30 Hari di Bogor: Planetarium (part 3 – habis)


*ini cerita terakhir liburan di Bogor. tepat keesokan hari dari Integrated Training FORKOM ALIM’S*

bermula ketika a’adizul ngirim message ke grup KIR di fesbuk. isinya bahwa akan ada pengamatan gerhana bulan parsial di planetarium jakarta (eh, berarti judulnya salah, ini bukan di bogor boi)

uwow, seneng banget. kesempatan emas nih. setelah berhasil beberapa kali mengunjungi bosscha (meski belon pernah neropong pake teleskop yang gede), sekarang bisa ngunjungin pusatnya tempat kegiatan perastronomian di ibu kota.

langsung saja (gak langsung-langsung amat sih, selang beberapa hari kalogak salah) ngehubungi novita yang jadi contact person di message itu. bilang mau ikut, sekalian nanya sapa aja nyang mau ngikut.

*skip aja langsung ke hari H*

hari ini hari sabtu, kemaren hari jumat jalan-jalan ke daerah ciawi sana untuk ikutan acara IT. sekarang saatnya ngebolang ke kota metropolitan. haha

saya di hubungi qq untuk kumpul jam 15 di stasiun bogor. heu, mikir asharnya gimana. tapi yawda dateng dulu aja.

nyampe di stasiun belum liat sapa-sapa. lama kemudian qq dateng sama seorang perempuan, kayaknya adeknya (ampe akhir perjalanan gak tau itu siapa. hehe)
kata qq nunggu arina. setelah lama nunggu, ternyata arina udah ada di dalem. hadoh, gimana sih.

setelah beli tiket, kami masuk ke tempat kereta parkir (?) dan nyari arina. dia ga ada di kolong kereta (yae yalah, emang rel?)
ternyata arina sama seorang laki-laki, curiga adeknya tapi kok lebih tinggi. dan ternyata emang adeknya. alhamdulillah, qq dan arina bawa mahramnya. jadi tenang.

setelah dirasa lengkap, kami pun naek kereta api tut tut tut.
setiap berhenti di stasiun, saya ngeliat keluar nyariin UI, tapi ga ketemu. wah, si marista boong nih. hehe,,,
Baca lebih lanjut

[jurnal] buletin MuSA


Salam Redaksi

Assalamu’alaykum wr wb
Innalhamdalillah, wash shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah.

Teman-teman yang semoga dirahmati Allah, tak terasa sekarang kita berada di penghujung rangkaian acara PMBR (Penyambutan Mahasiswa Baru 2010 dan Ramadhan 1431) yang mengusung tema MELOMPAT LEBIH TINGGI. Semoga dengan berbagai macam suguhan yang ditawarkan GAMAIS, baik di pusat maupun di SAPPK, bisa menambah kedekatan kita kepada Sang Maha Pencipta.

Walau begitu, ramadhan belum habis, kawan. Kami dari LDSAPPK “MuSA” ITB, ingin memberikan sedikit pelayanan ibadah, yaitu:

  1. Zakat memerdekakan
  2. Tilawah Checkup
  3. Sahur Call
  4. Konsultasi Ibadah

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaykum wr wb

Zakat Memerdekakan

MuSA ITB bekerja sama dengan PKPU (Lembaga Kemanusiaan Nasional) membuka program Zakat Memerdekakan.
Baca lebih lanjut

[jurnal] mengenal MuSA lebih dekat


Definisi dan Posisi

  1. Organisisasi ini merupakan GAMAIS yang berkedudukan di tingkat fakultas, yaitu Sekokah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK).
  2. LDSAPPK adalah kependekan dari Lembaga Dakwah SAPPK.
  3. LDS ini diberi nama Muslim SAPPK, kemudian disingkat menjadi MuSA.

