rancangan pembinaan DKM

bismillah

sebelum bicara terkait pembinaan, saya ingin menekankan perbedaan antara agenda pembinaan dengan agenda syiar/dakwah.

agenda syiar (seperti yang telah dijelaskan pada note sebelumnya) bersifat lebih fun karena memang ditargetkan agar sebanyak-banyaknya yang ikut. makanya harusnya kegiatannya harus yang mereka butuhkan.
sedangkan agenda pembinaan bersifat lebih memaksa karena ada target tertentu yang harus dicapai (menjadi muslim yang kaffah). peserta pembinaan pun harusnya memiliki pemahaman yang baik tentang urgensi pembinaan. namun ga masalah, kalo dibuat fun (asalkan targetnya tercapai)

nah, pernah dengar istilah ‘berawal dari yang akhir dan berakhir di awal’? seperti itulah pembinaan yang baik, nanti di akhir pembinaan yang panjang ini, pesertanya mau jadi seperti apa. setelah ada, baru dibuat jalan-jalan menuju ke capaian di akhir tersebut.
karena kita sedang bicara tentang pembinaan keislaman, ya berarti target akhir kita, peserta pembinaan bisa menjadi muslim yang kaffah, yaitu memiliki:

a. Salimul ‘aqidah (‘aqidah yang bersih)
b. Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
c. Matinul khuluq (akhlak yang tegar)
d. Qadirun ‘alal kasbi (kemampuan berpenghasilan)
e. Mutsaqqaful fikri (pikiran yang intelek)
f. Qawiyyul jism (fisik yang kuat)
g. Mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh terhadap dirinya)
h. Munazhzham fi syu’unihi (teratur dalam urusan-urusannya)
i. Haritsun ‘ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
j. Nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain)

10 karakter muslim di atas masih terlalu umum, buatlah penjabarannya lagi yang lebih spesifik untuk pengurus DKM, misalnya seperti ini untuk kelas XI:

Karakter pengurus DKM

Penjabaran untuk kelas XI

1. Salimul ‘aqidah (‘aqidah yang bersih)
  1. Memahami hakikat ilmu tauhid
  2. Selalu meluruskan niat dalam melakukan sesuatu
  3. Menjaga diri dari kemusyikan (tidak berhubungan dengan jin dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kemusyrikan)
  4. Mengingat adanya hari kiamat
  5. Mengenal Allah
  6. Mengenal Rasul
  7. Mengenal Al Qur’an
  8. Mengenal hakikat Manusia
  9. Memahami ma’na syahadatain
  10. Mengenal Dinul Islam
  11. Tidak ikut merayakan hari-hari besar agama lain dan acara-acara yang menjauhkan diri dari Allah SWT
2. Shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar)
  1. Melaksanakan shalat 5 waktu dan shaum Ramadhan
  2. Melaksanakan shalat berjama’ah min. 2x / hari
  3. Melaksanakan tilawah 10 hal / hari
  4. Melaksanakan shalat sunnat rawatib 3x / hari
  5. Melaksanakan shalat QL min. 1x / pekan
  6. Memiliki hapalan Qur’an min. surat Adh Dhuha- An Nas
  7. Melaksanakan shaum sunnat min. 3x / bulan
  8. Membaca Al Ma’tsuraat min. 2x / pekan
  9. Melaksanakan shalat Dhuha min. 1x / pekan
3. Matinul khuluq (akhlak yang tegar)
  1. Tidak dusta
  2. Memenuhi janji
  3. Menjaga adab pergaulan Islami
  4. Menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan
  5. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua
  6. Menjaga adab makan dan minum sesuai dengan sunnah
  7. Tidak berkhalwat dengan yang bukan mahram
  8. Tidak pacaran
  9. Mengenal karakter teman-teman sekelas
  10. Tidak takabbur
  11. Tidak ghibah
  12. Berani mengemukakan pendapat
  13. Rapi dalam berpakaian
  14. Birul Walidain
4. Qadirun ‘alal kasbi (kemampuan berpenghasilan)
  1. Memiliki rekening pada Bank syari’ah
  2. Menjauhi sumber penghasilan yang haram seperti judi, lotere, togel, dsb.
  3. Menabung meskipun sedikit setiap bulan
  4. Membiasakan berinfaq tiap pekan
5. Mutsaqqaful fikri (pikiran yang intelek)
  1. Mampu berkomunikasi dengan baik
  2. Memahami hukum-hukum Thaharah
  3. Memahami hukum-hukum Shalat
  4. Memahami hukum-hukum Shaum
  5. Memahami hukum-hukum Zakat
  6. Memahami urgensi da’wah
  7. Memahami syumuliyatul Islam
  8. Mengetahui kisah Rasul dan Sahabat secara umum
  9. Mengetahui perangkap-perangkap musuh-musuh Islam
  10. Mengetahui ke-DKM-an (visi misi, struktur, job desc tiap dept)
  11. Mengenal seluruh BPH DKM
  12. Mengenal 50 orang pengurus DKM
  13. Memahami bagaimana harus bersikap terhadap non Muslim
  14. Membiasakan diri berfikir positif
  15. Memahami urgensi menuntut ilmu
  16. Memahami urgensi tarbiyyah
  17. Mengikuti perkembangan berita terkini
6. Qawiyyul jism (fisik yang kuat)
  1. Berolahraga: ½ jam/pekan
  2. Tidak merokok
  3. Tidak mengkonsumsi minuman keras dan Narkoba
  4. Bangun paling lambat ketika adzan shubuh
7. Mujahidun li nafsihi (bersungguh-sungguh terhadap dirinya)
  1. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyib
  2. Menjauhi media informasi porno
  3. Tidak malas kuliah
  4. Menjauhi tempat maksiat
  5. Menjauhi seni yang tidak Islami
  6. Berusaha untuk senantiasa memperbaiki diri
8. Munazhzham fi syu’unihi (teratur dalam urusan-urusannya)
  1. Mengikuti setiap kepanitiaan di DKM
  2. Berusaha tepat waktu dalam segala hal
  3. Merencanakan aktivitas harian
  4. Tidak pernah bolos pelajaran
9. Haritsun ‘ala waqtihi (efisien menjaga waktu)
  1. Bangun tidur max saat adzan shubuh
  2. Menyediakan waktu untuk menambah ilmu/wawasan minimal 15 menit/hari
  3. Belajar materi pelajaran: 1 jam/hari
10. Nafi’un li ghairihi (bermanfaat bagi orang lain)
  1. Menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang tua
  2. Menunaikan beberapa dari hak muslim atas saudaranya: salam, mendoakan saat bersin, memenuhi undangan, ta’ziyah, menjenguk yang sakit dll.
  3. Menjaga hubungan baik dengan teman
  4. Mengunjungi tempat tinggal pengurus DKM min. 3 orang

