Dialog dengan Munafiqun

Kompleks Al Mahdiyyin, Jl. Raya Nagreg – Tasik km 43,3
Sabtu, 25 Desember 2010, Ba’da Shalat Ashar

Saya menjadi moderator materi kesekian pada acara GAMAIS Integrated Training. Materi ini tentang Syuro dan Perang Uhud, tapi pembicaranya dirahasiakan ya =j

Nah, ketika asik-asik cerita tentang syuro sebelum perang uhud, muncul-lah nama Abdullah bin Ubay bin Sahul, sang munafiq Madinah. Dari sini, pembicara ingat Abdullah bin Ubay bin Sahul abad 21, yaitu sering beliau pelesetkan menjadi Ulil bin Lebay bin Bahlul, tokoh JIL (bukan Jaringan Ikhwan Lebay lho =j) sekaligus politikus Partai Demokrat. haha…

Setelah itu, jadilah ada materi sisipan tentang bagaimana Allah memerintahkan kita untuk berdialog dengan orang munafiq.

Jadi gini, kalau orang munafiq itu sedang mengolok-olok Allah dan Rasul-Nya, ga usah membalasnya, tinggal bilang aja: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu!”, seperti yang Allah perintahkan dalam QS. At Taubah ayat 64:

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ (٦٤)

64. orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

Kalau mau ekstrim, coba ikuti apa yang dikatakan oleh sang pembicara kepada Ulil bin Lebay bin Bahlul: “Kalau perlu, buat ejekan yang paling sarkas yang kamu bisa!” *idih, serem abisz*

Dikatain begitu, si Ulil bin Lebay bin Bahlul malah diem. Trus, ditantangin lagi sama pembicara: “Mana nih? Ayo cepetan bikin ejekan paling sarkas yang kamu bisa!”

Si Ulil bin Lebay bin Bahlul jawab apa coba? Dia bilang bahwa dia bercanda dan jangan nganggap serius, PERSIS SEPERTI APA YANG ADA DI QURAN PADA AYAT SETELAHNYA!

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (٦٥)

65. dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

Trus, coba tanyain deh kenapa dia berolok-olok terhadap Allah, Rasul-Nya, dan Alquran, seperti yang Allah perintahkan pada ayat yang sama di atas (QS. At Taubah: 65). Pasti setelah ditanya begitu, dia langsung minta maaf. Kejadian ini benar-benar dialami pembicara, si Ulil bin Lebay bin Bahlul memang minta maaf setelah itu. LALU, APA KATA QURAN?

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (٦٦)

66. tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

Subhanallah, padahal tidak disebutkan bahwa mereka akan meminta maaf, tetapi kita diperintahkan untuk berkata: “Tidak usah kamu meminta maaf.”

UWOW! INI KEREN!!!! Ini menjelaskan bahwa:

  1. Orang munafiq emang dari dulu begitu setting-annya, mungkin Allah ingin agar kita mudah mengidentifikasinya.
  2. Tiada keraguan akan kebenaran dan keaslian Al Quran saat ini. Al Quran tidak berubah kemukjizatannya sejak Allah menurunkannya kepada Nabi Muhammad.
  3. Al Quran itu universal, tidak terbatas waktu dan tempat. Mau berabad-abad lalu, mau sekarang, mau di madinah, mau di indonesia, Al Quran tetap bisa diaplikasikan.

Semoga bermanfaat dan semoga kita tidak dimasukkan oleh Allah ke dalam golongan orang Munafiq, amin…

2 thoughts on “Dialog dengan Munafiqun

  1. wah dahsyat nih, memang identifikasi munafik itu menurut kita samar tapi menurut al-qur’an, sangat jelas identifikasinya. subhanallah!

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s