Sejarah Singkat

  1. Lahir tiga tahun lalu, kepala pertama Verry Aria Firmansyah (PWK’05). Belum memiliki struktur yang jelas, hanya ada penanggung jawab sektor yang berasal dari gARis dan KMMP.
  2. Kemudian, kepemimpinan berpindah ke Ilham Budiman (AR’06). Sudah ada struktur (Sekjen, Sektor Internal, dan Sektor Syiar) namun belum memiliki staf.

Pengurus Inti MuSA

  1. Kepala MuSA
    Reza Primawan Hudrita (AR’07)
  2. Kepala gARis
    Herrbintang Archidenta TTA (AR’07)
  3. Kepala KMMP
    Alpian Angga Pratama (PL’07)
  4. Sekretaris Umum MuSA
    Rakhmat Fitranto Aditra (AR’08)
  5. Kepala Sektor Internal MuSA
    Suhendri (AR’08)
  6. Kepala Sektor Syiar MuSA
    Fikri Farobi (PL’08)

Kegiatan-Kegiatannya
Baca lebih lanjut

[jurnal] Infaq Ramadhan


kelak, tangan kita pasti akan bersaksi di akhir nanti.
yuk, buat dia bicara banyak tentang amal shalih kita, yaitu berzakat dan berinfaq. terutama di bulan ramadhan ini, insya Allah setiap harta yang kita nafkahkan akan dilipatgandakan balasannya oleh Allah.

oleh karena itu, MuSA ITB bekerja sama dengan PKPU (Lembaga Kemanusiaan Nasional) membuka program Zakat Memerdekakan.

nah, bagi teman-teman yang ingin menyalurkan zakat (infaq juga bisa) tetapi bingung mau lewat mana, bisa disalurkan zakatnya lewat MuSA (yang kemudian akan disalurkan lagi via PKPU)

Landasan Syar’i
1. QS Adz Dzariat: 19
2. QS Al Baqoroh: 267
3. QS At Taubah: 103
Baca lebih lanjut

[jurnal] Muslim SAPPK (MuSA) ITB presents


Seminar Peradaban Islam

Sebuah edukasi tentang peradaban Islam pada masa lalu, agar setiap muslim bisa bercermin dari sana dan mampu berpijar dan berpendar menerangi kejahiliyahan masyarakat saat ini. Salah satunya dari keilmuan Arsitektur dan Planologi. Untuk itu, kami, Muslim SAPPK memiliki mimpi untuk membuat sebuah buku yang berisi tentang Sejarah Peradaban Islam dari sisi Arsitektur dan Tata …Kota serta Tuntunan dari Allah swt dari Al-Quran dan Al-Hadits. Selain itu kami juga berencana untuk menginisiasi sebuah Forum Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia untuk menciptakan barisan yang lebih kuat dalam bergerak di jalan Islam, termasuk dalam pembuatan buku ini.

Untuk itu, acara ini dilaksanakan sebagai batu loncatan dalam pembuatan buku ini dan pembentukan forum ini. Seminar dalam acara ini akan dipakai sebagai pembekalan awal dari tim pembentukan buku akan ilmu arsitektur dan tata kota Islam. Sedangkan Konsolidasi akan membahas pembuatan buku dan pembentukan Forum Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia.

Seminar akan dibagi menjadi dua sesi:
Seminar sesi I membahas tentang Peradaban Islam dari segi Arsitektur. Sesi ini akan dibawakan oleh Dr. Eng. Bambang Setiabudi, ST, MT. Seminar sesi II akan membahasnya dari segi Tata Kota. Narasumber seminar sesi ini adalah Ir. Budi Faisal, MLA, PhD.

Konsolidasi Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi se-Indonesia

Konsolidasi ini akan membahas keberlangsungan konferensi yang direncanakan akan membentuk forum komunikasi bagi Lembaga Da’wah Arsitektur dan Planologi sebagai wadah kerjasama dan gerakan Mahasiswa Muslim Arsitektur dan Planologi se-Indonesia, serta pembagian peran dan fiksasi kerangka buku bersama tentang Peradaban Islam 2045 di Indonesia. Konsolidasi akan dipimpin oleh kepala MuSA, Reza Primawan Hudrita, langsung.

