Program Tepat, Kerja (insya Allah) Berkah


Berikut ini ada rumus yang sering digunakan oleh GAMAIS ITB untuk membuat program kerja (terutama kepanitiaan), yaitu CAVD: Cash flow, Appreciation, Value, and Documentation. Yang perlu dicatat, rumus tadi bukanlah tahapan ataupun urutan, tapi biar enak aja nyebutnya CA-V-D! hehe =D

1. Cashflow/basis dana

perlu ada perubahan mindset di setiap departemen atau kepanitiaan bahwa proker adalah tempatnya menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana. diharapkan setelah suatu program berakhir, yang terjadi adalah memberikan sejumlah uang ke bendahara, bukan sebaliknya. minimal impas lah.
lalu, perlu adanya kemandirian finansial. setiap departemen/kepanitiaan punya usaha sendiri dan tidak bergantung pada departemen danu atau donatur. misal, inkasi dari BIRU Smansa atau Al Mishbah.
bahkan, perlu ada target jangka panjang bahwa nantinya DKM memiliki keberlimpahan dana dan itu semua digunakan untuk pelayanan umat, semisal beasiswa dan penyaluran zakat/infaq/shodaqoh/hewan qurban. salah satu keberlimpahan dana itu didapat dengan mendirikan usaha mandiri.

2. Appreciation/Participation

dalam setiap program kerja, kita perlu memerhatikan objek, subjek, dan supporter sehingga mereka memberikan tanggapan positif kepada setiap yang DKM lakukan. ini juga menjadi salah satu parameter keberhasilan dakwah.
Baca lebih lanjut

ustadzah di madrasah peradaban =p


hoho, saya suka banget sama gambar di atas.
saya memaknainya sebagai suatu cita besar sepasang hati yang ingin mewujudkan peradaban islam dari madrasahnya.

—–

setiap pemimpin besar pasti memiliki wanita luar biasa di belakangnya. entah itu ibunya ataupun istrinya. oleh karena itu, sangat tepat ketika Rasulullah saw bersabda:

Dari Abu Hurairah ra: “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik perlakuannya kepada perempuan.” (HR Al-Tirmidzi, dan dia menilainya hasan shahih)

sebenernya konteks hadits diatas lebih ke istri. tapi tetep aja ga ada yang bisa mengalahkan kemuliaan seorang ibu. hadits yang memerintahkan untuk berbakti kepada ibu justru lebih banyak.
Baca lebih lanjut

Klasemen Akhir Babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2010


Grup A

Afrika Selatan 1 – 1 Meksiko
Uruguay 0 – 0 Perancis
Afrika Selatan 0 – 3 Uruguay
Perancis 0 – 2 Meksiko
Meksiko 0 – 1 Uruguay
Perancis 1 – 2 Afrika Selatan

NO NEGARA MN MG SR KL GM GK NL
1 URUGUAY 3 2 1 0 4 0 7
2 MEKSIKO 3 1 1 1 3 2 4
3 AFRIKA SELATAN 3 1 1 1 3 5 4
4 PERANCIS 3 0 1 2 1 4 1

Grup B

Argentina 1 – 0 Nigeria
Korea Selatan 2 – 0 Yunani
Yunani 2 – 1 Nigeria
Argentina 4 – 1 Korea Selatan
Nigeria 2 – 2 Korea Selatan
Yunani 0 – 2 Argentina

NO NEGARA MN MG SR KL GM GK NL
1 ARGENTINA 3 3 0 0 7 1 9
2 KOREA SELATAN 3 1 1 1 5 6 4
3 YUNANI 3 1 0 2 2 5 3
4 NIGERIA 3 0 1 2 3 5 1

Baca lebih lanjut

rancangan pembinaan DKM


bismillah

sebelum bicara terkait pembinaan, saya ingin menekankan perbedaan antara agenda pembinaan dengan agenda syiar/dakwah.

agenda syiar (seperti yang telah dijelaskan pada note sebelumnya) bersifat lebih fun karena memang ditargetkan agar sebanyak-banyaknya yang ikut. makanya harusnya kegiatannya harus yang mereka butuhkan.
sedangkan agenda pembinaan bersifat lebih memaksa karena ada target tertentu yang harus dicapai (menjadi muslim yang kaffah). peserta pembinaan pun harusnya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi pembinaan. namun ga masalah, kalo dibuat fun (asalkan targetnya tercapai)

nah, pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? seperti itulah pembinaan yang baik, nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, pesertanya mau jadi seperti apa. setelah ada, baru dibuat jalan-jalan menuju ke capaian di akhir tersebut.
karena kita sedang bicara tentang pembinaan keislaman, ya berarti target akhir kita, peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang kaffah, yaitu memiliki:

a. Salimul ‘aqidah (‘aqidah yang bersih)
b. Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
c. Matinul khuluq (akhlak yang tegar)
d. Qadirun ‘alal kasbi (kemampuan berpenghasilan)
e. Mutsaqqaful fikri (pikiran yang intelek)
f. Qawiyyul jism (fisik yang kuat)
g. Mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh terhadap dirinya)
h. Munazhzham fi syu’unihi (teratur dalam urusan-urusannya)
i. Haritsun ‘ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
j. Nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain)

