[jurnal] tentang syiar-kaderisasi MuSA

tulisan ini sedang bicara tentang konsep syiar MuSA dan followup-nya. biar lebih enak, kita analogikan aja ya.
anggap aja MuSA itu adalah perusahaan internasional (?) yang memproduksi sapu lidi (iya, saya juga tahu emang ga oke =p tapi gapapa lah, soalnya lagi males mikir yang ribet)
nah, untuk memproduksi sebuah sapu lidi yang fungsional, tentu ada tahapan-tahapannya bukan? begitu juga dengan dakwah, pasti ada marhalah (tahapan)-nya.
ini dia:

1. ta’rif

kalo dipikir-pikir, kita ini sungguh beruntung.
dulu para rasul dan nabi, diperintahkan oleh Allah untuk mengajak kaum yang kepercayaannya macem-macem kepada ketauhidan kepada Allah. lah, sekarang? kita ‘hanya’ bertugas untuk mengajak orang Islam untuk berislam secara kaffah.
logikanya, lebih mudah dong? yuk, semangat! =j

jadi, pertama yang harus dilakukan adalah ta’rif (mengenalkan) kepada semua orang, terutama yang beragama Islam.
target kita pada tahap ini adalah mengajak sebanyak-banyaknya.
sama seperti ketika kita hendak memproduksi sapu lidi, hal yang kita lakukan adalah mencari bahan baku pembuat sapu lidi (yaitu: daun kelapa) ini sebanyak mungkin. mau daun kelapanya jelek, bagus, panjang, pendek, hijau, coklat, dan apapun, kita ambil aja dulu.
begitu juga dalam dakwah di marhalah ta’rif, kita akan ajak berbagai macam orang: mau yang masih ngerokok, pacaran, berkerudung, ga berkerudung, jarang sholat, jarang ngaji, dan apapun, akan kita ajak dulu.
oleh karena itu, perlu ada strategi khusus untuk memperkenalkan Islam. seperti yang telah Allah sampaikan dalam firman-Nya:

“Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka…” (TQS. Ibrahim: 4)

tentu hal tersebut berlaku untuk kita, sebagai penerus tugas para rasul untuk menyeru manusia kepada Allah.
nah, pertanyaannya, seperti apakah bahasa anak sappk?

kalo saya perhatikan secara umum, untuk mengajak seseorang dengan mudah, gunakan cara berikut:
a. berikan apa yang mereka butuhkan. dengan memberikan apa yang mereka butuhkan, mau sebegimanapun acaranya, pasti mereka akan datang. kenapa? yah karena mereka butuh, kalo ga dateng pasti merasa rugi. dan saya rasa kita semua sepakat bahwa anak sappk saat ini sangat butuh segala yang terkait dengan akademis. baik itu tutorial kalkulus, fisika, dan kimia. maupun pengetahuan mengenai jurusan arsitektur dan planologi.
b. berikan apa yang mereka sukai. dengan memberikan apa yang mereka sukai, tentu mereka akan tertarik untuk datang. namun, untuk hal ini perlu dicatat agar setiap acara itu harus ada nilai Islamnya. jangan sampai kita terlalu ikut keinginan semata, sehingga kehilangan identitas keislaman MuSA. lalu, mengingat tiap angkatan sappk dari tahun ke tahun bahwa sifat anak sappk itu kebanyakan adalah hedonis, tentu yang disukai mereka adalah acara yang senang-senang.

kesimpulannya, kita fokuskan saja sektor syiar MuSA untuk mengadakan acara yang sifatnya akademis (tutorial, pengenalan jurusan, workshop arsitektur/planologi, dll) dan senang-senang (nonton film, foto-foto, makan-makan, jalan-jalan, dll)

2. takwin

yang harus dilakukan selanjutnya adalah takwin (membentuk).
pada tahap ini biasanya akan ada yang berguguran.
sama seperti membuat sapu lidi, setelah kita ngumpulin bahan sebanyak-banyaknya. kita akan menyeleksi mana aja bahan yang bagus sehingga nantinya bisa dibuat menjadi sapu lidi yang berkualitas.
begitu juga dengan dakwah, disini kita akan memprioritaskan orang-orang yang memiliki prospek untuk dibentuk menjadi muslim dan da’i yang kaffah. sehingga dakwah menjadi produktif. setelah yang baik ini habis, baru beralih ke yang cukup baik, dan seterusnya.

nah, bagian ini udah dipegang oleh sektor internal.
orang-orang yang udah sering ikut acara syiar MuSA, harusnya difollowup dengan diikutkan ke permentoringan.
kenapa mentoring? karena mentoring adalah sarana paling efektif dan efisien untuk membentuk kepahaman dan kepribadian seorang muslim dan da’i yang kaffah.
lihat aja ‘produk’ mentoringnya Rasulullah di rumah Arqam bin Abi Arqam: Abu Bakar, Utsman, Ali, Zaid, dll.

3. tanzhim

kemudian, setelah batang-batang lidi itu sudah selesai dibentuk, kita satukan menjadi sapu lidi yang kuat dan bisa menghalau semua kotoran yang ada di jalanan.
itulah yang disebut dengan tahapan tanzhim (mengorganisasi).
kita tempatkan seseorang di tempatnya, sesuai dengan minat dan bakatnya. yang jago ngedesain ditaro di bagian media, yang jago merangkul teman-temannya ditaro di internal, yang jago dalam hal interpersonal ditaro di jaringan, dll.

begitulah yang dilakukan oleh Rasulullah dahulu kala.
tidak pernah sekali pun Rasulullah menjadi Umar bin Khattab sebagai panglima perang. itu karena kapasitas Umar bukan sekedar panglima, Umar telah diproyeksikan menjadi seorang pemimpin (khalifah) oleh Rasulullah. dengan begitu, semua potensi Umar melejit dengan baik sehingga cahaya Islam semakin cemerlang hingga ke Andalusia.
pemilihan Mushab bin Umair menjadi duta Rasulullah ke Yatsrib dan Ali bin Abi Thalib tidur di ranjang Rasulullah ketika peristiwa hijrah bukan hal sembarangan. itu merupakan strategi Rasulullah yang menempatkan seseorang pada tempatnya.

4. tanfidz

terakhir adalah tanfidz (menerapkan)
insya Allah sekarang sapu lidinya udah bisa digunakan, setelah dipilih (ta’rif), dibentuk (takwin), dan diikat menjadi satu kesatuan (tanzhim).
ya, di tahap ini dakwah itu telah menghasilkan buahnya.
para pemegang tongkat estafet dakwah itu kini telah lahir.
di tangannyalah segala kerja kita akan diteruskan.

nah, pertanyaan lagi: sudah sampai manakah diri kita?
apakah sekarang sudah bisa bergerak menyeru kalimat Allah? kalo belum, berarti kita belum di tahap tanfidz, karena kita belum menjadi sapu lidi yang bermanfaat meski sudah diikat menjadi satu kesatuan.
ataukah kita masih di tahap tanzhim yang masih sendirian?
ataukah kita masih di tahap takwin yang belum menjadi seorang muslim dan dai yang kaffah?
ataukah kita masih di tahap ta’rif yang bahkan tidak tertarik dan tidak mengenal islam? na’udzubillah…

Allahu’alam

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.