Contact Person : Rakhmat (081322089302)
Baca lebih lanjut

3 juz


umm, sebenernya ini ga penting.
tulisan ini hanyalah cerita anak norak yang beberapa waktu ini baru bisa tilawah 3 juz dalam sehari (woi, ngapain aja selama ini!)
tulisan ini ditujukan agar setiap muslim tidak mengalami kenorakan tersebut.

jadi gini, penulis merasakan bahwa membagi rata jumlah lembar al quran dengan waktu shalat tidak cukup membuat target harian itu tercapai.
mengapa? karena aktivitas di waktu shalat tertentu berbeda dengan waktu shalat lainnya.
misal, beberapa mahasiswa ada yang kuliah dari jam 11 sampe jam 13 kurang sepuluh menit, lalu dilanjutkan kuliah lagi sampe jam 15.
nah, pada kondisi di atas, tentu agak sulit untuk tilawah dengan leluasa pada jam tersebut. apalagi targetnya 3 juz yang berarti harus baca 6 lembar per waktu shalat.

setelah coba sana-sini, ternyata kunci untuk mencapai target tilawah itu ada pada shalat shubuh!
tipsnya gini, silakan temen-temen (terutama yang ikhwan) bawa alquran ke masjid. abis shalat shubuh beres, silakan baca dzikir pagi. lalu setelah itu mulai tilawah ampe matahari terbit.
rata-rata saya baca satu lembar itu 3-5 menit. jadi, kira-kira kita mampu mencapai 1 juz sendiri di waktu ini!!!
Baca lebih lanjut

[jurnal] Sinopsis Buku


Kita semua yakin, bahwa Islam adalah agama yang mulia dan sempurna. Satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah. Namun, dewasa ini kecemerlangan cahaya Islam telah diredupkan oleh para pemeluknya. Kemuliaan Islam tidak dibarengi dengan keindahan kompetensi (pengetahuan, kemampuan, dan karakter) para pengikutnya. Sehingga cap yang kurang baik cukup melekat pada Islam pada saat ini.

Lebih jauh dari itu, pada saat ini jika ada suatu posisi strategis yang diisi oleh pemeluk Islam yang taat, masyarakat umum akan berpikiran negatif. Mereka tidak percaya. Padahal dahulu, tiap orang ingin dilindungi oleh kekhalifahan Islam, baik yang Muslim maupun yang kafir. Bahkan ada yang ingin dipimpin oleh orang Islam meskipun mayoritas penduduknya nonmuslim.

Sudah saatnya, kemuliaan Islam dibarengi dengan kecemerlangan akhlaq para pemeluknya! Sudah saatnya, seorang Muslim memiliki kemampuan untuk mengelola suatu lembaga yang mengurusi hajat orang banyak! Sudah saatnya, peradaban Islam yang telah lama dilupakan, kembali diimpikan dan diwujudkan oleh setiap orang!

Oleh karena itu, perlu adanya edukasi tentang peradaban Islam pada masa lalu sehingga setiap pemeluk agama Islam mampu berpijar dan berpendar menerangi kejahiliyahan masyarakat saat ini. Salah satunya dari keilmuan Arsitektur dan Planologi (Tata Kota).

Desain akan menimbulkan suatu perilaku. Bila desain itu bernilaikan Islam, tentu yang timbul darinya adalah perilaku yang Islami. Dan perilaku islami lambat laun akan berefek domino pada bidang ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan lain sebagainya sehingga terwujudnya peradaban Islam. Oleh karena itu, keilmuan Arsitektur dan Planologi menjadi salah satu bagian penting untuk mewujudkan peradaban Islam. Bisa jadi batu bata pertama dari pembangunan peradaban Islam berawal dari dua keilmuan ini.

Sebelum menuju kesana, akan lebih baik bila kita mengambil pelajaran dari sejarah yang telah ada. Dan sumber utama dan paling valid dari sejarah itu adalah Al Quran dan As Sunnah.
Baca lebih lanjut