[jurnal] Inshallah podemos. espíritu!

Kali ini saya ingin menyoroti 2 fenomena. Semoga bisa diambil hikmahnya dan bermanfaat untuk ke depannya.

1. PIALA DUNIA

Kira-kira beginilah suasana di malam penutupan perhelatan sepakbola terakbar tahun ini (saya ga tau aslinya, soalnya ga nonton)

Para artis membentuk vuvuzela raksasa dan permainan sinar laser pada upacara penutupan Piala Dunia 2010 menjelang berlangsungnya pertandingan final antara Belanda dan Spanyol di Soccer City, Johannesburg, pada hari Minggu 11 Juli 2010.

Turut menjadi saksi langsung berbagai tokoh dari berbagai kalangan. Mulai dari legenda sepak bola semacam Marcel Desailly (anggota tim Prancis juara Piala Dunia 1998), Lothar Matthäus (kapten Jerman juara Piala Dunia 1990), George Weah (legenda Afrika asal Liberia dan Pemain Terbaik Dunia FIFA 1995), Roger Milla (memperkuat Kamerun dalam tiga edisi Piala Dunia), Michel Platini (Presiden UEFA), serta Franz Beckenbauer (anggota komite eksekutif FIFA, pemenang Piala Dunia 1974 sebagai pemain, dan pada 1990 sebagai pelatih). Para presiden negara di afrika (termasuk mantan presiden Nelson Mandela), lalu ada Kofi Annan (mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa), Queen Sofia dari Spanyol, Jan Peter Balkenende (Perdana Menteri Belanda), Prince Albert II dari Monaco, serta Ronald K Noble (Sekretaris Jenderal Interpol). Tak kalah meramaikan juga Placido Domingo (penyanyi tenor papan atas asal Spanyol), Rafael Nadal (petenis nomor satu ATP dan pemenang Grand Slam delapan kali dari Spanyol), Shakira (penyanyi lagu resmi Piala Dunia 2010), Morgan Freeman (aktor pemenang Oscar), serta Naomi Campbell (model papan atas dunia)

Berbagai persiapan pun dilakukan, mulai dari keamanan sampai ke bola yang akan dipakai bertanding.

Pertandingan final Piala Dunia 2010 menggunakan bola Jo’bulani. Nama Jo’bulani merupakan gabungan dari nama kota tempat partai final berlangsung, Johannesburg atau disingkat Jo’burg, dengan Jabulani. Jo’bulani adalah versi khusus Jabulani yang didesain berwarna emas, sesuai dengan julukan Johannesburg sebagai “City of Gold”.

2. IKLAN

Sering jalan dari utara ITB ga? entah dari simpang (via sumur bandung), dari cisitu, maupun dari siliwangi. Sering melihat baligho besar di pertigaan taman sari dengan dayang sumbi? Nyadar gak isinya tentang apa?
Memang sering ada info-info yang bagus semacam promosi perguruan tinggi swasta sampai pengumuman Islamic Book Fair. Tapi, tau ga yang paling sering apa?
IKLAN DUGEM SODARA-SODARA!!!
DJ (disc jockey)-nya pun diimpor dari luar negeri (baca: Bule)

Atau yang gampang lah.
Sering ngeliat iklan (reklame) rokok ga?

Pernah ngeliat iklan rokok pake kertas burem ditulisi spidol hitam?
Nggak pernah kan. Pasti iklannya selalu mewah.
Pake bahan baligho, malah ada yang audio-visual (semacem tivi gitu) di deket BIP dan BEC.
Keren ya?

Silakan ambil hikmahnya sejenak.
.
.
.
.
.
.
.
.
Udah?
.
.
.
.
.
.
.
.

Piala dunia!
Dunia boi, bukan akhirat. Disiapin segitunya.
Yah meskipun olahraga itu bermanfaat, tapi tetep aja hiburannya itu loh.
Dan ada satu fakta menarik, panitia piala dunia tidak pernah defisit!
Sponsor datang dengan sendirinya, mereka menawarkan duit untuk dipake nyiapin hiburan.
Trus, iklan dugem boi!
Istilahnya, mereka masuk neraka aja niat banget. Sampe bela-belain bikin baligho mahal.
Rokok juga sama. Fatwa MUI haram, trus ada larangan kalo iklan ga boleh ada benda rokoknya dan gesture merokok.
Tapi malahan iklan rokok tuh selalu menarik.

(maap rada lebai dan ekstrim)
Tapi maksudnya gini loh, kalo mereka aja bisa, insya Allah acara PMBR kita juga bisa sukses berat!!! Amin =D
Setidaknya parameternya kesuksesannya ada dua:

PERTAMA, ukhrowi, yaitu:
1. Sasaran acara kita (para pesertanya) tercerahkan oleh nilai-nilai Islam: SAPPK 2010, AR 2009, PL 2009, massa kampus, dan mahasiswa AR dan PL se-Indonesia.
2. Panitia yang semakin dekat dengan Allah dan semakin ber-Islam secara kaffah. Kita pelan-pelan menuju surga, insya Allah nyampe…

KEDUA, duniawi, yaitu:
1. Dana surplus (kita simpen untuk acara puncak ya. hehe)
2. Dokumentasi baik (arsip, notulensi, foto, video, dll)
3. Peserta banyak yang dateng.
4. Prodi, Fakultas, Sponsor, dan Media Partner seneng sama acara kita dan mau kerja sama lagi.
5. dan lain-lain…

Tapi,,,
Ada syaratnya:
1. Niat yang ikhlas. Ngadain acara hanya karena Allah, bukan yang lain.
2. Sesuai dengan sunnah Rasulullah. Acaranya ga menyimpang dari ajaran Rasulullah.
3. Jaga amalan harian. Dari yang wajib, sampe yang sunnah. Semacem baca Quran, Shalat sunnah, dll.
4. Kurangi (baca: hindari) maksiat… sebenernya ini yang bikin masalah terus bermunculan ='(
5. Profesional dan totalitas dalam memperjuangkannya…

Kalo itu dilakukan, insya Allah nanti Allah menggerakkan hati para peserta untuk dateng, Allah menggerakan hati para sponsor buat ngasih duit, dan akan banyak keajaiban lainnya yang akan Allah datangkan untuk acara PMBR di SAPPK ini, percayalah kawan…
Emangnya siapa sih yang mengatur sendi-sendi kehidupan ini?
Pasti Allah akan membantu kita selama keempat syarat diatas terpenuhi.

Jadi, jaga semangatnya ya!
Tamu-tamu (Ramadhan, SAPPK 2010, AR 2009, PL 2009, massa kampus, dan AR-PL se-Indonesia) itu mau pada dateng, yuk hadapi mereka dengan senyuman =j
KITA BISA MEMBUAT SEJARAH DI RAMADHAN INI!!! (minimal kita berubah menjadi lebih baik =D)

*kawan, yakinlah bahwa di ujung jalan yang panjang ini, ada pertemuan dengan yang Mahaindah di Tempat yang Terindah*

One thought on “[jurnal] Inshallah podemos. espíritu!

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.