Yuk, senyumkan Indonesia!

Seorang mahasiswa baru saja berhasil mengerjakan tugas kelompok yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu bukan kepalang senang hatinya. Ketika menuju kampus untuk menggabungkan tugas tersebut dengan teman sekelompoknya, tiba-tiba dia ditabrak seorang pria berpakaian kerja yang sedang terburu-buru.

“Aduh, maaf.” Ujar pria tersebut. Lantas mahasiswa itu menjawabnya dengan riang, karena memang hatinya sedang berbunga, lantas ia tersenyum kepada sang pria. “Oh tidak apa-apa, pak.”

Entah mengapa perasaan pria tersebut jadi kembali membaik, padahal tadi baru saja gagal meraih kesepakatan dengan mitra kerjanya. Ya, pria ini adalah seorang pengusaha. Dia menjabat sebagai Direktur suatu perusahaan yang ia rintis dari bawah. Setelah pertemuan yang mengecewakan tadi, dia hendak menuju kantornya kembali ketika bertabrakan dengan mahasiswa. Sedikit senyum tadi mampu mencairkan hati yang sedang keras. Tanpa sadar pria ini pun tersenyum.

Sesampainya di kantor, pria tersebut menyapa para karyawannya dengan ramah. Menanyakan kabar karyawannya bagi pak direktur ini bukanlah suatu basa-basi, tetapi karena memang ada rasa kepedulian terhadap para karyawannya. Celoteh canda dan gelak tawa hangat pun tak pelak mengisi ruang kerja itu. Diperlakukan sedemikian rupa, para karyawan yang sedang jenuh menghadapi rutinitas di kantor menjadi bersemangat dalam bekerja. Termasuk karyawan kurus yang menjadi staf di bagian HRD. Karyawan yang sederhana ini menyunggingkan senyum melihat tingkah laku atasannya. Senyum itu pun terus berpindah.

Waktu beranjak gelap, karyawan kurus ini pun bergegas pulang. Relung hatinya dipenuhi rasa rindu kepada istri tercinta. Berhubung hatinya sedang senang, ia pun berniat menghadiahi sang istri sebuah buku. Buku favorit istrinya, yaitu buku tentang bagaimana menjadi wanita shalihah. Sesampainya di rumah, sang istri yang sedang sibuk melakukan pekerjaan rumah jadi tersipu bahagia mendapat kejutan dari sang suami. Peluh yang tadinya mengucur di dahi, menguap seketika. Lelah yang tadinya menumpuk dipundak, menjadi ringan dalam sekejap. Lantas, sang istri pun tersenyum dan mengecup pipi suaminya. “Ummi sayang Abi karena Allah.”

Ah, tiba-tiba saja sang istri teringat pada adiknya yang setelah pulang dari kampus terus berwajah murung di kamar. Ia ingin menghibur sang adik dan membagi kebahagiaan ini.

Setelah lama dibujuk, akhirnya sang adik mau bercerita. Siang tadi, setelah selesai mengerjakan tugas, ia pergi ke kampus untuk bertemu teman kelompoknya. Tetapi di tengah jalan menabrak seorang pria dan hanya tersenyum kepada pria tersebut, lalu kembali meneruskan perjalanannya ke kampus. Ketika sampai di kampus, ternyata teman sekelompoknya itu belum selesai mengerjakan bagiannya. Ia pun marah bukan main.

Mendengar cerita itu, sang kakak tersenyum manis. “Masa terhadap orang asing, kamu bisa langsung memaafkan, sedangkan kepada teman dekat, bisa semarah itu?”

Disindir seperti itu membuat sang adik tersentak. Hatinya mengiyakan perkataan kakaknya dan mensyukuri bisa memiliki kakak sebaik beliau. Perlahan amarahnya padam. Sang adik tersenyum melihat senyum kakaknya. Padahal tadi sang adik sudah kehilangan semangat, bahkan untuk kuliah sekalipun. Ia sudah lupa akan cita-citanya untuk membangun peradaban.

Semangat untuk menggapai cita-cita yang baru diperolehnya kembali, berawal dari senyum yang ia berikan kepada pria yang menabraknya ketika menuju kampus tadi siang.

Kawan, berbagi senyuman kepada orang lain bisa jadi tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga akan kembali pada diri kita. Membuat kita kembali bersemangat dalam menjalani hidup. Ingat, senyum dan kebahagiaan itu bisa menular. Yuk, senyumkan Indonesia! =j

2 thoughts on “Yuk, senyumkan Indonesia!

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s