Merancang Peradaban Islam di Indonesia

Assalamu’alaykum wr wb

Alhamdulillah, wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah…
Saudara-saudariku dimana pun antum berada, semoga kita senantiasa berada dalam satu jalan dan satu arah gerak.
Karena bagai benda-benda yang berserak. Ketika bergerak menuju satu titik secara bersamaan, mereka akan saling berdekatan.
Begitu juga dengan kita. Ketika kita hanya menuju satu Allah di jalan da’wah ini, pasti hati-hati kita akan saling bertautan.
Meski kita belum begitu mengenal, meski ruang memberi jarak bagi kita…

Dan jalan da’wah ini, akan terus bergerak dengan ada atau tidaknya kita di dalamnya.
Sekarang tinggal kita yang memilihnya, apakah kita akan menjadi aktor pembangun peradaban ini, atau hanya menjadi spektator? apakah kita akan menjadi generasi yang menggantikan, atau menjadi yang tergantikan?

Da’wah kampus,,
Saat ini sedang mengalami perkembangan yang begitu pesat..
Banyak ‘event’ besar yang telah dilakukan oleh LDK-LDK yang tersebar seantero nusantara, begitu banyak dana yang digulirkan agar banyaknya suplai alumni yang berafiliasi terhadap Islam, begitu banyak ide dan tenaga yang telah dikuras agar masyarakat kita bertransformasi menjadi masyarakat madani.

Lalu, tanyakanlah kepada massa kampus kita:
Apakah mereka telah tersentuh oleh keindahan Islam?
Apakah mereka telah merasakan kemuliaan Islam seperti yang telah kita rasa selama ini?
Berapa orang yang menjadi ikut mentoring setelah agenda tersebut?
Berapa muslimah yang kian menjaga hijabnya?
Apa hasil dari akumulasi tenaga, ide, dana, dan waktu yang telah kakak-kakak kita (atau bahkan oleh kita sendiri) korbankan untuk meninggikan kalimat Allah di kampus tercinta?

Tentu ada hasilnya,, tetapi bila kita melihat dari sisi efisiensi dan efektivitas, apa itu sudah baik?
Saya rasa belum cukup.
Seperti sebuah lampu besar yang menerangi suatu ruangan, tentu ada bagian-bagian yang tetap tidak terkena cahaya itu. Misalnya, di bawah meja, di dalam lemari, maupun dibalik papan.
Begitulah analogi dari fenomena da’wah kampus kita.

Oleh karena itu, kita harus mengubah paradigma bahwa (hanya) LDK-lah yang mampu membuat kampus Islami.
Kita buat lampu-lampu baru di sudut-sudut yang tak terjangkau oleh LDK, yaitu lampu-lampu di fakultas kita dan lampu-lampu di program studi kita! Lampu itu adalah Lembaga Da’wah Fakultas dan Program Studi, kawan…

Niscaya, setiap orang akan lebih tersentuh oleh da’wah, karena tiap fakultas dan program studi memiliki ciri khasnya masing-masing yang sulit difahami oleh LDK.
Karena Lembaga Da’wah Fakultas dan Program Studi adalah ujung tombak syi’ar dan pelayanan kampus…
Allahu’alam

Berkaca dari fenomena di atas, seharusnya ada kesadaran dari para kader Lembaga Da’wah Fakultas dan Program Studi. Kita di sini bukanlah menjadi kader sisa, melainkan kitalah kader-kader terbaik yang disiapkan Allah untuk mengajak kawan-kawan terdekat kita yang satu fakultas dan program studi.

Oleh karena itu saya, Reza PH mahasiswa Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB, mengusulkan adanya kesamaan pandangan dari Lembaga Da’wah Arsitektur dan Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota) dengan mengadakan acara bersama skala nasional.

Output Acara

Hasil akhir dari kegiatan ini adalah:
1. Terciptanya sebuah wadah komunikasi bagi lembaga da’wah arsitektur dan planologi
2. Tersusunnya sebuah mimpi akan peradaban Islam di Indonesia pada tahun 2045 berikut langkah-langkah menuju ke sana.
Selain itu, diharapkan juga bahwa acara ini menjadi sebuah propaganda mengenai peradaban Islam.

