Arsitektur dan Peradaban Islam

Selama mengikuti perkuliahan arsitektur Islam, saya menemukan banyak pandangan baru tentang arsitektur Islam.

Pada awalnya saya jadi tahu tentang diferensiasi definisi arsitektur Islam, lalu saya jadi tahu tetang dalil Al Quran dan Al Hadits yang sedikit menyinggung masalah keilmuan arsitektur, serta kemudian saya jadi tahu tentang teori-teori tentang arsitektur Islam menurut berbagai macam tokoh, seperti: Hassan Fathy, Ziauddin Sardar, Gulzar Haider, Seyyed Hossein Nasr, dan Ismail Serageldin. Namun, saya rasa hal itu akan didapat pula oleh mahasiswa lain, maka saya tidak akan membahas hal-hal di atas dalam lembar kedua ini.

Bagi saya, yang terpenting dalam kuliah arsitektur Islam ini adalah saya semakin bersemangat untuk kembali mewujudkan peradaban Islam yang dulu pernah eksis di muka Bumi.

Hanya saja, pada awalnya saya mengira bahwa peradaban Islam akan bermula dari arsitektur dan lingkungan Islam. Saya pikir, dengan menciptakan arsitektur dan lingkungan Islam akan lahir perilaku-perilaku Islami, kemudian hal tersebut akan mempengaruhi berbagai macam aspek, seperti: ekonomi, sosial-politik, sosial-budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Sehingga pada akhirnya terwujudlah peradaban Islam.

Akan tetapi, dari perkuliahan arsitektur Islam, saya tahu bahwa itu semua hanya akan sedikit pengaruhnya. Memang benar arsitektur dan lingkungan Islam akan membentuk perilaku Islami, namun semua tergantung kepada manusianya. Bila manusianya baik, arsitektur Islam akan membentuk perilaku Islami kepadanya. Tetapi bila manusianya tidak baik, arsitektur Islam tidak akan berpengaruh apa-apa kepadanya.

Misalnya, seorang arsitek membuat bangunan yang memisahkan aktivitas laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi ikhtilat maupun khalwat. Akan tetapi, masyarakat disana sangat cair interaksi antara laki-laki dan perempuan. Tentu hasilnya dapat kita tebak: aktivitas di bangunan tersebut akan terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Hal tersebut dikarenakan tidak adanya edukasi atau pembinaan tentang ‘interaksi dengan lawan jenis dalam Islam’. Bila kita langsung melakukan perancangan bangunan seperti contoh di atas, konsep tersebut akan tidak jalan pada kenyataannya, karena manusianya belum dibina di jalan Islam.

Selain itu, perlu kita garis bawahi bahwa Islam tidak memandang fisik secara berlebihan, tetapi Islam memandang lebih tinggi nilai atau makna yang ada dibalik fisik tersebut, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Hujuraat: 13.

“…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu…”

Untuk apa wajah tampan, badan kekar, penampilan oke, tetapi mati masuk neraka? Untuk apa masjid megah, mewah, dan harum, tetapi shaf-nya kosong ketika shalat didirikan?

Jadi, prioritas utama adalah bagaimana membina manusia menjadi baik, sedangkan arsitektur Islam hanya bersifat sebagai pendukung saja.
Maka dari itu, saya rasa seorang arsitek Muslim tidak bisa membangun peradaban Islam kembali jika hanya mengandalkan keilmuan arsitektur saja. Dia harus bekerja sama dengan disiplin ilmu lainnya untuk bisa mewujudkan kembali peradaban Islam.

Karena pekerjaan ini bukan hanya pekerjaan satu-dua orang saja, pekerjaan ini bukan hanya pekerjaan satu-dua profesi saja, melainkan akumulasi kerja berbagai orang dan profesi yang saling membahu untuk menyusun batu bata peradaban Islam.

Seorang arsitek Muslim harus membawa semangat dan ide peradaban Islam ini dalam desainnya. Dia harus sadar bahwa setiap garis yang ia torehkan di kertas, akan berdampak besar bagi peradaban manusia saat ini.

Itulah hal yang paling berkesan bagi saya dalam mengikuti mata kuliah arsitektur Islam.

4 thoughts on “Arsitektur dan Peradaban Islam

  1. aslmkm.salam arsitektur peradaban,,
    membaca kutipan saudara, saya tertarik terhadap tulisan peradaban islam ini..mengilhami saya untuk mengkaji dan meneliti jg tentang peradaban arsitektur islam..tidak hanya di negeri yg memang notabene negeri islam..tapi di lingkugan kita pun haruslah sll mengedepankan konsep keislaman di setiap tata/ kaidah penggambaran perilaku islami, di bidang arsitektur berati lebih menata konsep ruang dan suasana islami..
    apakah punya referensi lain mengenai peradaban islam ini?
    insyaAlloh bs sharing untuk kdpnnya..
    trims..

  2. assalamu alaikum akhi,
    artikel yang menarik, menarik untuk menggarisbawahi dari ikhtilath yang terjadi adalah duka bagi kita dimana islam diambil sebagian-sebagian sehingga ada kesan berbeda antara di mesjid dan diluar mesjid, masyaAlloh. Besar harapan peradaban islam bisa terbangun kembali seiring bangkitnya pemahaman akan islam,amin.

Silakan menanggapi tulisan ini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s