Piala AFF: Memenangkan Hati Rakyat


Honestly, saya sudah tidak lagi menjadi penonton bola sejak ke bandung. Saya lebih suka jadi pemain daripada penonton. Namun berhubung yang main adalah Timnas Indonesia, ada euforia dalam dada untuk berteriak, beri dukungan, dan berdoa kepada Firman Utina dkk di Piala AFF.

Dan, sungguh luar biasa penampilan mereka. Tadinya saya cuma mengenal nama Christian Gonzalez, Firman Utina, Maman Abdurrahman, dan Markus Horison dalam starting line-up di pertandingan perdana kontra Malaysia. Sisanya, masih asing terdengar namanya. Namun, sungguh luar biasa, lima gol digelontorkan ke negeri Jiran tersebut. Dan ada satu nama yang membuat saya kagum: Arif Suyono yang bernomor punggung 14. *saya memang suka nomer empat belas =j* Sentuhan pertama pemain yang kerap disapa Keceng ini berbuah gol!

Irfan dan Arif (KOMPAS/Agus Susanto)

*umm, karena ngeliat foto Irfan Bachdim, jadi inget hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutuk wanita yang menyambungkan rambut seorang wanita dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, orang yang membuatkan tato dan orang yang meminta dibuatkan tato. (HR. Muslim; marfu’, mutawatir Nomor: 3965) na’udzubillah…*

Ketika melawan Laos, saya tidak nonton karena sedang perjalanan ke Garut untuk menghadiri pernikahan saudara. Hasilnya lebih menakjubkan: 6-0 untuk Tim Merah Putih (Arif kembali mencetak gol =j). Selanjutnya, Indonesia bentrok dengan Thailand di GBK. Saya nonton di Kamar E16 Asrama KP. Lagi-lagi Arif Suyono memberi andil di sana. Sepakannya memberikan hadiah penalti untuk Indonesia. Bepe sukses menjadi algojo saat itu dan Indonesia menang 2-1. Di semifinal, Indonesia ditantang Filipina. Dua kali tanding, Indonesia menang 1-0 lewat gol El Loco dan melaju ke babak final.
Baca lebih lanjut

Dialog dengan Munafiqun


Kompleks Al Mahdiyyin, Jl. Raya Nagreg – Tasik km 43,3
Sabtu, 25 Desember 2010, Ba’da Shalat Ashar

Saya menjadi moderator materi kesekian pada acara GAMAIS Integrated Training. Materi ini tentang Syuro dan Perang Uhud, tapi pembicaranya dirahasiakan ya =j

Nah, ketika asik-asik cerita tentang syuro sebelum perang uhud, muncul-lah nama Abdullah bin Ubay bin Sahul, sang munafiq Madinah. Dari sini, pembicara ingat Abdullah bin Ubay bin Sahul abad 21, yaitu sering beliau pelesetkan menjadi Ulil bin Lebay bin Bahlul, tokoh JIL (bukan Jaringan Ikhwan Lebay lho =j) sekaligus politikus Partai Demokrat. haha…

Setelah itu, jadilah ada materi sisipan tentang bagaimana Allah memerintahkan kita untuk berdialog dengan orang munafiq.

Jadi gini, kalau orang munafiq itu sedang mengolok-olok Allah dan Rasul-Nya, ga usah membalasnya, tinggal bilang aja: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu!”, seperti yang Allah perintahkan dalam QS. At Taubah ayat 64:

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (٦٤)

64. orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

Kalau mau ekstrim, coba ikuti apa yang dikatakan oleh sang pembicara kepada Ulil bin Lebay bin Bahlul: “Kalau perlu, buat ejekan yang paling sarkas yang kamu bisa!” *idih, serem abisz*

Dikatain begitu, si Ulil bin Lebay bin Bahlul malah diem. Trus, ditantangin lagi sama pembicara: “Mana nih? Ayo cepetan bikin ejekan paling sarkas yang kamu bisa!”

Si Ulil bin Lebay bin Bahlul jawab apa coba? Dia bilang bahwa dia bercanda dan jangan nganggap serius, PERSIS SEPERTI APA YANG ADA DI QURAN PADA AYAT SETELAHNYA!
Baca lebih lanjut

Maher Zain – For the Rest of My Life


“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaranya rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum: 21)

MAHER ZAIN – FOR THE REST OF MY LIFE

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me

And I`m here with you
Now let me let you know

You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along

And theres a couple words I want to say
Baca lebih lanjut

[jurnal] Sharing Kewilayahan di pra-GIT (part 1)


Pendahuluan

QS Ali ‘Imran : 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

QS Asy Syuraa : 23
“…Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan…”

Dua ayat tentang perintah berdakwah. Pada surat Ali ‘Imran ayat 104 kita diperintahkan untuk memilih menjadi golongan yang beruntung, sedangkan pada surat Asy Syuraa ayat 23 kita diperintahkan untuk meluruskan niat untuk tidak mengharapkan upah dalam berdakwah tetapi mengharapkan saling berkasih sayang dalam kekeluargaan. Mungkin itulah mengapa jargon GAMAIS ITB berbunyi “Karena Kita Keluarga.”

