Naik Marhalah

Ah, terkadang kita memang sama dengan para sahabat yang Allah telah ridho kepada mereka. Ketika Rasulullah memberi perintah, para sahabat melakukan protesnya. Misalnya kisah di bawah ini:

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus melarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

Dan kita pun, bila ada pada masa Rasulullah hidup, pasti akan melakukannya juga. Hanya saja kita protes bahwa 1 bulan itu terlalu cepat untuk mengkhatamkan Alquran. Kita akan meminta untuk diberi dispensi untuk menamatkan Alquran dalam 2 bulan. Astaghfirullah…

Kadang kita berpikir bahwa membaca Alquran yang sebanyak 30 juz itu dalam 1 bulan adalah hal mustahil. Ada sebuah cerita fiktif sarat hikmah yang serupa dengan hal tersebut. Ini dia:

“Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” tanya pembuat jam tangan kepada jam yang dibuatnya.

“Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana saya sanggup?”

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”, tanya pembuat jam lagi.

“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” Jawab jam tersebut penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu,” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?”

“Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa, karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Begitulah analogi tentang membaca Alquran. Mungkin 30 juz dalam sehari itu berat, namun bila kita rutin melakukannya 2 lembar setelah shalat fardhu (1 juz ada 10 lembar, kemudian dibagi di 5 waktu shalat fardhu), pasti dalam 30 hari, kita akan mengkhatamkannya.

Nah, apalagi kita sekarang akan naik marhalah. Seharusnya, amalan kita meningkat 3 kali lipat dari yang standar. Agar kemenangan itu benar-benar kemenangan sejati, sehingga banyak manusia yang berbondong-bondong masuk ke dalam Islam dengan sekaffah-kaffahnya. Dan, ketika itu terjadi, marilah mengucapkan subhanallah wal hamdulillah.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (TQS. An Nashr: 1-3)

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s