bertahan di sana

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)” (TQS. ‘Ali Imran: 8 )

kita sadar bahwa tabiat jalan dakwah adalah penuh aral rintangan. kita sadar bahwa surga itu mahal, sehingga harga yang harus dibayarkan bukan berjumlah sedikit. kita sadar bahwa pahala yang besar itu membutuhkan pengorbanan yang besar pula.

itulah mengapa kita senantiasa diuji secara bertubi-tubi. hanya saja, biasanya bila diuji dengan hal yang susah, kita insya Allah bisa bertahan. mungkin hal tersebut disebabkan keyakinan pada diri kita bahwa apapun yang tidak membunuh kita, hanya akan membuat diri kita menjadi lebih kuat. kalopun terbunuh di jalan ini, itu kematian yang mulia bukan?

hanya saja, bila ujian tersebut datang dalam bentuk yang menyenangkan. tak sedetik pun kita sanggup menahan godaannya.

bahkan generasi pertama umat ini pun pernah tergoda oleh ghanimah. padahal aqidah mereka sudah ditempa selama bertahun-tahun oleh orang paling luar biasa dalam hal pembinaan: Rasulullah saw.

bahkan generasi pertama gerakan dakwah ini pun pernah tergoda oleh kenyamanan tahta di parlemen, sehingga semangat membina dan terbinanya menjadi kendor. padahal mereka sudah ditempa dalam masa yang tidak sebentar ketika mihwar tanzhimi.

“Yaa Muqollibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik. Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu.” (HR. Ibnu Majah)

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s