Seliter Tangis

Judulnya aneh banget kalo di-Indonesia-in ya? Hehe, maksudnya emang one liter of tears atau ichi rittoru no namida, sebuah dorama jepang yang ceritanya diangkat dari kisah nyata.
*Lagi suka sama sontreknya dorama ini yang judul lagunya Anata ga Oshiete Kure Tamono: Ai no Theme* =j

Jadi, ini adalah sebuah film serial tentang seorang gadis bernama Aya Ikeuchi *bukan nama keluarga sebenarnya, kalo gak salah* yang sedang melangkah ke jenjang sekolah menengah. Aya cukup berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik, karena selain pintar, Aya sangat pandai bermain basket. Di rumah, Aya dan keluarganya memiliki sebuah toko tofu warisan kakek dari ayahnya.

Namun, Aya mengalami hal-hal yang cukup janggal. Dalam beberapa kesempatan, Aya kedapatan sering terjatuh tanpa sebab dan tubuhnya terkadang tidak mau bergerak sesuai keinginannya. Sang ibu, Shioka, akhirnya membawa putri kesayangannya ke seorang dokter. Hasilnya sangat mengejutkan, Aya divonis menderita penyakit langka spinocerebellar degeneration.

Penyakit tersebut adalah kelainan pada syaraf otak dimana sang penderita kelak akan kesulitan berjalan, akan sering terjatuh, akan sulit memosisikan diri dengan objek lainnya, akan sulit menulis, dan akan kesulitan berbicara. Penyakit ini berkembang perlahan, namun tiap hari akan kondisi sang penderita akan semakin memburuk. Hingga saat itu, penyakit ini belum ditemukan obatnya. Dengan kata lain, Aya tidak bisa disembuhkan!

Sudah tentu, hal ini langsung memukul keluarga Ikeuchi, terutama Aya yang sadar kalau hidupnya hanya tinggal menunggu waktu. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penyakit Aya, dokter memintanya untuk menulis segala hal yang dialami dalam buku harian. Di buku ini Aya menuliskan hal-hal yang sangat menyentuh, seperti: “Penyakit ini, mengapa dia memilihku?”, “Ibu, apa tujuan hidupku?”, “Kapanpun aku memikirkan tentang masa depan, air mata akan terjatuh”, dan “Ibu, akankah aku bisa menikah?”

Singkat cerita, Aya pun meninggal dunia. Kelak, buku yang Aya tulis konon mengubah kehidupan banyak orang.

Umm, entah mengapa, saya merasa bahwa penyakit itu bisa disembuhkan dengan sujud rutin minimal 5 kali dalam sehari. Hehe, maaf ga ilmiah. Allahu’alam.

Btw, sama dengan penyakit itu yang menyerang saraf di otak kecil (bagian tubuh atas), struktur tangga dari lantai 5 ke lantai 6 (bagian bangunan atas) gedung Arsitektur ITB Labtek IX B mengalami keretakan lho. Jadi, kalo mau ke lantai 6 harus pakai tangga kebakaran. Wow, ada-ada aja. Berhubung tangga gedung Arsi pake tangga gantung. Jadi, kalo roboh tuh tangga lantai 6, langsung roboh semua deh *mirip dengan penyakitnya Aya yah?*

One thought on “Seliter Tangis

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s