Acara Puncak
Untuk mencapai output tersebut, jenis kegiatan yang akan dilakukan adalah:

SAYEMBARA REKONSTRUKSI BENCANA ALAM
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk syiar dan propaganda mengenai peradaban Islam, karena diharapkan karya-karya yang tercipta memiliki nilai-nilai Islam, seperti: pemisahan area ikhwan-akhwat dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan.
Rangkaian kegiatan Sayembara:
1. Edukasi Peradaban Islam (bagi peserta sayembara dan umum)
2. Kunjungan ke site
3. Presentasi Sayembara (5 besar)
4. Pameran Karya

KONFERENSI NASIONAL
Kegiatan ini merupakan sebuah konsolidasi bagi lembaga da’wah arsitektur dan planologi. Rangkaian kegiatannya ada dua:

Perancangan Peradaban Islam, sebagai bentuk penyamaan pandangan dan perumusan visi bersama, yaitu terciptanya peradaban Islam di Indonesia.
1. Seminar dan Workshop Peradaban Islam: Sejarah Peradaban Islam, Karakteristik Masyarakat Peradaban Islam, dan Peradaban Islam Masa Kini (Seminar ini menjadi edukasi pendahuluan bagi peserta konferensi)
2. Perancangan visi Peradaban Islam di Indonesia 2045 (Metodanya bisa bermacam-macam, namun inti dari ‘perancangan’ ini adalah menelurkan pandangan dan cita-cita kita untuk terwujudnya peradaban Islam di Indonesia. Kemudian, tulisan-tulisan ini disusun menjadi sebuah buku)

Pengembangan Lembaga Da’wah, sebagai bentuk usaha konkrit kita untuk mewujudkan peradaban Islam, yaitu dengan optimalisasi lembaga da’wah arsitektur dan planologi.
1. Sharing Kondisi Lembaga (Diharapkan setelah sesi sharing, ada pemetaan dan levelisasi lembaga. Mana kampus yang belum ada lembaga, sudah ada tetapi baru mula, sudah ada tetapi masih muda, maupun sudah ada dan mandiri)
2. Pembentukan Forum Komunikasi (Forum Komunikasi ini diharapkan menjadi wadah inisiasi kampus yang belum ada lembaga, menjadi wadah pengembangan bagi lembaga mula, menjadi wadah pendampingan bagi lembaga yang muda, dan menjadi wadah berbagi untuk lembaga yang mandiri. Pembentukan ini membahas Visi, Struktur, Alur Kerja, dan Pemilihan Koordinator)

Praacara
Praacara ini merupakan tahap persiapan acara puncak yang telah dijelaskan sebelumnya.

ROADSHOW
Roadshow ini memiliki dua agenda, yaitu:
1. Studi Banding, dengan konten: Permentoringan, kaderisasi/MSDA, Syiar dan Pelayanan, Akademik dan Keprofesian, Annisa dan Administrasi, Keuangan dan Bendahara, Jaringan.
2. Konsolidasi
a. Masukkan untuk Konferensi
b. Penyusunan Kerangka Buku (Setelah tersusun, diharapkan tiap lembaga Membaca buku/artikel tentang Peradaban Islam dan Membuat esai terkait Peradaban Islam (sesuai kesepakatan yang ada pada kerangka buku)

Follow up
Kegiatan ini jangan hanya menjadi ‘event’ kemudian selesai, tetapi harus berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya follow up

REKONSTRUKSI BENCANA ALAM
• Pembuatan Proposal
• Pengajuan Proposal ke Pemerintah Kota

FORUM KOMUNIKASI
• Fungsi:
1. Menginisiasi Prodi Arsitektur/Planologi di suatu Perguruan Tinggi yang belum memiliki Lembaga Da’wah
2. Mendampingi Lembaga Da’wah yang bermasalah
3. Menerbitkan dan mendistribusikan buku ‘Peradaban Islam di Indonesia 2045’
4. Mendampingi keberjalanan rancangan ‘Peradaban Islam di Indonesia 2045’

Sekian usulan dan ajakan ini, semoga bermanfaat.
Wassalamuy’alaykum wr wb

13 thoughts on “Merancang Peradaban Islam di Indonesia

  1. insyaallah akh ana selalu mendukung,kemauan lebih berharga drpda kmampuan n ingat lah ALLAH tidak akn merbah nasib suatu kaum kecuali mereka sendri yg mrobahnya.LAJUTKN.

  2. amien . .
    mudah2an niat antum dpat terlaksanakan . . . .
    n beristiqhomah di jalan Allah dalam da’wah kampus . .
    Insyaallah ana mendukung antum . . .

  3. Asw…
    Za, saya mau tahu seberapa besar persentasi keberhasilan rencana ini??? semua orang bisa berusaha dengan berbagai cara dalam rangka membangun peradaban Islam, akan tetapi tidak semuanya beruswah penuh kepada Rasulullah. Alhasil, banyak yang tidak membuahkan kegemilangan. “Bagaimana cara Rasulullah saw membangun peradaban Islam dulu???” belajar dari sejarah. nah itulah yang seharusnya diperdalam terlebih dahulu sebelum melangkah… karena cara Rasulullah sudah terjamin persentasi keberhasilannya. 100% lho…

    Proses itu harus dijalani, tapi proses seperti apa dulu… bagaimana proses awal, tengah, dan akhir sampai akhirnya peradaban Islam yang diperjuangkan Rasulullah dan para sahabat membuahkan kegemilangan…
    Ingat, Allah hanya mencintai orang-orang yang berjuang sesuai dengan apa yang diuswahkan Rasulullah… (3:31)

