hanya ingin berbagi untuk smansaku…

hampir enam tahun semenjak momentum itu. sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya.
ya, hampir enam tahun lalu saya pertama kali menginjakkan kaki di SMA Negeri 1 Bogor. setelah display ekskul ketika MOS, saya berpikir untuk ikut tiga ekskul saja: Sketsa, Panssera, dan Diafragma. hanya itu, sampai suatu ketika seorang teman datang menghampiri saya, nyodorin selembar kertas, dan berkata “peh, isi!”
kertas itu adalah lembar formulir pendaftaran DKM Ar Rahmah.

saya ga kepikiran sama sekali mau ikut DKM sebelumnya. tapi itulah momentumnya, sebuah peristiwa yang membuat diri ini merasa lebih dekat dengan Rabbnya. hingga kini saya senantiasa bersyukur atas momentum itu. apa jadinya kalo saya tidak disodori beberapa lembar kertas itu? apa jadinya kalo saya males mengisinya? huff, mungkin saya ga akan menulis ini sekarang.

kawan, kebanyakan alasan teman-teman kita masuk DKM adalah ingin mendapat ilmu. betul tidak? tetapi ternyata DKM adalah lembaga dakwah yang secara tidak langsung menuntut pengurusnya untuk memberi (bukan menerima seperti yang diharapkan ketika pertama kali mendaftar)
ini yang banyak tidak dipahami oleh teman-teman kita, bahwa dakwah sejatinya adalah untuk diri kita sendiri.

pernah ga temen-temen merasa jenuh dalam beribadah? kalo saya sih sering. hehe.
atau pernah ga sengaja baru bangun waktu adzan shubuh padahal kita biasa tahajud?
atau pernah merasa gada waktu untuk ibadah? misal ada acara outbond yang kotor-kotoran dari pagi buta ampe zuhur. berarti ga sempet sholat dhuha kan, padahal kita udah biasa sholat dhuha. nah gimana noh?
gampang, solusinya adalah dakwah.

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun.” (HR. Muslim)

jadi konsep mudahnya gini, ketika kita udah ga bisa buat apa-apa lagi untuk mendapat pahala, pakailah pahala orang lain. toh, orang lain juga ga rugi.
apalagi modalnya cuma ngasih petunjuk. cuma ngasih tau doang.
tapi ada yang perlu dicatat: jangan sampai jadi calo, kita ngajakin orang lain tapi kita sendiri ga ngelakuin.
menurut saya, itulah esensi dakwah sebenarnya (selain mengajak orang lain dari kegelapan menuju cahaya Islam)
CMIIW, Allahu’alam…

lalulalu, ini yang sebenarnya pengen saya bicarakan, hehe, udah panjang duluan ya? afwan deh.
(cuma pengen ngasih pandangan lain tentang dakwah terlebih dahulu, supaya gada yang ngerasa: buat apa sih ngedakwahin orang lain? diri sendiri aja belum tentu masuk surga! nah, justru itulah fungsinya dakwah: agar kita masuk surga. ya kan? =D)
gimana caranya agar dakwah kita bisa masuk ke mereka?
nah, untuk digunakan di DKM sedikitnya ada 5 cara yang bisa dilakukan (sebenernya emang udah biasa dilakukan sih, tapi saya pertegas lagi aja, hehe), yaitu:

1. kegiatan syiar.

contoh kegiatan syiar ini banyak, biasanya dilakukan secara rutin oleh departemen Dakwah Umum seperti: kultum kelas, kultum masjid, kultum radio (eh, masih ada ga?), dan pengajian-pengajian. atau yang insidentalnya seperti: TAKBIR di bulan Ramadhan.

nah, pertanyaannya adalah sudahkah kegiatan syiar ini diterima oleh kebanyakan siswa SMANSA? ataukah ada tidaknya kegiatan syiar ini tidak berpengaruh pada kehidupan SMANSA?

