Truk emas keguling! Apa yang akan kalian lakukan?


Hari ini seperti biasanya, aku dan teman-temanku berangkat ke kampus bersama. Yah, kami bertiga sejurusan dan kos-an kami nggak terlalu jauh.

Pagi itu kami kuliah jam delapan. Sekarang memang baru jam enam, dan kami nggak buru-buru seperti biasanya (gara-gara terlambat masuk kelas). Kami merencanakan untuk sarapan di bubur ayam balubur dahulu. Biasanya kami selalu numpang di angkot biru SSC (abis numpang, tetep bayar ongkos kok!). Tapi karena kami sedang nggak buru-buru, kami sekarang berjalan kaki dengan santainya, dan semena-menanya. Trotoar kami monopoli dari ujung kanan sampe ujung kiri.

Aku dan dua temanku ini teman akrab sejak SMA. Aku sudah tau sifat mereka sampe ke dasar-dasarnya. Dan yang paling aku senangi dari mereka adalah kejujuran dan profesionalitas mereka, sifat yang sama ada pada diriku. Selain itu, mereka juga selalu mengingatkanku jika aku berbuat salah. Itulah gunanya teman sejati, bro!

Setibanya di depan jalan ganesha, kami melihat sebuah mobil truk besar melintas. Truk berwarna biru tua itu bertuliskan sebuah nama perusahaan. Aku melihat truk itu berbelok di pertigaan kebon binatang, dan entah karena apa tiba-tiba truk itu oleng dan terguling. Truk itu menabrak tiang jemuran, eh nggak ding, tiang listrik kebon binatang hingga bengkok. Kayaknya otomatis rumah-rumah di sekitar situ mati lampu, deh..

Pintu supir terbuka. Pak supir dengan seragam biru tua keluar dari mobil itu sambil tertatih-tatih. Kepalanya berd***h sangat hebat. Maksudnya hebat: d***hnya mengucur dengan hebatnya. Lho? Emangnya d***hnya bisa terbang, jadi dibilang hebat? Hmmm, ribet deh.. Ralat: D***h mengucur dari kepalanya sangat banyak. Beberapa detik setelah keluar. Bapak itu pingsan di tanah.
Baca lebih lanjut