Resensi Artikel Kritik Arsitektur


EXPERIENCING ARCHITECTURE WITH SEVEN SENSES, NOT ONE
oleh Robert Campbell, FAIA

Ringkasan Artikel

Di Boston terdapat dua bangunan dengan desain yang menarik menurut caranya masing-masing.
Akan tetapi, justru itu membuat masa depan dunia arsitektur patut kita khawatirkan, karena kedua bangunan tersebut mematikan lima, enam, atau ketujuh indera kita.

Pertama, kantor Stasiun PBS lokal, WGBH, karya Polshek Partnership

Keterangan:

  • Fasadnya bukan lagi arsitektur, melainkan mural LED setinggi 30 kaki yang bisa berubah setiap harinya.
  • Kalo sudah seperti ini, siapa lagi yang butuh arsitektur?
  • Mural GBH merupakan contoh serius dimana fasad bangunan bukan lagi solid materials, melainkan slide-show gambar-gambar.
  • Sebut saja digital architecture yang menggabungkan arsitektur dengan media.
  • Untungnya, Pemerintah di Boston sadar dan mengeluarkan aturan untuk tidak menggunakan gambar bergerak lagi.
  • Robert Venturi pernah mengusulkan agar setiap fasad menggunakan layar yang menampilkan gambar bergerak.

Kedua, toko Neiman Marcus karya Elkus/Manfredi


Baca lebih lanjut

Truk emas keguling! Apa yang akan kalian lakukan?


Hari ini seperti biasanya, aku dan teman-temanku berangkat ke kampus bersama. Yah, kami bertiga sejurusan dan kos-an kami nggak terlalu jauh.

Pagi itu kami kuliah jam delapan. Sekarang memang baru jam enam, dan kami nggak buru-buru seperti biasanya (gara-gara terlambat masuk kelas). Kami merencanakan untuk sarapan di bubur ayam balubur dahulu. Biasanya kami selalu numpang di angkot biru SSC (abis numpang, tetep bayar ongkos kok!). Tapi karena kami sedang nggak buru-buru, kami sekarang berjalan kaki dengan santainya, dan semena-menanya. Trotoar kami monopoli dari ujung kanan sampe ujung kiri.

Aku dan dua temanku ini teman akrab sejak SMA. Aku sudah tau sifat mereka sampe ke dasar-dasarnya. Dan yang paling aku senangi dari mereka adalah kejujuran dan profesionalitas mereka, sifat yang sama ada pada diriku. Selain itu, mereka juga selalu mengingatkanku jika aku berbuat salah. Itulah gunanya teman sejati, bro!

Setibanya di depan jalan ganesha, kami melihat sebuah mobil truk besar melintas. Truk berwarna biru tua itu bertuliskan sebuah nama perusahaan. Aku melihat truk itu berbelok di pertigaan kebon binatang, dan entah karena apa tiba-tiba truk itu oleng dan terguling. Truk itu menabrak tiang jemuran, eh nggak ding, tiang listrik kebon binatang hingga bengkok. Kayaknya otomatis rumah-rumah di sekitar situ mati lampu, deh..

Pintu supir terbuka. Pak supir dengan seragam biru tua keluar dari mobil itu sambil tertatih-tatih. Kepalanya berd***h sangat hebat. Maksudnya hebat: d***hnya mengucur dengan hebatnya. Lho? Emangnya d***hnya bisa terbang, jadi dibilang hebat? Hmmm, ribet deh.. Ralat: D***h mengucur dari kepalanya sangat banyak. Beberapa detik setelah keluar. Bapak itu pingsan di tanah.
Baca lebih lanjut

