[jurnal] Emang Susah Untuk Berlibur =(

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

“Madinah dikepung tentara gabungan kabilah-kabilah Arab. Kabilah Quraisy beraliansi dengan kabilah Ghathfan, kabilah Asad, kabilah Asyja’, kabilah Salim, dan kabilah Murrah. Pasukan sekutu (Ahzab) ini ingin memukul kekuatan kaum muslimin Madinah dengan satu serangan yang menghancurkan untuk selama-lamanya.

Pada tanggal 8 Dzulqa’idah 5 Hijriah atau sekitar bulan April tahun 627 Masehi, tentara Ahzab itu mendekati Kota Madinah. Gerakan mereka terhenti karena di celah antara dua gunung yang menjadi pintu masuk Madinah telah menganga parit pertahanan yang tidak bisa dilompati kuda-kuda mereka.

Sungguh berat sekali perang yang harus dihadapi Rasulullah saw kali ini. Musuh ada di dua front. Tenaga dan pikiran Rasulullah saw pasti terkuras habis. Al-Waqidi menggambarkan betapa lelahnya Rasulullah saw. Ia mendapat sanad yang berujung kepada Abu Waqid Al-Laitsi, seorang sahabat yang ikut dalam Perang Khandaq.

Tampaknya perang memang tidak mengizinkan Rasulullah saw beristirahat. Ummu Salamah, istri Rasulullah, yang ikut berkemah di Markas Komando di Gunung Salah’, nama gunung di sebelah Utara Madinah, bercerita, “Demi Allah, aku berada di tengah kelamnya malam di kemah Rasulullah saw. Beliau sedang tidur sampai aku mendengar suara yang mengejutkan. Aku mendengar orang berteriak, ‘Yaa khailallah (wahai pasukan kuda Allah)!’ Rasulullah saw menjadikan sebutan itu sebagai syiar panggilan Muhajirin: ‘Ya khailallah!’ Rasulullah saw pun kaget mendengar suara orang itu, kemudian beliau keluar dari kemahnya.”

Hari demi hari berlalu. Pengepungan masih berlanjut. Angin dingin bertiup kencang. Medan perang semakin berat. Apalagi untuk pria paruh baya seperti Rasulullah saw. Dalam usia 57 tahun, tubuh Rasulullah saw harus selalu siap siaga berjaga dan siap berperang setiap waktu. Beliau selalu bergerak cepat dari satu titik pertahanan ke titik pertahanan lain yang mendapat gempuran musuh. Serangan itu terjadi kapan pun tak kenal waktu. Siang dan malam Rasulullah saw hampir-hampir tidak bisa tidur selama peperangan berkecamuk. Rasulullah saw adalah manusia biasa. Tubuhnya lelah. Kelelahan yang tiada tara. Tidak ada waktu istirahat untuk Rasulullah saw. Tidak ada.”

Source : Da’watuna.com


Kawan, jika orang yang sudah dijamin masuk surga saja sedemikian hebatnya dalam berjuang. Melaksanakan amanahnya tanpa kenal kata menyerah, lantas masih pantaskah kita berleha-leha dalam menggapai surgaNya?

Bahkan waktu tidurnya pun diambil oleh perjuangannya. Kita kan belum pernah, malam-malam dapet sms nyuruh rapat. Kalo Rasulullah saw disamperin ke rumahnya, trus ‘dipaksa’ untuk perang. Luar biasa bukan? Allahumma shalli ‘ala Muhammad…

Kita kan masih belasan umurnya (kecuali saya), sedangkan Rasulullah waktu itu sudah setengah abad lebih usianya. Hanya terpaut beberapa tahun terhadap ajalnya. Berarti harusnya memang udah lelah, tapi ya gitu, tekadnya untuk berjuang sungguh luar biasa.

***

Kawan, masa 2007 sudah mau lewat.
Kalo kami gabisa nyontohin yang baik, ya sudahlah. Biarkan itu jadi pelajaran buat kita semua.
Kalo kami senantiasa berbuat salah, mohon dimaafkan.

Namun, jangan biarkan itu semua terjadi pada adik-adik kita. SAPPK 2010, AR 2009, PL 2009.
Sambut mereka dengan tangan terbuka dan senyuman hangat.
Jabat tangannya dengan lembut, rangkul bahunya dengan nyaman, dan ajak mereka menuju kebaikan.
Semoga itu semua bisa menjadikan SAPPK lebih Islami, lebih jauh lagi menuju Indonesia Islami. Allahu Akbar!

untuk teman-teman PMBR, yuk berlelah-lelah lillah.
yang belon bantu-bantu segera hubungi Mamet, Khairun, Ihsan, atau Dodon.
tetep semangkA: semangat karena Allah!!!

salah satu kesuksesan acara ini adalah: panitia yang semakin dekat dengan Allah dan peserta (SAPPK 2010) yang tercerahkan oleh cahaya Islam.
Semoga itu semua menjadi amal yang tak terputus teman-teman. Istilahnya Multi Level Pahala. Mau?

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang muslim” (QS Fushshilat : 33)

Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka baginya pahala yang sepadan dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka baginya dosa yang sepadan dengan orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Muslim)

LAA ROHATA LIL MU’MINIINA ILLA FIL JANNAH. TIADA ISTIRAHAT BAGI ORANG YANG BERIMAN KECUALI DI DALAM SURGA
yuk, reunian di Surga. amin =p

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.