Outbond PERSPEKTIF

PERSPEKTIF adalah kependekan dari Perjalanan Spiritual Spektakuler dan Kreatif.
PERSPEKTIF merupakan acara yang diselenggarakan oleh gARis (Keluarga Besar Islam ARsitektur)
Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan salah satu rangkaian acara PERSPEKTIF pada tanggal 19-20 Desember 2009 lalu, yaitu: OUTBOND!!!

Pos 0: Soal awal

Karena konsep outbond-nya adalah amazing race (bahasa gampangnya: pacepet-cepet nyampe finish) jadilah butuh ada sistem seleksi. Itu adalah latar belakang terbentuknya pos ini (dan itu baru tau H-1 sorenya) Jadi terpaksa cop-pas dari blog ini (maap teh, kaga bilang-bilang =D) Ini dia soal-soalnya:

1. Dalam sebuah kontes, peserta diminta untuk memanggang 15 tusuk sate. Satu kali memanggang tempat memanggangnya hanya cukup untuk 10 tusuk sate. Satu tusuk sate baru akan matang setelah dipanggang selama 10 menit. Sedangkan peserta hanya diberikan waktu 15 menit untuk berhasil memanggang semua sate tersebut. Pertanyaannya: bagaimana caranya agar ke 15 tusuk sate tersebut berhasil matang dalam waktu 15 menit?
2. Ada sebuah buku yang terdiri dari 1.000 halaman. Di halaman pertama tertulis “satu halaman berbohong”, dihalaman kedua tertulis “dua halaman berbohong”, dihalaman ketiga tertulis “tiga halaman berbohong”, seterusnya sampai halaman keseribu juga tertulis “seribu halaman berbohong”. Pertanyaannya, halaman keberapa yang tidak berbohong?
3. Jika; 1=5, 2=25, 3=125, 4=625, maka 5=…..?
4. Sebuah kubus yang dicat dengan warna merah, dipotong menjadi 125 kubus kecil. Berapa buah kubus kecil yang memiliki warna merah di satu sisinya saja?
5. Seorang ibu melahirkan dua anak laki-laki kembar tetapi mereka lahirnya pada tahun dan hari yg berbeda. Mengapa?

Jawaban:
1. Masak dulu 10 tusuk sampai setengah matang = waktu 5 menit. Masak lagi 10 tusuk, dengan ambil 5 tusuk yang baru dan 5 tusuk yang tadi sudah dimasak setengah matang = waktu 5 menit. Kemudian masak lagi 10 tusuk sate yang setengah matang sampai matang = waktu 5 menit. Total waktu 15 menit.
2. Halaman ke-999, karena dia bilang 999 halaman yang bohong. 1 halaman yang ga bohong itu dia sendiri, halaman ke-999.
3. Jawabannya 1, karena 1=5 sehingga 5=1.
4. Dalam 1 buah sisi kubus, terdapat 9 kubus kecil yang berwarna merah di satu sisinya. Karena ada 6 sisi. Jadi 9 x 6 = 54 kubus kecil yang ada warna merah di satu sisinya.
5. Karena lahirnya jam 31 Desember jam 23.59 dan 1 Januari 00.00.

Pos 1: Organigram gARis

Tujuan pos ini adalah perkenalan dengan pengurus gARis (lebih tepatnya sih, pengurus inti gARis)
Jadi peserta disuruh untuk mencocokan antara foto-nama-jabatan para pengurus inti gARis sesuai dengan struktur organisasi gARis.

Ketua gARis: Achmad Ghani Hadiyan
Sekretaris Jenderal: Hafidh Ihromi
Eksternal: Tengku Fahmi Ferdiansyah
Sekretaris: Yttria Ariwahjoedi
Bendahara: Aris Munandar
Kordiv HRD (Internal): Ilham Budiman
Kordiv Syiar: Faridudin Atthar
Kordiv Akpro: Padhang
Kordiv gARis corp (keuangan): Ferdi Kurniawan
Kordiv Annisaa: Ardania Rheswari