[jurnal] tentang syiar-kaderisasi MuSA


tulisan ini sedang bicara tentang konsep syiar MuSA dan followup-nya. biar lebih enak, kita analogikan aja ya.
anggap aja MuSA itu adalah perusahaan internasional (?) yang memproduksi sapu lidi (iya, saya juga tahu emang ga oke =p tapi gapapa lah, soalnya lagi males mikir yang ribet)
nah, untuk memproduksi sebuah sapu lidi yang fungsional, tentu ada tahapan-tahapannya bukan? begitu juga dengan dakwah, pasti ada marhalah (tahapan)-nya.
ini dia:

1. ta’rif

kalo dipikir-pikir, kita ini sungguh beruntung.
dulu para rasul dan nabi, diperintahkan oleh Allah untuk mengajak kaum yang kepercayaannya macem-macem kepada ketauhidan kepada Allah. lah, sekarang? kita ‘hanya’ bertugas untuk mengajak orang Islam untuk berislam secara kaffah.
logikanya, lebih mudah dong? yuk, semangat! =j

jadi, pertama yang harus dilakukan adalah ta’rif (mengenalkan) kepada semua orang, terutama yang beragama Islam.
target kita pada tahap ini adalah mengajak sebanyak-banyaknya.
sama seperti ketika kita hendak memproduksi sapu lidi, hal yang kita lakukan adalah mencari bahan baku pembuat sapu lidi (yaitu: daun kelapa) ini sebanyak mungkin. mau daun kelapanya jelek, bagus, panjang, pendek, hijau, coklat, dan apapun, kita ambil aja dulu.
begitu juga dalam dakwah di marhalah ta’rif, kita akan ajak berbagai macam orang: mau yang masih ngerokok, pacaran, berkerudung, ga berkerudung, jarang sholat, jarang ngaji, dan apapun, akan kita ajak dulu.
oleh karena itu, perlu ada strategi khusus untuk memperkenalkan Islam. seperti yang telah Allah sampaikan dalam firman-Nya:

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka…” (TQS. Ibrahim: 4)

tentu hal tersebut berlaku untuk kita, sebagai penerus tugas para rasul untuk menyeru manusia kepada Allah.
nah, pertanyaannya, seperti apakah bahasa anak sappk?
Baca lebih lanjut

Konspirasi Dunia (1): Benarkah ada Pemanasan Global?


Bukankah menarik bagaimana masalah kita saat ini menjadi semakin global. Apakah ini suatu kebetulan? Tentu tidak. Dunia ini telah dikuasai suatu kelompok dan mereka sedang merencanakan sesuatu. Oke, kita bahas permasalahan kita:

1. Pemanasan Global

Saat ini, berkembang isu bahwa manusia adalah oknum dan kambing hitam atas lenyapnya gumpalan-gumpalan es di kutub, atas meningkatnya suhu bumi, dan atas bencana-bencana alam yang terjadi. Istilahnya adalah global warming. Ya, global warming telah menjadi suatu isu yang sangat berkembang dewasa ini. Kampanye untuk menyelamatkan Bumi dengan menyematkan kata ‘hijau’ atau green dalam setiap kegiatan seperti suatu kewajiban. Namun, benarkah ada pemanasan global?

Pemanasan global pertama kali dikenalkan oleh Al Gore dalam film dokumenternya yang berjudul “An Inconvenient Truth”. Namun, tahukah anda bahwa sebagian ilmuwan tidak mempercayai itu? Konsensus bersama itu ternyata telah mendapat counter konsensus dari para ilmuwan yang bereputasi tinggi.

Bumi kita ini sudah berumur 4.6 milyar tahun dan secara alami mengalami pendinginan dan pemanasan global dalam sejarah geologinya, bahkan telah terjadi lebih dari 20 kali pendinginan global dalam dua juta tahun terakhir. Jadi, sebenarnya kedua hal tersebut bisa dibilang lumrah bagi Bumi dan senantiasa bergantian (panas dan dingin). Berikut ini ada data climate variability (mungkin akan lebih tepat menyebutnya dengan climate variability, bukan climate change) yang terjadi di Bumi:
Baca lebih lanjut