[jurnal] Pembentukan Tim

Assalamu’alaykum wr wb

Mencari sebuah tim bukanlah perkara mudah dan tidak bisa dipermudah begitu saja. Layaknya bangunan, perlu adanya keseriuasan dalam menentukan struktur, konstruksi, dan bahannya. Semua syarat dan ketentuannya berlaku.

1. Pilih bahan terbaik.

Yang paling bagus adalah yang ruhiyyahnya paling baik. Apalagi dalam organisasi dakwah.
Ruhiyyah kita dan ketaqwaan kita adalah modal untuk menjalankan perjuangan dakwah fii sabilillah.
Seleksi calon yang akan kita ajak menjadi tim dengan penjagaan amalan yaumiyahnya. Kemudian, tetap terus ingatkan mereka untuk jaga amalannya.

Ketaqwaan merupakan syarat terpenting dalam dakwah, karena disanalah iman, islam, ilmu, dan amal bermuara.
Akan lebih baik bila kita sampai kepada status ‘ihsan’, yaitu keadaan dimana ketika kita beribadah kita seolah dapat melihat Allah. Kalaupun tidak bisa, yakinlah bahwa Allah selalu melihat kita.

Hanya saja, semua itu hanya diri sendiri dan Allah yang tahu.
Yang di hati tersembunyi, lisan bisa berdusta, dan ibadah bisa pura-pura.
Maka Sang Nabi meletakkan banyak ukuran iman dalam KUALITAS HUBUNGAN SESAMA, diantaranya: berkata yang baik atau diam, memuliakan tamu, tak menyakiti tetangga, amannya sesama dari gangguan lisan dan tangan, jujur, amanah, tepat janji, tak menggunjing, tak memfitnah, saling mencinta, berakhlaq mulia, dan masih banyak lagi.

Ya, ukhuwah, itulah dampak dari iman.
Ukhuwah tidak perlu diperjuangkan, karena sesungguhnya tiap mu’min itu bersaudara.
Ia hadir ketika kita bersama-sama mengimani Allah.
Bagai beberapa benda yang menuju satu titik, benda-benda tersebut akan saling mendekat.
Begitu juga dengan kita, bila iman kita mendekat pada Allah semata, maka hati-hati kita akan saling mendekat.

Ukhuwah kita merupakan cerminan iman kita. Semakin erat berarti semakin sehat.

Tanpa ukhuwah, kita tidak akan bertahan dalam dakwah.
Tak ada yang mengingatkan, tak ada yang mengajak untuk berlomba dalam kebaikan, tak ada yang menyemangati, tak ada yang memeluk kala lelah, tak ada yang menepuk pundak saat futur.

Selain ruhiyyahnya baik, cari yang mampu berukhuwah dengan baik juga. Itulah sebaik-baiknya modal dalam berorganisasi di jalan dakwah.
Itulah sebabnya ayat tentang ketaqwaan, ukhuwah, dan da’wah disebut berurutan.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali Imran: 102-104)

2. Pilih struktur terbaik.

Saya ga akan bahas banyak disini, karena sudah banyak teori tentangnya.
Saya sendiri untuk saat ini belum punya tim yang fiks. Yang ada baru tim formatur organisasi.
Intinya posisikan timmu di pos yang sesuai potensinya.

3. Pilih konstruksi terbaik

Jadilah sebuah tim, bukan grup, apalagi gerombolan.
Bedanya tim dengan grup, terletak pada hasil sinergisasinya.
Keluaran yang dicapai oleh sebuah grup itu sama dengan usaha yang dilakukannya.
Tidak ada efek sinerginya.

Beda dengan tim, ini luar biasa.
Analoginya gini: kalau grup 1 + 1 = 1, sedangkan kalau tim 1 + 1 = 2, 5, 16, 67, ~ (tergantung orang-orang yang ada di dalamnya)
Karena tiap potensi yang ada di dalam tim bertemu dan menghasilkan suatu interferensi yang saling menguatkan.
Ia terikat kuat dan erat. Inilah yang membuatnya semakin bersinar. Saling melengkapi, sungguh indah.
Bagaikan pelangi, terlihat menakjubkan di kala warnanya berbeda-beda. Cantik.

Sekarang bukan zamannya lagi superman, melainkan zamannya superteam!

Allahu’alam wassalamu’alaykum wr wb

One thought on “[jurnal] Pembentukan Tim

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.