Harkitnas?

Memang sudah 4 hari berlalu, tapi suasana Harkitnas masih terasa hingga hari ini. Siapa sih yang tidak menginginkan bahwa negeri Indonesia ini bangkit dari keterpurukannya? Siapa sih yang tidak menginginkan kalau ibu pertiwi bisa kembali tersenyum?

Yup! Tanggal 20 Mei telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai hari kebangkitan Nasional. Hal ini bersamaan dengan berdirinya Budi Utomo (BU), yaitu sebuah organisasi yang digagas oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908 yang konon merupakan tonggak baru perlawanan terhadap penjajah. Namun apabila kita teliti kembali, ternyata anggapan selama ini adalah salah. Sejatinya BU bukanlah tonggak Kebangkitan Nasional.

KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam dalam bukunya ‘Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa’ mengatakan,

“BU ini adalah organisasi yang mendukung penjajahan belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan kemerdekaan Indonesia, a-nasional, anti agama, bahkan sejumlah tokohnya adalah anggota fremansory Belanda.” (Risky Ridyasmara, 20 Mei Bukan Hari kebangkitan Nasional)

Sebenarnya, Syarikat Dagang Islam (SDI) yang berdiri tiga tahun sebelum Budi Utomo inilah yang lebih pantas untuk dijadikan tonggak kebangkitan Nasional. SDI (kini dikenal dengan nama Syarikat Islam) menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta memperjuangkan kebenaran Islam.

Miris memang mengetahui tinta emas yang telah digoreskan oleh pejuang Islam pada lembaran sejarah Indonesia, telah dihapus oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan diganti dengan berita-berita palsu.

Mungkin, jika BPUPKI tidak melakukan langkah licik dengan membatalkan kesepakatan Piagam Jakarta dan menggantinya dengan Pancasila, bisa jadi sekarang Indonesia kembali menjadi macan Asia yang disegani oleh Dunia.

Kita harus yakin bahwa hanya Islam yang akan menjadi solusi permasalahan yang mendera bangsa ini. Oleh karena itu, marilah kita tekadkan dari sekarang bahwa kita akan menjadi sarjana yang punya keberpihakan kepada Islam.

Allahu’alam

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.