saya punya dua tips untuk menarik minat mereka terhadap kegiatan syiar:

pertama, buat kegiatan syiar yang mereka butuhkan, sehingga mau gak mau mereka akan mendatangi kegiatan ini. soalnya mereka lagi butuh banget. jadi kalo kegiatan ini ga ada, mereka akan rugi karena kebutuhannya tidak terpenuhi. nah, pertanyaan selanjutnya: pernahkah temen-temen pengurus DKM bertanya ke warga SMANSA: mereka lagi butuh apa? kalo belum, wajar aja mereka ga peduli sama kegiatan syiar.

kedua, buat kegiatan syiar yang menarik dan menyenangkan. kalo udah gini mah meskipun mereka ga butuh, mereka akan datang ke kegiatan ini. analoginya gini: pernah gak temen-temen membeli suatu produk yang sejatinya temen-temen gak butuh, tapi karena menarik, temen-temen membelinya. pernah? begitu juga dengan kegiatan syiar. Islam itu indah, tetapi kalo pengemasannya gak menarik, ya ngga akan dilirik.
oia, jangan lupa untuk tetap memperhatikan koridor syariat. jangan sampai karena ingin menarik minat, temen-temen malah membuat kegiatan yang dilarang syariat.

perlu dicatat juga, yang utama bukanlah yang besar, megah, dan insidental (hanya sesekali saja), melainkan yang rutin dan istiqomah (menanjak naik, tidak stagnan) meskipun sederhana. tidak mengapa acara besar DKM sedikit, asalkan kegiatan rutinnya baik. kuncinya: istiqomah.

2. pelayanan akademis.

seperti yang telah kita sadari bersama, bahwa himpitan akademis semakin besar dewasa ini. justru itu yang bisa kita manfaatkan untuk mengajak teman-teman SMANSA ke dalam kebaikan, yaitu dengan melakukan pelayanan akademis.

disini kita perlu mengaktifkan departemen Pendidikan, terutama subdep MSC (masih ada ga?)
kita buat kelompok-kelompok kecil untuk belajar bareng. kita pun bisa minta tolong ke Forkom Alims sebagai pendamping. bisa juga dengan mengadakan try out (udah sering kan ya?) atau dengan menyediakan informasi akademis sekolah, semisal: UTS (ujian tidak serius), UAS (ujian agak serius), remedial, sampe ke ujian mandiri suatu perguruan tinggi.

jangan lupa mengemasnya dengan warna-warna Islam. misal dengan menyelipkan ayat-ayat Quran yang berkaitan dengan pelajaran. kan banyak tuh ayat-ayat biologi, geografi, fisika, arsitektur (?), dll.

3. gerakan bawah tanah.

jangan kaget sama judulnya, itu nama lainnya dakwah fardiyyah. hehe =p
temen-temen udah paham lah ya tentang DF ini. malah kayaknya lebih jago dari saya deh.

saya hanya ngasih masukkan secara teknis aja.
menurut saya, yang namanya DF itu hanya masalah pendataan.
jadi, yang dilakukan pertama kali adalah mendata kondisi temen-temen kita, harus satu per satu ada laporannya. mungkin pembagian kondisinya bisa seperti ini:

– antipati (orang yang menghalang-halangi dakwah) -> kayaknya udah ga ada di SMANSA mah.
– apatis (orang yang ga peduli sama dakwah, mau ada syukru mau ga ada ya gapapa)
– simpati (orang yang belum aktif berdakwah tapi kalo diajakin mau-mau aja)
– kader (orang yang aktif berdakwah)

intinya orang-orang yang udah dalam kondisi kader, ngajak yang simpati ampe dia ‘naek tingkat’ jadi kader, trus ngajak yang apatis ampe jadi simpati, dan seterusnya. target utamanya sih jadi kader semua, tapi kalo udah naek satu tingkat aja udah alhamdulillah.