Mari kita berangkat dari visi GAMAIS 2008-2013, yaitu “Satu Keluarga Menjadi Model LDK Nasional Berbasis Pembinaan dan Kompetensi Melingkupi Seluruh Sayap Dakwah Menuju Indonesia Islami.”

Dari satu kalimat di atas, tersebut sebuah frase “Indonesia Islami”, hal tersebut menunjukkan bahwa GAMAIS ITB memiliki pandangan dan cita-cita yang besar dalam kinerja dakwahnya. Serta menunjukkan peran GAMAIS ITB sebagai salah satu batu bata di dalam proyek besar pembangunan Indonesia Islami.
Baca lebih lanjut

[jurnal] Go International!


Ketika perseteruan Malaysia dan Indonesia di ajang AFF memuncak, sebuah LDK dari UTM (Universiti Teknologi Malaysia) yaitu Kelab Iqra’, mengadakan jaulah ke GAMAIS ITB pada 15-16 Desember lalu. Katanya sih mereka berkunjung ke UI dan UGM juga (bener gak?). Maka dari itu, untuk kesekian kalinya, GAMAIS ITB mengadakan acara Ta’lim Antar Negara, kali ini dengan tema “Ukhuwah Serumpun.”

Oh iya, ada baiknya saya jelaskan UTM secara singkat. UTM berdiri pada tanggal 1 April 1972, saat ini memiliki mahasiswa sejumlah 25.000 orang. Dari dosen yang ikut rombongan kemarin, disebutkan bahwa UTM pada 2010 mendapat predikat “universitas riset” dari kerajaan Malaysia. Dari total 25.000 mahasiswa, 2500-nya merupakan mahasiswa asing.

Nah, selepas acara itu saya berkenalan dengan seorang mahasiswa Senibina/Arsitektur bernama Yazid. Beliau Mahasiswa tingkat 4, akan lulus 1 tahun lagi. Dibanding jurusan lain di UTM, program sarjana muda arsitektur memakan waktu paling lama yaitu minimal 5 tahun, sedangkan jurusan lain bisa 3-4 tahun. Karena waktu kuliah minimal 5 tahun, berarti ada minimal 10 semester yang harus dilalui. Setiap semesternya memiliki mata kuliah studio.
Baca lebih lanjut

Seliter Tangis


Judulnya aneh banget kalo di-Indonesia-in ya? Hehe, maksudnya emang one liter of tears atau ichi rittoru no namida, sebuah dorama jepang yang ceritanya diangkat dari kisah nyata.
*Lagi suka sama sontreknya dorama ini yang judul lagunya Anata ga Oshiete Kure Tamono: Ai no Theme* =j

Jadi, ini adalah sebuah film serial tentang seorang gadis bernama Aya Ikeuchi *bukan nama keluarga sebenarnya, kalo gak salah* yang sedang melangkah ke jenjang sekolah menengah. Aya cukup berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik, karena selain pintar, Aya sangat pandai bermain basket. Di rumah, Aya dan keluarganya memiliki sebuah toko tofu warisan kakek dari ayahnya.

Namun, Aya mengalami hal-hal yang cukup janggal. Dalam beberapa kesempatan, Aya kedapatan sering terjatuh tanpa sebab dan tubuhnya terkadang tidak mau bergerak sesuai keinginannya. Sang ibu, Shioka, akhirnya membawa putri kesayangannya ke seorang dokter. Hasilnya sangat mengejutkan, Aya divonis menderita penyakit langka spinocerebellar degeneration.
Baca lebih lanjut

Kota Baru Parahyangan: Perumahan Berpendidikan


Kota Baru Parahyangan, sebagai kota satelit, mempunyai keunikan desain yang berbeda dengan kota baru lainnya, yaitu dengan menghadirkan visi dan spirit sebagai kota pendidikan yang akan memberikan kontribusi kepada seluruh penghuni dan masyarakat Bandung.

Spirit pendidikan ini disebar pada keseluruhan proyek, baik secara masterplan maupun segmental, yang juga menempatkan institusi formal maupun informal.

Fasilitas hunian Kota Baru Parahyangan yang terdiri dari perumahan berkepadatan rendah, menengah, dan tinggi, serta condominium, apartemen, town house.

Perumahan di Kota Baru Parahyangan terbagi menjadi beberapa cluster, yaitu: Tatar Wangsakerta, Tatar Pitaloka, Tatar Jingganagara, Tatar Rambutkasih, Tatar Banyaksumba, Tatar Ratnasasih, Tatar Larangtapa, Koridor Bandoeng Tempo Doeloe, Tatar Mayangsunda, dan Tatar Naganingrum.

Salah satu inovasi yang ada di perumahan Kota Baru Parahyangan adalah desain di setiap cluster memiliki ciri khas arsitektur tersendiri. Kemudian, inovasi selanjutnya adalah mayoritas tanah tiap kaveling yang dibangun rumah hanya 50%-nya atau bahkan kurang dari itu, sehingga dari sisi ini bisa disebut perumahan Kota Baru Parahyangan menggunakan konsep green architecture.

Selain itu, perumahan ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas perkotaan lainnya yang bertemakan pendidikan. Maka dari itu, perumahan di Kota Baru Parahyangan memang bisa dikatakan perumahan yang inovatif karena menyisipkan unsur edukasi di setiap sudutnya.

Ruang Terbuka
Baca lebih lanjut