Tragedi 1 Juli 2009

Pada tanggal 1 Juli 2009 tahun lalu, Marwa Al-Sharbini (32 tahun), seorang muslimah asal Mesir, sedang menghadiri sidang di ruang sidang kota Dresden terhadap tetangganya, Alex Wiens, yang ditemukan November lalu bersalah karena menghina wanita tersebut dengan menyebutnya “teroris”. Bahkan dalam suatu kesempatan, pemuda itu pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas kain kudung Muslimah asal Mesir itu.

Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan itu yang dialaminya hanya karena ia mengenakan kain kudung. Marwa Al-Sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan kain kudungnya.

Dia ditetapkan untuk bersaksi melawan Alex Wiens, belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuknya sebanyak 18 kali dalam ruang pengadilan di depan anaknya yang masih berusia 3 tahun. Pendarahan yang banyak menyebarkan Marwa Al-Sharbini akhirnya wafat di pengadilan.

Suami Al-Sharbini berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tetapi malah ditikam juga oleh Wiens dan ditembak kakinya oleh seorang penjaga keamanan yang awalnya mengira dia akan menyerang. Hal itu menyebabkan suami Al-Sharbini mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia. Kasus Marwa Al-Sharbini menjadi bukti bahwa Islamofobia masih sangat kuat dan adanya sikap anti-kain kudung di Barat. Sungguh beruntung muslimah di Indonesia, bisa menunaikan hak sekaligus kewajibannya untuk menutup aurat tanpa harus dicekam ketakutan akan ditangkap atau disiksa.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (TQS. Ar Rahman: 13)

Semoga kita semua bisa mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan di tanah air ini sehingga menjadikan nikmat itu berlipat ganda. Semoga kita semua bisa menjauhkan diri dari sikap kufur nikmat sehingga nikmat itu tidak dicabut dari sang ibu pertiwi ini. Amin.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya ke dadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (TQS. An Nuur: 31)

Kemudian, saya jadi ingin bertanya, adakah diantara kita yang tau tentang berita ini setahun yang lalu?
Saya rasa sedikit. Bukan salah temen-temen, tetapi memang berita ini ditutup-tutupi oleh Jerman. Selain itu, berita ini kalah pamor dibanding kematian Michael Jackson.

Itulah sebabnya, mengapa di layar-layar televisi cuma sibuk dengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru. Padahal ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tetapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslimah. Marwa Al-Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.

3 thoughts on “Tragedi 1 Juli 2009

  1. asslmualaikum. ,al akh. ,reza. ,syokron atz pemberitaanxa. ,lw ane leh tau ni sumberxa drmn y. ,. ,ane sgt kagum dngn isinya. ,memberikan penerangan pemikiran smua. ,umat muslim mari kuatkan persaudaraan Qta. ,karna lw brsma insyaallah berhasil. ,menjdi pembelajaran muslimah berkudung tu wajib. , jazakullah y akhi reza azhari. ,syukron

  2. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun… semoga Marwa diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya oleh ALLAH SWT, amiinn…
    makasih ya, udah share hal ini… benar-benar keterlaluan, hal seperti ini lolos dari pemberitaan publik…

    pelaku penusukan itu gabisa disebut manusia, lebih tepat disebut iblis!

    semoga lebih banyak lagi wanita yang mengerti bahwa hijab itu adalah wajib – hijab bukan pilihan! hijab adalah kewajiban, buktinya sudah jelas, ada di AL Quran…

  3. Sedih rasanya ketika saudara kita diperlakukan tanpa keadilan. Suami ka Marwa tentu yang paling sedih,,, bagaimana mungkin di tempat yang seharusnya keadilan itu ditegakkan malah menjadi tempat pembunuhan. setuju dengan Ka PH,, peristiwa ini seperti disembunyikan,, saat googling, hanya sedikit berita berbahasa inggris. Allah pasti menyayangi ka Marwa dan keluarganya,,, akan ada balasan yang lebih baik di sisi-Nya.

    semoga Allah melaknat kalian yang membenci agama-Nya dan kaum-Nya!

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.