(diambil dari muwashaffat gamais level kader muda)

abis itu, bikin kurikulumnya: tiap targetan ada ‘materi’ yang diberikan dengan berbagai macam metode. tidak menutup kemungkinan kalo satu materi bisa memiliki output yang lebih dari 1 karakter di atas.

kemudian, beralih ke metode pembinaan dari kurikulum di atas.
sebenarnya ada banyak metode pembinaan yang dapat dilakukan, diantaranya:
(kesemua metode dibawah bisa saja digabung)

a. Halaqoh
wah ini sih udah wajib dimiliki oleh pengurus DKM. halaqoh itu artinya pertemuan, mungkin lebih dikenal dengan nama mentoring atau mentoring plus. udah tau lah gimana mentoring itu. dibuat perkelompok mulai 5-12 orang. ikatan antaranggota mentoring sangat erat. dan lain sebagainya.

b. Ta’lim dan Tatsqif rutin
nah, kalo ini mentoringnya digabungin untuk semua pengurus DKM. mungkin lebih dikenal dengan nama kajian: entah itu jihad (kajian ahad), jitu (kajian sabtu), maupun jimat (kajian jumat). nah, ta’lim/tatsqif ini sebaiknya memiliki alur juga.

c. Dauroh
biasanya mengenai soft skill (kepemimpinan, dll) dan hard skill (menyetir, P3K, dll)
bentuk: muhasabah, training motivasi, simulasi, workshop, bedah buku, focus group discussion, team building, dan bisa gabung dengan pembinaan lainnya.
sebaiknya jauh dari tempat biasa (seolah dikarantina) dan hanya punya 1 tema (biar fokus)

d. Rihlah
bedain sama yang syiar. rihlah syiar mah beneran refreshing (jalan-jalan, games, makan-makan, pulang), kalo rihlah pembinaan harus ada capaiannya.
misal dengan kegiatan yang bersifat lebih sains dengan meneropong Bintang, pergi ke gunung/pedalaman hutan, atau wisata ekstrem seperti bungge jump, paralayang, terjun parasut, arum jeram, dan Scuba diving. asik kan? tapi harus mengacu ke kurikulum pembinaan.