Pos 2: Gurun Sonora

Sebelum ke pos ini, peserta diberi godaan dulu. hehe
Jadi di sebuah tebing sekitar 2,5 meter panitia menaburkan koin emas (sebenernya cokelat *chocolate, bukan brown* sih). Nah, pas si peserta berusaha mengambilnya, ada panitia yang bersembunyi untuk menyiram mereka dengan air. Basah deh =p

Pos ini berupa cerita, kita simak saja…

“Pada suatu sore yang naas, jauh di pedalaman gurun Sonora di Amerika Selatan, anda bersama beberapa teman mengalami nasib yang kurang baik. Pesawat ringan Piper Aztec ‘Blowing in the wind‘ yang sudah setia menemani petualangan selama ini, terpuruk dan terpaksa melakukan pendaratan darurat.
Dari pengalaman anda merasa pasti bahwa lokasi pendaratan ini hanya sekitar 150 km dari Nuthills, suatu checkpoint terdekat. Hasil inventarisasi sementara dari semua peralatan yang ada, tinggal 15 jenis perlengkapan yang nampaknya masih dapat digunakan dengan baik sebagai berikut:

• satu buah parasut warna merah putih
• 4 galon air minum
• pisau pandu
• beberapa kaca mata gelap
• pistol cal 45 Smith & Wesson dan beberapa pelurunya
• jas hujan ponco dari plastik tak tembus air
• dua botol minuman favorite, “VODKA 180 PROOF
• satu buah kompas magnetik
• satu kotak perban
• satu buah buku “Jenis-Jenis Binatang yang Dapat Dimakan di Padang Pasir
• satu buah cermin kosmetik
• satu botol tablet garam
• satu lembar peta navigasi udara
• satu buah flaslight 4 batere
• masing-masing jaket kasual

Jarak perjalanan yang cukup jauh memaksa anda untuk menetapkan urut-urutan prioritas dari keseluruhan perlengkapan yang tersisa itu, karena mati hidup seluruh rombongan akan sangat tergantung pada putusan ini.

Menurut anda bagaimanakah sebaiknya kita menetapkan urutan prioritas dari keseluruhan perlengkapan di atas? Dapatkah anda membantu kami agar bisa survive dan selamat sampai di tujuan? Selamat mencoba!”

Jawaban:

RANK

PERALATAN

RASIONAL

1 Kaca Kosmetik Alat utama untuk komunikasi  – Team SAR
2 Jaket Kasual Pencegah utama dehidrasi
3 Galon Air Tawar per Orang Penyambung hidup utama
4 Lampu Senter Alat Komunikasi malam hari / Tabung air
5 Parasut Merah dan Putih Tanda dan Tenda untuk berteduh
6 Pisau Pandu Banyak gunanya
7 Jas Ponco plastik Alat berteduh dan Penyulingan air sederhana
8 Pistol cal. 45 Sandi SOS, alat pemantik api, namun Bahaya bila sudah terkena “halusinasi “
9 Kacamata Gelap Pelindung Mata dari bahaya “Buta Gurun”
10 Kotak Perban Alat bantu pelindung tubuh/mengurangi dehidrasi
11 Kompas Magnetik Hanya untuk alat bantu komunikasi/kacanya, namun Berbahaya, karena bisa membuat orang jadi nekad padahal tak berguna
12 Peta Udara Sama sekali tak berguna kecuali bahan api unggun saja
13 Satu Buku “Binatang yang Bisa Dimakan” Percuma, makan khususnya daging akan menyedot air dalam tubuh, kita akan mengalami dehidrasi lebih parah
14 Dua botol Vodca Kecuali sebagai “kompres” dan alat/bahan pembuat api unggun saja
15 Satu botol Tablet Garam Paling tak berguna, dehidrasi berarti cairan tubuh berkurang dan kadar garam bertambah

Esensi:

Intinya kita harus menyiapkan hari kemudian. Penyusunan prioritas tersebut adalah sebuah simulasi bahwa ada pekerjaan-pekerjaan yang menyenangkan dan dianggap berguna, padahal itu seharusnya bukanlah prioritas kita karena ada hal yang dianggap tidak menyenangkan, namun justru bisa jadi penyelamat kita dalam perjalanan menuju hari kemudian tersebut.
ada yang mau nambahin?

