gerbang Shan’a.”

Jika kita gunakan logika dalam memahami kisah ini, tentu menjadi sesuatu yang aneh. Gini, boro-boro mau menaklukkan sebuah negeri, perang khandaq aja belum selesai. Untung-untung kalau menang.

Tapi itulah luar biasanya Rasul kita: dia seorang yang visioner. Bila pemimpin itu tidak visioner, mau dikemanakan orang-orang yang dipimpinnya?

Contoh kedua, ketika masa Umar ra menjadi khalifah, sedangkan ada sahabat yang berperang di wilayah yang jauh dari madinah. Saat mereka terdesak, tiba-tiba mereka mendengar teriakan Umar bin Khattab ra yang berkata: “keatas bukit… keatas bukit..!!”, maka mereka pun naik ke atas bukit dan akhirnya menang.

Pada saat yang bersamaan, saat itu di Madinah, sang Khalifah Umar bin Khattab ra sedang khutbah diatas mimbar. Dan tiba-tiba beliau berteriak di depan hadirin: “keatas bukit.. keatas bukit..!!”, maka para hadirin bingung, kenapa khalifah berteriak teriak seperti itu, dan maknanya tak mereka fahami.

Setelah pasukan perang kembali dari peperangan maka barulah penduduk madinah tahu bahwa Khalifah Umar bin Khattab ra saat sedang khutbah ia melihat kejadian peperangan disana, seraya berteriak dari Madinah dan suaranya didengar di tempat yg jauh itu.

Diluar karomah yang dianugrahkan oleh Allah kepada Umar, sungguh suatu yang luar biasa ketika Umar tahu dimana jalan kemenangan, padahal yang sedang berada di tempat perangnya saja sedang keadaan terdesak.

Itulah sang pemimpin sejati. Punya mimpi dan strategi untuk timnya. Dengan segala keterbatasan, ia tak menyerah.

Allahu’alam
Wassalamu’alaykum wr wb

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.