e. Jaulah ke tokoh atau tempat tertentu
tujuan jaulah ini adalah kita bisa dapat ilmu langsung dari ahlinya.
misalnya: belajar ilmu tasawuf ke ulama di pesantren tertentu, belajar tentang entrepreuenership ke pengusaha, belajar dasar politik ke pejabat politik, atau studi banding ke DKM sekolah lain yang lebih mapan.

f. Mabit/Malam Bina Iman dan Taqwa
tujuan mabit ini untuk mendekatkan diri kepada Qur’an (dengan menghafal Qur’an dan ceramah tentang Qur’an), peningkatan ibadah dengan Qiyamulail berjamaah (yang biasanya cuma 2 rakaat sekarang jadi 8 dan surat yang dibaca lebih panjang) dan bonusnya bisa mempererat ukhuwwah.

g. Outbound dan Kemah
untuk melatih nyali dari kader dan melatih kader untuk berani dan melawan ketakutan akan tantangan dunia. juga untuk memicu ruhul istijabah/kesigapan-ketaatan dari kader. bisa juga dengan mengadakan berbagai simulasi yang bermanfaat.

h. Riyadhoh/olahraga
yang perlu diperhatikan adalah bentuk olahraga yang sebaiknya benar-benar bikin sehat (tidak hanya permainan semata) atau bermanfaat untuk perlindungan diri. juga perhatikan frekuensi dan durasi waktunya.

i. Malam Agitasi
pembinaan semimiliter dengan tempo yang sangat keras, melakukan stressing dan agitasi, dan berlanjut dengan muhasabah untuk intropeksi kepada kader.

j. Silaturahmi
pembinaan ini lebih ke ukhuwah dan melepaskan kepenatan berdakwah. bentuk pembinaannya: sharing dengan angkatan terdahulu tentang DKM, nonton film/dokumentasi bareng, makan-makan/ICU, games, atau tuker kado.
menurut saya jangan terlalu sering, karena sejatinya ukhuwah itu adalah keniscayaan sehingga tidak perlu terlalu diperjuangkan dengan effort yang besar. seperti firman Allah: ‘sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara’ jadi ukhuwah itu adalah dampak dari keimanan.
seperti beberapa benda yang menuju satu titik, benda-benda tersebut akan saling mendekat. begitu juga dengan manusia, bila kita mendekat pada satu Allah (bertambah keimanan kita), maka hati-hati kita akan saling mendekat (ukhuwah semakin erat)
jadi, kalo pun ada lebih baik digabung dengan metode lain. biar ada capaian tambahan.

k. Penugasan
untuk 2 bentuk pembinaan terakhir ini (poin k dan l), biasa disebut pembinaan aktif karena peserta diharapkan mampu berperan aktif dalam mencari ilmu/kemampuan yang harus dicapai dengan usaha sendiri. berbeda dengan pembinaan pasif (poin a sampai j), disitu peserta lebih banyak menerima materi dan suasananya pun dikondisikan agar dapat menerima materi dengan baik.
misal: membaca buku tertentu, membuat resume, mewawancarai seseorang, dan membuat tulisan/esai/opini tentang sesuatu.

l. Latihan beramal
misal: menjadi mentor, mengisi kultum, menjadi pembicara , dan menjadi panitia di acara DKM.
nah, untuk kepanitiaan, alangkah baiknya pengurus DKM dikelola persebarannya. jangan sampai ada satu orang jadi koordinator di setiap kepanitiaan, sedangkan yang lainnya selalu jadi staf. yang kedua, coba jangan melulu pakai sistem staffing. buka rekrutmen (pengurus boleh memilih mau dimana) untuk setiap seksi di kepanitiaan, kalo kuota-nya kelebihan, baru ‘dimutasi’ ke seksi lain dengan pertimbangan tertentu.

m. Bertafakur
mencoba ber-‘khalwat’ dan merenungkan kondisi sekitar. khalwat disini hanya istilah saja, tidak harus menyendiri dalam ke gelapan apalagi di dalam goa. khalwat bisa dilakukan dengan berjalan-jalan di mall, kemudian memperhatikan apa saja maksiat yang terjadi atau mungkin terjadi. atau berkelompok berjalan-jalan ke tempat yang rawan kriminalitas di malam hari.
aktivitas ini diharapkan dapat membuka pikiran pengurus bahwa dunia nyata memang sedang jauh dari Islam. sehingga menambah semangat berdakwah untuk mengakhiri berabagai macam qodoyyatul ummah menuju kebangkitan Islam.

sekian, syukron ‘ala ihtimamikum.
mohon maaf terlalu singkat pembahasannya (biar to the point) dan terlalu memaksakan pendapat. ayo, kita diskusi =D

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.