Pos 3: Nyuci Sepatu

Yee, akhirnya nyampe ke pos yang saya jaga (ga penting =D)

Eh, belum deng.
Sebelum ke pos 3, mereka diberi rintangan dulu.
Semua anggota kelompok ditutup matanya, kecuali satu orang. Satu orang ini diharuskan menginstruksikan kepada temannya untuk mengambil koin emas di jalur di depannya.
Hanya saja, tidak boleh kena tali rafia. Jadilah yang tutup matanya harus merangkak dan loncat-loncat. Lucu! wkwkwk

Nah, ke pos 3 deh.
Di pos ini peserta diminta untuk duduk dengan saling membelakangi. Duduk serileks mungkin, mencopot sepatunya,dan menaruh sepatunya di belakang punggung masing-masing.
Lalulalu, saya pun menukar sepatu-sepatu mereka sembari memberikan dua helai tisu dan sebuah amplop, kemudian saya memerintahkan mereka untuk mengambil semua barang yang ada di belakang mereka.
Udah ketebak mau ngapain kan? Ya, semir sepatu temannya =D
Setelah selesai, sepatu ditukar lagi. Dan mereka harus membayar usaha temannya dengan koin emas yang dimasukkan ke amplopnya.

Esensi:

Target utama dari pos ini, peserta diharapkan mau beraktivitas di gARis. Seperti simulasi tadi, semakin kita total ketika menyemir sepatu, semakin tinggi bayarannya. Begitu juga dengan di gARis, semakin kita sering ikut kegiatan di gARis, semakin banyak yang kita dapat, terutama hal-hal yang berkaitan dengan akhirat.
Tambahannya, kita bisa merasakan susahnya mencari nafkah. Dalam sekian menit di simulasi, kita bisa merasakan bagaimana perjuangan orang-orang yang kurang mampu di luar sana untuk bertahan hidup.

Pos 4: Sambung cerita

Medan di pos ini adalah sebuah kebun kecil yang ada kayu-kayu yang ditancapkan.
Sedangkan inti dari pos ini adalah menyambung cerita yang berserak.
Gini ceritanya:

Hudzaifah Al-‘Adawi bercerita bahwa suatu hari saat Perang Yarmuk ia mencari saudara sepupunya sambil membawa air. Ia pun menemukan saudaranya itu dan menawarinya minum. Saudaranya mengangguk mengiyakan.

Ketika ia hendak meminum air tersebut, ia mendengar ada orang mengerang kesakitan.
Ia menyuruh Hudzaifah memberikan air itu pada laki-laki itu. Ternyata Hisyam ibn Al-‘Ash yang sudah sekarat.

Hudzaifah menurut, lalu menawarkan air pada Hisyam. Hisyam mengangguk, namun sebelum sempat air itu diminum ia mendengar seseorang yang mengerang kesakitan. Hisyam menyuruh pergi memberikan air itu padanya.

Ketika Hudzaifah sampai pada laki-laki itu, ternyata ia telah mati syahid.
Lalu ia kembali menemui Hisyam. Ternyata Hisyam pun telah mati syahid.

Buru-buru Hudzaifah menemui saudaranya lagi, tapi ternyata ia pun telah dipanggil Allah.
Mereka meninggal sebelum sempat meneguk air yang dibawa Hudzaifah karena lebih memilih mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.

Menyentuh ya?
Tapi untuk mendapatkan cerita utuh seperti di atas, perlu perjuangan yang keras. Karena setiap paragrafnya disebar di seantero kebun.
Yang tidak lengkap, harus meninggalkan tumbal di pos ini.

Esensi:

Tidak selamanya hikmah itu dalam keadaan utuh, terkadang kita perlu mencarinya dan merangkainya. Tentu hasil yang kita terima akan terasa indah.
Terkait isi cerita, kisah yang diangkat adalah tentang itsar. Puncak tertinggi dari tingkatan ukhuwah Islamiyyah. Semoga setelah pos ini, ukhuwah kita semakin erat hingga mencapai derajat itsar.

Seru kan outbondnya? =p
Sekian, Allahu’alam…

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.