Program Tepat, Kerja (insya Allah) Berkah

Berikut ini ada rumus yang sering digunakan oleh GAMAIS ITB untuk membuat program kerja (terutama kepanitiaan), yaitu CAVD: Cash flow, Appreciation, Value, and Documentation. Yang perlu dicatat, rumus tadi bukanlah tahapan ataupun urutan, tapi biar enak aja nyebutnya CA-V-D! hehe =D

1. Cashflow/basis dana

perlu ada perubahan mindset di setiap departemen atau kepanitiaan bahwa proker adalah tempatnya menghasilkan dana, bukan menghabiskan dana. diharapkan setelah suatu program berakhir, yang terjadi adalah memberikan sejumlah uang ke bendahara, bukan sebaliknya. minimal impas lah.
lalu, perlu adanya kemandirian finansial. setiap departemen/kepanitiaan punya usaha sendiri dan tidak bergantung pada departemen danu atau donatur. misal, inkasi dari BIRU Smansa atau Al Mishbah.
bahkan, perlu ada target jangka panjang bahwa nantinya DKM memiliki keberlimpahan dana dan itu semua digunakan untuk pelayanan umat, semisal beasiswa dan penyaluran zakat/infaq/shodaqoh/hewan qurban. salah satu keberlimpahan dana itu didapat dengan mendirikan usaha mandiri.

2. Appreciation/Participation

dalam setiap program kerja, kita perlu memerhatikan objek, subjek, dan supporter sehingga mereka memberikan tanggapan positif kepada setiap yang DKM lakukan. ini juga menjadi salah satu parameter keberhasilan dakwah.

a. OBJEK/peserta program
keberhasilan program ini salah satunya adalah objek dakwah mendapat pencerahan oleh cahaya Islam. beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendekatkan proker pada objek adalah:
konten sesuai kebutuhan si objek dan sesuai kadar pemahamannya (udah saya jelaskan di note sebelumnya)
positioning/penempatan program yang tepat. dengan memanfaatkan momentum yang ada, misal: kampanye antimenyontek saat pekan ujian atau kampanye memakai kerudung bagi yang akhwat ketika hari ibu/hari kartini.
differentiating/pembedaan jenis program. apa yang menjadi nilai tambah dari program DKM dibanding program lain, misal: apa keunggulan BIRU dibanding B*llet’s atau apa keunggulan acara besar DKM dibanding OS*S.
branding/pencitraan tiap program yang menarik, nilai lebih dan menjual, mengakar, dan menyentuh seluruh elemen. misal, dengan menggunakan nama dan logo program yang menarik atau setiap media DKM memiliki template yang baik.
sinergi dengan internal DKM (antardepartemen) dan organisasi/ekskul lain diluar DKM. jangan bikin kegiatan yang bentrok. kalo memungkinkan berkolaborasi kenapa nggak, seperti KORMA. yang disinergikan adalah ide/konsep, tempat, waktu, dana, SDM, dan media publikasi
marketing dan media publikasi, acara yang bagus ga akan sukses kalo ga ada pemberitahuan ke publik. yae yalah, gimana mereka pada dateng kalo program-nya gak ‘dipasarkan’. salah saty cara yang baik adalah propaganda dari mulut ke mulut.

b. SUBJEK/panitia/pelaksana program
keberhasilan selanjutnya adalah subjek yang semakin dekat pada Allah. percuma bikin acara dakwah besar-besaran tapi amalan berkurang dan ruhiyah kering. percuma bikin acara tetapi tidak ada peningkatan kualitas softskill maupun hardskill.
cara mengatasinya dengan pembekalan dan peningkatan kapasitas internal atau transfer informasi dari program sebelumnya, kemudian perlu adanya penjagaan dan kontrol ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah.

c. SUPPORTER
terakhir, buatlah simbiosis mutualisme dengan para pendukung program tersebut, sehingga mereka semakin tertarik untuk mendukung acara dakwah. misal:
– pengisi acara semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik pada kesempatan selanjutnya
– sponsor dan media partner mendapatkan surplus dan semakin ingin membantu acara-acara dakwah

3. Value

inilah yang membedakan program DKM dengan program organisasi/ekskul lainnya, program DKM haruslah memiliki nilai-nilai Islam yang tersampaikan dan diterima oleh para objek, subjek dan supporter di atas.
sayangnya, fenomena yang terlihat saat ini adalah nilai-nilai itu hanya tersampaikan ke objek saja. sering sekali saya melihat panitia tidak mengikuti tabligh akbar yang diadakannya dengan berbagai alasan, atau donatur yang hanya tau bahwa acara sudah dilaksanakan sedangkan mereka ga dapet apa-apa (secara nilai)

4. Documentation

dokumentasi sangat penting dalam setiap program. dengan adanya dokumentasi, diharapkan tercipta kebersinambungan untuk dijadikan referensi masa depan oleh para penerus estafet dakwah ini.
bila tidak ada dokumentasi, kita tidak akan tahu kalo DKM pernah mengadakan kegiatan NARASI (kalo gak salah singkatannya: Nuansa Syiar Dakwah dan Rangkaian Seni Islam) di Pangrango Plaza dan mengundang Snada (dakwah di mall, boi!)
siapa yang tahu kendala-kendala departemen Dakwah Umum saat ini udah ada solusinya pada 2 tahun kepengurusan sebelumnya? sedangkan di saat ini kendala tersebut kembali terjadi dan belum ada solusinya (hanya contoh, hehe)
bentuk dokumentasi beragam, mulai dari LPJ, foto/video kegiatan, data-data statistik, laporan keuangan, daftar hadir, sampai notulensi rapat.

jadi, jangan lupa CAVD.
CMIIW wallahu’alam..

One thought on “Program Tepat, Kerja (insya Allah) Berkah

  1. Keren banget tulisannya… 🙂

    Reply:
    Sebenernya itu adalah presentasi yang disampaikan oleh Kang Albaz pas di kampus dulu.

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.