10 karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:
Baca lebih lanjut

hanya ingin berbagi untuk smansaku…


hampir enam tahun semenjak momentum itu. sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya.
ya, hampir enam tahun lalu saya pertama kali menginjakkan kaki di SMA Negeri 1 Bogor. setelah display ekskul ketika MOS, saya berpikir untuk ikut tiga ekskul saja: Sketsa, Panssera, dan Diafragma. hanya itu, sampai suatu ketika seorang teman datang menghampiri saya, nyodorin selembar kertas, dan berkata “peh, isi!”
kertas itu adalah lembar formulir pendaftaran DKM Ar Rahmah.

saya ga kepikiran sama sekali mau ikut DKM sebelumnya. tapi itulah momentumnya, sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya. hingga kini saya senantiasa bersyukur atas momentum itu. apa jadinya kalo saya tidak disodori beberapa lembar kertas itu? apa jadinya kalo saya males mengisinya? huff, mungkin saya ga akan menulis ini sekarang.

kawan, kebanyakan alasan teman-teman kita masuk DKM adalah ingin mendapat ilmu. betul tidak? tetapi ternyata DKM adalah lembaga dakwah yang secara tidak langsung menuntut pengurusnya untuk memberi (bukan menerima seperti yang diharapkan ketika pertama kali mendaftar)
ini yang banyak tidak dipahami oleh teman-teman kita, bahwa dakwah sejatinya adalah untuk diri kita sendiri.

pernah ga temen-temen merasa jenuh dalam beribadah? kalo saya sih sering. hehe.
atau pernah ga sengaja baru bangun waktu adzan shubuh padahal kita biasa tahajud?
atau pernah merasa gada waktu untuk ibadah? misal ada acara outbond yang kotor-kotoran dari pagi buta ampe zuhur. berarti ga sempet sholat dhuha kan, padahal kita udah biasa sholat dhuha. nah gimana noh?
gampang, solusinya adalah dakwah.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (HR. Muslim)

jadi konsep mudahnya gini, ketika kita udah ga bisa buat apa-apa lagi untuk mendapat pahala, pakailah pahala orang lain. toh, orang lain juga ga rugi.
apalagi modalnya cuma ngasih petunjuk. cuma ngasih tau doang.
tapi ada yang perlu dicatat: jangan sampai jadi calo, kita ngajakin orang lain tapi kita sendiri ga ngelakuin.
menurut saya, itulah esensi dakwah sebenarnya (selain mengajak orang lain dari kegelapan menuju cahaya Islam)
CMIIW, Allahu’alam…
Baca lebih lanjut

Bulan Rajab dan Keutamaannya


“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (TQS. At Taubah: 36)

Bulan Haram yang dimaksud oleh ayat diatas adalah bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab, yaitu bulan yang dimuliakan. Sehingga kita dilarang menganiaya diri kita dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.

Saat ini kita telah sampai pada bulan rajab dan seperti yang disebutkan oleh ayat di atas, bulan Rajab adalah bulan yang istimewa, bulan yang dimuliakan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita melakukan amal ibadah yang lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya. Sekalian menyiapkan diri menyambut ramadhan juga kan?

Nah, ada yang perlu diperhatikan nih. Ternyata bulan Rajab itu tidak ada keutamaan yang khusus seperti bulan Ramadhan loh. Jadi, kalopun kita perbanyak amal shalih, niatkanlah seperti di bulan-bulan yang lain dan tidak mengkhususkan untuk bulan Rajab saja. Begitu juga amalan khusus bulan rajab, ternyata itu tidak ada. Semua amalan sunnahnya sama dengan bulan-bulan yang lain.

—–

Berikut penjelasan terkait hadits-hadits palsu tentang bulan Rajab.

1.
حديث : رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتى. فمن صام من رجب يومين. فله من الأجر ضعفان, ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا, ثم ذكر أجر من صام أربعة أيام, ومن صام ستة أيام, ثم سبعة أيام ثم ثمانية أيام, ثم هكذا: إلى خمسة عشر يوما منه.

Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung-gunung yang ada di dunia,… (kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuh hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari).” Hadits ini Maudhu`/Palsu
Baca lebih lanjut

Award ketiga, hoho


assalamualaikum wr wb.

kuungkapkan rasa bahagia dalam alunan nada suara atas nikmat dan karunia yang kudapatkan: alhamdulillah…

saya baru nyadar dapet award dari fadhil. padahal udah lama banget. hehe, afwan.
dan itu berarti blog ini udah dapet 3 pernghargaan.
penghargaan pertama saya dapet dari auzi dan penghargaan kedua saya dapet dari teh zara.
Kedua penghargaan itu disebut butterfly award, dan saya udah membuat tugasnya. ini postingannya.
Sekarang saatnya membuat tugas dari bung fadhil =D

1. Pasang penghargaan ini di blog.
sip!






Baca lebih lanjut