atau bisa juga DF-nya dari yang tadinya pacaran jadi nikah (mupeng! haha =9), tadinya ga berjilbab jadi berjilbab (untuk cowok ga boleh, pokoknya ga boleh), tadinya ngerokok jadi ga ngerokok, dll.

nah, peran seperti ini sangat pas jika dilakukan rohis kelas kepada kelasnya masing-masing. karena rohis kelas paling dekat ke temen-temen sekelas. jadi lebih enak action dan controlling-nya. lalu rohis kelas ini harus ngelaporin progresnya ke subseksi Rohani Islam OSIS (kalo dulu sih ke departemen Humas, tapi udah ga ada kan ya?) laporan harus rutin, entah itu sepekan sekali atau 2 pekan sekali.
insya Allah gerakan bawah tanah ini akan membuat SMANSA lebih Islami…

4. optimalisasi media.

saya sadar kok, kalo kita ngadain 3 kegiatan di atas sangat melelahkan. jangankan tiga-tiganya, baru yang nomer satu aja udah capek duluan, tetapi jangan biarkan temen-temen kita di SMANSA itu tidak kita sentuh dengan nilai islam! jangan dibiarkan walaupun hanya 1 hari.
lalu bagaimana caranya? jawabannya adalah dengan media, seperti: buletin, mading, kulpantus, dan tabox.

lahannya departemen Inkasi nih. departemen ini harus bisa menjadi corong opini warga SMANSA. ada masalah apa, DKM bikin opini dan menjadi rujukan oleh siapapun. tentang palestina, piala dunia, video, dan isu-isu lainnya.

penyuasanaan yang terusmenerus inilah yang akan menjadi lintasan pikiran warga SMANSA, kemudian ujungnya menjadi karakter. karena penyuasaannya Islami, insya Allah karakter yang terbentuk adalah karakter Islam.
buatlah kesan bahwa SMANSA itu Islami, buatlah kegiatan Islami itu biasa di SMANSA (dan menarik tentunya). efek jangka panjangnya, penyuasanaan ini akan menumbuhkan semangat untuk berislam lebih dalam, membuat mereka lebih mudah menerima pengaruh dan nilai-nilai Islam.
munculkan kesan bahwa DKM adalah organisasi yang eksis dan bermanfaat, yaitu memiliki karakter dan citra yang bersahabat bagi setiap warga SMANSA sehingga mereka lebih membuka diri pada DKM. oleh karenanya, da’wah pun akan lebih mudah.

kuantitas dan kualitas propaganda bisa menunjukkan betapa besar, kuat, aktif, dan berpengaruhnya suatu lembaga di mata publik, tak peduli seberapa baik atau buruknya lembaga itu di balik layar. oleh karena itu, penempatan media pun menjadi penting. repitisi akan membuat warga SMANSA selalu ingat DKM, karena mereka akan melihat propaganda DKM kemanapun pergi. Ya, DKM ada dimana-mana!
lebih bagus lagi kalo tiap media DKM punya ciri khas, jadi dengan melihat sekilas aja, orang lain udah tau kalo itu buatan DKM.
untuk tambahan, jangan lupakan dunia maya. media online ini bisa berpengaruh besar pada da’wah DKM.

5. pake senjata terakhir umat muslim

doakan mereka.
coba jawab dalam hati, udah berapa kali mendoakan temen-temen SMANSA yang lain?
doakan untuk hidayah atas mereka, doakan untuk kesuksesan mereka di dunia dan akhirat.

—-

mungkin sekian dulu tulisan dari saya, semoga bisa bermanfaat.
saya tidak ada niat untuk menggurui, ini semua saya sampaikan berdasarkan pengalaman semata. jadi, bisa aja salah atau tidak tepat.
temen-temen lebih tau kondisi SMANSA, silakan sesuaikan dengan kondisi SMANSA saat ini.
Allahu’alam…

One thought on “hanya ingin berbagi untuk smansaku…

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.