    Nisa =)

    • wa’alaykumsalam wr wb
      maksudnya persentase ya?
      saya yakin bisa, tapi kalo dipersentasekan kurang tau. hehe =D
      justru kegiatan ini salah satu cara beruswah dengan mempelajari sejarah peradaban Islam.
      terutama yang konferensi (sebenernya sih, maksud konferensi tuh kata lain dari syuro). kan nanti dibahas, Rasulullah membangun peradaban seperti apa. kalo membangun tauhid dulu, bisa kok dihubungkan dengan desain.
      desain arsitektur/tata kota yang menonjolkan ketauhidan tuh ada loh (lihat aja al jumu’ah ayat-ayat terakhir)

      sebenernya gak masalah tiap orang/organsisasi berusaha dengan cara yang berbeda-beda untuk mewujudkan peradaban Islam, bagus malah (dengan catatan tetep beruswah pada Rasul). soalnya sekarang udah gak ada Rasul yang segala bisa.
      yang jadi masalah adalah ketika mereka tidak berkoordinasi.
      Allahu’alam.

  4. iya maksudnya persentase… ketuker ama persentasi^^ (bukan ketuker ketang, emang kurang mendalami bahasa baku, atau karena sering persentasi kale ya. hehe..)

    syuro…??? syuro itu yang saya tahu semacam MPR tapi di islam berbeda. orang-orang yang (berhak) duduk di majlis ini hanya orang-orang terpilih… versi Allah dan Rasul.

    masalah cara yang berbeda— kalau saya analisis mh, malah aneh…
    setiap orang/kelompok yang mengaku berjuang dengan caranya yang berbeda dan menganggap bahwa cara mereka tetap dalam jalur “beruswah”??? aneh…
    apakah tidak memperhatikan, bagaimana akibat dari adanya perbedaan dalam metode perjuangan??? masa sih gak peka…

    masalahnya, yang saya pahami mah takaran “beruswah” itu jelass…
    hayoo… kumaha tah???

    • heu, tetep salah juga sih. yang saya tahu, harusnya presentasi. hehe =D
      eh, ketang itu apa?

      emang orang terpilih aja kok. perwakilan dari tiap lembaga da’wah.
      nah, kalo versi Allah dan Rasul, masalahnya Allah ga akan menurunkan wahyu lagi dan Rasul pun sudah tiada. lalu bagaimana?

      seperti yang saya bilang, mereka memerankan strategi Rasulullah yang beda-beda secara spesifik. ada yang di bidang politik, di bidang aqidah, media, dll.
      asalkan ada landasannya, ga masalah sih.

      CMIIW, Allahu’alam

  5. aduh, koq salah mulu se.. hehe

    hmm…. susah kalo dijelasin lewat tulisan mh…
    landasan juga kan landasan yang mana dulu dan seperti apa dulu. karena landasan yang benar itu standarnya jelas dan tidak akan menyebabkan orang/kelompok malah jadi saling menghujat satu sama lain… kalau ada hal semacam itu (saling menghujat, menyalahkan) berarti ada sesuatu yang salah dalam memahami dan mengamalkan landasan tersebut.

    Beberapa kuncinya: tidak taklid, paham asbabun nuzul, paham asbabul wurud, paham secara utuh sejarah perjuangan Rasul, paham sejarah nasional dan dunia, paham misi musuh Islam. Intinya harus benar-benar ma’rifat diri, Allah, Rasul, dan lingkungan (nasional dan dunia sekarang).

    Saya ingin membahasnya Za. Bisa bantu???

    • wah, ilmu saya tidak nyampe untuk bahas kesana (kenapa tiap orang/kelompok beda cara). yang pasti mereka juga pake ilmu.

      jangankan masalah ginian, qunut aja beda-beda kan? dan semuanya ada dalilnya (bahkan guru dan murid aja beda dan mereka jadi imam mazhab). tapi semuanya sepakat, bahwa shalat shubuh wajib.
      trus, pengucapan basmalah ketika shalat maghrib/isya/shubuh. ada yang pake basmalah dan dikeraskan, ada yang pake basmalah tapi ga keras-keras, dan ada yang ga pake basmalah dulu. semuanya ada dalilnya. namun, yang pasti, mereka sepakat bahwa al fatihah merupakan rukun shalat.

      begitu juga dengan peradaban Islam, semua sepakat dan sedang mengusahakan terwujudnya peradaban Islam. tapi caranya beda-beda. insya Allah ada landasannya (kalo ga percaya, tanyain aja satu per satu)

      nah, seperti yang saya udah bilang, yang jadi masalah adalah ketika tidak koordinasi (apalagi sampe ngehujat dan merasa paling bener).
      itu saja dari saya. CMIIW Allahu’alam…

      umm, boleh. insya Allah saya bantu semampu saya =D

Tinggalkan Balasan ke reZa pH Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.