[jurnal] Go International!

Ketika perseteruan Malaysia dan Indonesia di ajang AFF memuncak, sebuah LDK dari UTM (Universiti Teknologi Malaysia) yaitu Kelab Iqra’, mengadakan jaulah ke GAMAIS ITB pada 15-16 Desember lalu. Katanya sih mereka berkunjung ke UI dan UGM juga (bener gak?). Maka dari itu, untuk kesekian kalinya, GAMAIS ITB mengadakan acara Ta’lim Antar Negara, kali ini dengan tema “Ukhuwah Serumpun.”

Oh iya, ada baiknya saya jelaskan UTM secara singkat. UTM berdiri pada tanggal 1 April 1972, saat ini memiliki mahasiswa sejumlah 25.000 orang. Dari dosen yang ikut rombongan kemarin, disebutkan bahwa UTM pada 2010 mendapat predikat “universitas riset” dari kerajaan Malaysia. Dari total 25.000 mahasiswa, 2500-nya merupakan mahasiswa asing.

Nah, selepas acara itu saya berkenalan dengan seorang mahasiswa Senibina/Arsitektur bernama Yazid. Beliau Mahasiswa tingkat 4, akan lulus 1 tahun lagi. Dibanding jurusan lain di UTM, program sarjana muda arsitektur memakan waktu paling lama yaitu minimal 5 tahun, sedangkan jurusan lain bisa 3-4 tahun. Karena waktu kuliah minimal 5 tahun, berarti ada minimal 10 semester yang harus dilalui. Setiap semesternya memiliki mata kuliah studio.

Jumlah kredit (sks) untuk lulus, menurut Pak Razali (dosen kimia sains UTM), normalnya adalah 120 sks. Tetapi untuk Senibina kurang tahu karena minimal pendidikannya 5 tahun. Saat tanya ke Yazid, dia bilang tiap semester ambil 18 sks, maksimal bisa 22 sks. Yang pasti dikalangan mahasiswa UTM, Senibina dianggap unik dengan kuliahnya yang paling lama. Buktinya, setelah tahu saya dari jurusan arsitektur, yang pertama kali ditanyakan oleh anak-anak UTM adalah “kuliahnya berapa lama?”

Kembali ke masalah kuliah Senibina UTM. Semester 1 diisi dengan mempelajari presentation drawing dan merancang struktur kecil (semacam gazebo). Semester 2 merancang Langgar/Masjid kecil. Semester 3 dan 4 bangunan yang dirancang makin kompleks. Semester 5 merancang perumahan (membuat masterplan), dilanjutkan pada semester 6 yang masih merancang komplek permikiman tetapi lebih rumit lagi. Semester 7 (saat ini) proyek studionya tentang Highrise building. Sedangkan untuk 3 semester setelahnya belum tahu. Selain kuliah studio, ada juga kuliah struktur. Katanya setiap tahun ada 1 mata kuliah struktur selama 3 tahun. Berarti total ada 3 mata kuliah struktur.

Sebagai informasi tambahan, program sarjana muda (S1) Senibina/Architecture (5 tahun) tergabung dalam Fakulti Alam Bina/Faculty of Built Environment yang berisi juga jurusan Senibina Lansekap/Landscape Architecture (4 tahun), Perancangan Bandar dan Wilayah/Urban and Regional Planning (4 tahun), dan Ukur Bahan/Quantity Surveying (3 tahun). Kalau lihat di website-nya sih cuma tiga, tapi kata Yazid ada satu lagi yaitu Sains Pembinaan (3 tahun).

Nah, ketika saya memberi tahu ke Yazid terkait MuSA dan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Arsitektur dan Planologi Indonesia, beliau mengatakan setuju untuk kerja sama. Wah, itu berarti MuSA sudah go international lho! Semoga kita bisa berkesempatan silaturahim ke sana atau bahkan melakukan pertukaran pelajar… (ngarep, hehe =j)

Ada tanggapan?

*Oh iya, kita juga sempat tanding futsal. Skor akhir 15-10 untuk GAMAIS ITB (kedudukan sempat 5-1 lho, mirip dengan skor di AFF kemarin, hoho). Semoga di final AFF bisa mengulangi kemenangan serupa. Nb: semoga anak UTM ga ada yang baca =p*

2 thoughts on “[jurnal] Go International!

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s